Kurang Tidur, Perempuan Rentan Jatuh

Kurang Tidur, Perempuan Rentan Jatuh

Lestari99 Official Writer
6179

\"\"Tidurlah selama delapan jam sehari. Jika tidak, risikonya Anda akan sering terjatuh dan berimbas pada kematian.

Peringatan ini bersumber dari hasil sebuah penelitian di Amerika. Katie Stone, yang melakukan penelitian di California Pacific Medical Center Research Institute, San Fransisco memberikan pernyataan bahwa; "Kekurangan waktu tidur pada orang dewasa cenderung melambatkan respons secara fisik."

Hasil ini didapatkan setelah melakukan pengamatan terhadap 3.000 responden perempuan dewasa.

Diketahui bahwa setelah melewati masa menopause, terjadi penurunan waktu tidur. Bahkan setelah mencapai usia 70 tahun, rata-rata responden hanya tidur lima jam per hari. Setelah diteliti kondisi ini berdampak pada 50% risiko respons tubuh yang berkurang, sehingga menyebabkan mereka terjatuh setidaknya 2 kali dalam setahun, dibandingkan responden yang masih memiliki waktu tidur lebih dari 7 jam sehari.

Namun penelitian ini masih diperlukan riset yang mendalam, karena pada saat penelitian, perempuan yang sulit tidur terkadang diberikan obat penenang yang dapat membantu penyakit insomnia. Sehingga masih belum dapat dipastikan sebab mereka terjatuh itu adalah karena faktor kurang tidur atau faktor obat penenang yang dikonsumsi.

Menanggapi penelitian tersebut, seorang dokter dari Omni Internasional Hospital Alam Sutera, Tangerang, dr. Andri, SpKj menyatakan seringnya perempuan lanjut usia terjatuh lebih ditentukan oleh pola hidupnya seperti pola makan dan istirahat yang kurang.

"Kesulitan tidur juga sangat sering terjadi pada usia lanjut yang menyebabkan kelelahan, mudah tersinggung dan sulit konsentrasi. Kalau sulit tidur di malam hari, maka paginya bisa ngantuk dan keseimbangan jadi berkurang sehingga akhirnya resiko jatuh lebih besar," ujar dr. Andri.

Dari data yang diperoleh, disebutkan sebanyak tiga puluh persen individu yang berusia di atas 65 tahun pernah mengalami jatuh dalam setahun. Akibatnya, mereka sering mengalami patah tulang pinggul dan sulit sembuh karena mengidap osteoporosis.

Sumber : conectique
Halaman :
1

Ikuti Kami