Iman Akan Kesembuhan Ilahi Memakan Korban Jiwa

Iman Akan Kesembuhan Ilahi Memakan Korban Jiwa

Puji Astuti Official Writer
5238

Jika di Indonesia beberapa gereja sedang on fire dengan gerakan healing movement, sepasang suami istri dari Oregon, Amerika harus menghadapi pengadilan karena iman mereka pada kesembuhan Ilahi.

Carl Brent Worthington dan istrinya memilih untuk berdoa bagi kesembuhan putrinya yang sakit dari pada membawanya ke dokter. Namun sayangnya, putri mereka yang bernama Ava yang saat itu berusia lima belas bulan, meninggal dunia.

 

Keduanya menyatakan tidak bersalah atas tuduhan kriminal tingkat dua yang dituntut oleh jaksa wilayah dengan dalih  mereka memiliki hak dalam menjalankan ajaran agamanya.

 

Berdasarkan pemeriksaan medis, Ava yang meninggal pada 2 Maret sakit bronchial pneumonia dan mengalami infeksi pada darahnya. Padahal jika Ava di bawa ke rumah sakit, hal tersebut dapat diatasi dengan diberi antibiotic.

 

Pasangan ini merupakan anggota jemaat Oregon City's Follower of Christ Church, yang percaya akan kesembuhan Ilahi dengan iman mereka yang memiliki peraturan melarang umatnya untuk menggunakan pengobatan tradisional maupun mencari pertolongan professional dari dokter untuk merawat penyakit yang dialaminya.

 

Pada sidang pertamanya, pengacara keluarga Worthington meminta pengadilan menarik tuntutannya mengingat bahwa keluarga tersebut berhak atas kebebasan menjalankan ajaran agamanya.

 

"Selain itu, Mr. dan Mrs. Worthington berpendapat bahwa pengadilan ini melanggar hak azasi mereka untuk membesarkan anak mereka tanpa campur tangan Negara."

 

Kasus ini bukanlah yang pertama kali di Oregon. Pasangan lain dari gereja yang sama, Jeffrey Dean Beagley dan istrinya, Marci Rae, menghadapi tuntutan yang sama atas kematian putra mereka.

 

Mereka dituntut karena dianggap mengabaikan keadaan putra mereka Neil Beagley, yang menyebabkan kematian. Berdasarkan pemeriksaan urin, Neil di diagnosa menderita kerusakan hati yang seharusnya masih bisa di obati.

 

Gereja Follpwers of Christ Church mengalami kegoncangan sejak tahun 1990an, setelah dilaporkan oleh surat kabar local tentang beberapa anak yang meninggal karena iman akan kesembuhan Ilahi. Hal ini membuat ditetapkannya peraturan pada tahun 1999 tentang "pelarangan penyembuhan spiritual" dan juga adanya tuntutan atas pengabaian terhadap anak-anak terhadap orang tua yang menerapkan penyembuhan spiritual terhadap anak.

 

Hingga saat ini, hakim belum menjatuhkan vonis apapun, karena masih ada jajak pendapat yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 Januari 2009 nanti.

 

Di Indonesia kasus seperti ini sepertinya jarang terjadi, mungkin karena beda budaya. Banyak kesaksian di Indonesia bercerita bahwa orang mencari pertolongan medis dulu, lalu jika semua dokter sudah angkat tangan, baru mereka ingat bahwa masih ada Tuhan yang jadi alternative terakhir. Mungkin hal ini salah satu sisi positif iman orang Indonesia. Terkadang pun Tuhan memakai dokter untuk menyembuhkan umatnya. Jadi jangan takut untuk mendapatkan pertolongan medis, namun jangan lupa juga untuk melibatkan Tuhan dalam segala aspek hidup Anda.

Sumber : Christian Post/VM

Ikuti Kami