Bertahan Di Tengah Dunia Hiburan Yang Menyesatkan

Bertahan Di Tengah Dunia Hiburan Yang Menyesatkan

Tammy Official Writer
6437
Zoro seorang drummer. Dia bermain di atas panggung bersama para artis ternama seperti Lenny Kravitz. Dan didalam 20 tahun karirnya berjalan, Zoro sudah mengikuti tur musik bersama dengan artis-artis ternama seperti New Edition, Bobby Brown, Jody Watley, dan Sean Lennon. Tapi "Z" bukan berarti bayangan dari para selebriti. Pemusik rock yang bonafit ini telah menjadi model sampul dari beberapa majalah. Dan dia secara konstan mendapatkan gelar drummer terbaik R&B sedunia.

Semua rasa terima kasih diberikan kepada ibunya yang memberikan pengaruh selera fesyen kepadanya. Tapi hadiah terbesar yang ibunya berikan kepadanya adalah pribadi Yesus. Itu sebabnya Zoro mendapatkan julukan lain lagi, The Minister of Groove (pelayan dunia groove, red).

Ibu dari Zoro mendapatkan sebuah nama panggilan setelah perjalanan mereka sekeluarga ke Mexico.

Zoro"Saya membeli sebuah topi di salah satu toko oleh-oleh dekat tempat pertarungan banteng dan menggantung di tembok. Lalu ibu saya bilang kalau saya memakai topi itu saya seperti Zoro betulan, kamu memiliki hati yang lembut dan kamu selalu ingin melakukan hal yang baik. Lalu saya memakainya, dan terlihat keren. Dan semenjak itu saya terus memakainya dan akhirnya saya dipanggil seperti itu," Zoro berkisah mengenai mengapa ia dipanggil Zoro.

Zoro dibesarkan dengan suasana Motown di tahun 60an. Dia memulainya dengan memukul kaleng-kaleng kopi. Dan dia menemukan ternyata dia sangat suka bermain perkusi.

Musik meringankan kehidupannya yang menyakitkan. Zoro dibesarkan di Campton, California, salah satu kota yang kehidupannya keras. Ibunya berjuang membesarkan ketujuh anaknya sendiri. Situasi memaksa mereka sekeluarga berpindah-pindah 30 kali. Namun kasih yang tetap membuat mereka lekat satu dengan lainnya.

"Saya tidak ingat waktu itu saya umur berapa, mungkin sekitar 6,7,atau 8 tahun. Saya ikut beberapa sekolah Alkitab saat liburan dan mendengarkan penyampaian Firman Tuhan yang berbeda-beda. Mereka bilang apakah Anda ingin memberikan diri Anda kepada Yesus. Saat itu saya langsung merasakan kehadiran Tuhan dan saya meresponi dan saya menangis," curhat Zoro mengenai masa kecilnya yang diperkenalkan kepada Tuhan.

Waktu di SMU Zoro menabung untuk membeli satu set drum bekas. Dia terjun ke dunia musik dan menemukan tujuan hidupnya.

"Waktu saya memainkan drum, saya menikmati iramanya, dan saya memainkan irama itu untuk memuji Tuhan," ujar Zoro.

Lalu dia bertemu dengan beberapa teman lagi dari sekolah SMU yang lain.

"Saya sebenarnya hanyalah seorang anak yang hidupnya menyakitkan yang ingin dicintai dan ingin diperhatikan. Saya sekolah SMU di Beverly Hills dengan selengkap peralatan seperti stik drum, bantalan untuk berlatih dan saya memakai busana kuning yang keren. Anda pasti melihat saya seperti tokoh Big Bird (Sesame Street, red) di kampus dan coba mencari perhatian. Jadi saya mulai memainkan stik drum sampai ada seseorang yang datang menghampiri saya. Lalu akhirnya ada seorang anak datang dan berbincang dengan saya, namanya Kenny Gordy, lalu Lenny Kravitz. Kenny adalah anak dari Barry Gordy, pemilik dari Motown. Dan Lenny adalah (waktu itu) anak biasa. Lenny dan Kenny senang dengan saya dan menjadikan saya teman mereka dan mulai mengatakan kepada setiap orang kalau saya adalah sepupunya," Zoro berkisah mengenai masa mudanya yang bertemu dengan anak biasa yang adalah orang besar nantinya.

