Asing Apresiasi Produk Domestik Pada Indo Defence & Indo Aerospace 2008

Asing Apresiasi Produk Domestik Pada Indo Defence & Indo Aerospace 2008

Tammy Official Writer
3867
Sejumlah produsen teknologi pertahanan asing mengapresiasi produk-produk dalam negeri. Mereka pun menawarkan kerja sama dan rencana pembelian produk pertahanan Indonesia. Hal ini menunjukkan, pengakuan asing terhadap kualitas produk domestik.

Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Departemen Pertahanan (Dephan), Letnan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin di sela-sela Indodefense & Indoaerospace 2008 di Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Dicontohkan, saat ini Brunei Darussalam sudah menyatakan berminat membeli sarana transportasi maritim Sea Rider berkecepatan 60 knot. "Belum ada pembicaraan lebih jauh soal kemungkinan jumlah nilai transaksi. Tapi, setidaknya, kualitas produk lokal sudah mendapat pengakuan asing," ujarnya.

Direktur Jendral (Dirjen) Sarana Pertahanan (Ranahan), Eris Haryanto mengungkapkan bahwa produsen lokal juga mendapat undangan mengikuti pameran persenjataan Euro Satory di Prancis, pada Juni 2010. Selain itu, ada juga tawaran kerja sama rancang bangun peralatan pertahanan.

Indo Defence & Indo Aerospace"Daewoo (perusahaan asal Korea Selatan) berminat bermitra dengan PT PAL. Doosan dan Rotem (juga dari Korsel) berminat bekerja sama dengan PT Pindad dan European Aeronautic Defence and Space Company (EADS) mungkin bakal menjadi rekanan PT DI untuk proyek Eurocopter dan Super Puma II Cougar," ujarnya.

Pengakuan asing itu sudah terbukti, selama ini dengan sejumlah transaksi pembelian pesawat CN 235 versi militer untuk pencitraan udara. Setidaknya, CN 235 sudah diekspor ke tiga negara, yaitu Korsel, Malaysia, dan Pakistan. Tiga negara tersebut masing-masing memiliki satu skuadron CN 235. Harga satuan CN 235 versi militer ini bernilai sekitar 30 miliar rupiah.

Menurut Sjafrie, selain CN 235, teknologi senjata juga sudah mendapat pengakuan regional. "Seratus persen kebutuhan senjata TNI disuplai produsen dalam negeri," katanya.

Selain senjata, kebutuhan alat transportasi ringan juga seluruhnya terpenuhi dari produk lokal. Untuk kendaraan tempur, produsen domestik sudah bisa mencukupi hampir seratus persen kebutuhan TNI.

Sumber : suarapembaruan.com/Tmy
Halaman :
1

Ikuti Kami