Dengan bakat yang alami dan keunikan yang berbeda, Zoro menanjak ke puncak dunia musik dunia. Tapi justru hal itu akan membawanya kepada perjalanan hidup yang semakin menurun.

Zoro "Saya mengasihi Tuhan tapi saya seperti orang-orang pada umumnya, saya sebenarnya tidak berserah penuh dan tidak taat kepadaNya. Jadi saya memilih untuk menikah dengan seorang wanita tanpa berkonsultasi dengan Tuhan. Saya tidak pernah menanyakan hal ini kepada Tuhan. Jadi saya tidak bijaksana. Saya pikir saya tidak mau bertanya karena Tuhan pasti tidak mengijinkan," Zoro berkisah mengenai pernikahannya yang ia tidak bawa kepada Tuhan.

Setelah menikah selama 2 tahun, Zoro mulai mendedikasikan dirinya lagi kepada Yesus dan mulai memberikan persembahan. Istrinya tidak sepenuhnya mendukung komitmen Zoro dalam mengikuti Kristus. Sewaktu dia mendekatkan dirinya kepada Tuhan, dia dan istrinya mulai ada jarak. Pernikahannya gagal. Tidak lama setelah itu gempa bumi menghancurkan rumah Zoro di L.A. Walaupun Zoro sudah hampir bangkrut, dia tetap memberikan uang persembahan di gereja, dan dia justru semakin gencar mengikuti Tuhan.

"Lalu saya membuat janji dengan Tuhan bahwa saya tidak akan menikah lagi dan akan tetap sendiri sampai Tuhan sendiri yang memberikan saya seorang wanita yang tepat untuk saya. Saya ingin mencoba jalan Tuhan. Saya ingin membuktikan apakah FirmanMu itu benar jira saya menghormati dan mentaati Tuhan," itulah janji Zoro kepada Tuhan.

Tuhan membuka pintu untuk Zoro dan karirnya mulai menanjak. Kehidupan membawa Zoro keliling dunia, termasuk mengunjungi Nashville, Tenesse, sebuah kota musik di Amerika. Setelah pertunjukkan, ada banyak akses untuk dunia seks, obat terlarang dan alkohol. Tapi Zoro memiliki senjata rahasia untuk melawan pencobaan tersebut.

"Saya masuk ke kamar saya dan saya membaca Alkitab saya dan saya berdoa. Saya membaca buku-buku kekristenan dan saya mulai telepon teman-teman seiman saya dan mereka menguatkan saya bahwa saya pasti bisa melawan pencobaan ini. Saya membawa diri saya sedemikian rupa untuk tidak melakukan hal tersebut," ungkap Zoro bagaimana ketika ia melawan godaan dalam dunia hiburan yang ia geluti.

ZoroBerjalan bersama Yesus membawa Zoro mengalami hidup kelimpahan sebenarnya. Tuhan akhirnya memberikan sesuatu yang sudah dinanti-nantikan oleh Zoro, istri yang cantik, dan sekarang dua orang anak. Semua ini seperti sesuatu yang tidak bisa dibeli oleh ketenaran dan uang. Dan memang sudah sifat Tuhan,

"Dia ingin memberikan kita segala sesuatu tentang kerajaanNya. Dia memiliki segalanya buat kita, semua harta karun untuk kita. Tapi Dia ingin melihat apakah kita memberikan hati kita kepadaNya, apakah kita percaya kepadaNya, dan apakah kita taat kepadaNya waktu kita mendengar suaraNya. Dan tidak tergantung pada situasi dan tidak fokus melihat lepada hal-hal yang bisa menghancurkan kita. Tapi hanya datang kepadaNya dan tetap menjaga hati kita murni dan menjaga hati kita tetap benar," Zoro mengungkapkan apa yang di dalam hatinya mengenai hubungannya dengan Tuhan.

(Kisah ini ditayangkan 25 November 2008 dalam acara Solusi Life di O'Channel)

Sumber Kesaksian:
Zoro

Zoro

 

Sumber : V081201131914
Halaman :
1

Ikuti Kami