Para Misionaris Berdoa, Berpuasa Untuk Intervensi Tuhan Di India

Para Misionaris Berdoa, Berpuasa Untuk Intervensi Tuhan Di India

Tammy Official Writer
5561
Youth With A Mission memanggil 17.000 pekerjanya di seluruh dunia untuk bergabung dalam doa dan puasa tiga hari bagi gereja-Nya di India dimana sedang menghadapi kekerasan dari radikal-radikal Hindu.

YWAM mengungkapkan dalam laporannya bahwa lebih dari selusin staf dan pelajarnya telah dipukul dan terluka, kehilangan rumah-rumah mereka dan mengalami kerusakan property pribadi dan pelayanan di tangan para radikal, yang menyalahkan umat Kristiani bertanggung-jawab atas kematian pemimpin mereka, mengesampingkan pernyataan pemerintah bahwa Maois-lah yang bertanggung-jawab.

Pray for IndiaGelombang kekerasan dimulai ketika terjadinya pembunuhan di akhir Agustus pemimpin radikal Hindu yang sectarian di wilayah bagian Orissa. Setidaknya sekitar 51 orang meninggal dalam kekerasan di bagian timur saja, lainnya puluhan dari ratusan terpaksa meninggalkan rumah untuk lari dari kekerasan massa yang telah membakar ratusan rumah dan gereja hingga menjadi rata dengan tanah. Kekerasan tersebut menyebar hingga bagian pantai barat Karnataka.

Tim dari pekerja YWAM bekerja untuk menyediakan kebutuhan dasar bagi pengungsi dan berdoa kepada Tuhan untuk meng-intervensi di tengah krisis ini.

YWAM India bergabung dengan 90 pemimpin Kristiani di Mumbai minggu lalu untuk berdoa agar kekerasan ini berakhir. Mereka mengemukakan perbandingan antara situasi yang dihadapi umat Kristiani di India dengan kisah Ester di Perjanjian Lama.

Salah satu pemimpin YWAM India yangh mengambil bagian dalam pertemuan tersebut mengutip pernyataan berikut, "Ratu Esther mengajak, melalui Mordekai, kepada umat Tuhan untuk berpuasa selama tiga hari. Dan sisanya adalah sejarah. Tuhan mengintervensi. Itulah obyektif dari panggilan ini untuk berdoa dan berpuasa."

Ketua Internasional YWAM, Lynn Green, menaruh dukungan dibalik panggilan berdoa ini.

Pray for India"Pada hari Selasa kemarin adalah Hari Doa Global bulanan bagi YWAM (Global Day of Prayer, red) dan fokus kami adalah menemukan kekuatan dirimu di dalam Tuhan," ujarnya. "Saudara dan saudari kita di India menderita di dalam cara dimana kita belum pernah hadapi dan kita mesti berdiri bersama mereka, menguatkan mereka dengan doa-doa kita sebagaimana mereka mengejar apa yang Tuhan tujukan di tengah bangsa tersebut."

Masih belum terlambat bagi kita umat Kristiani di Indonesia untuk berdoa bagi saudara seiman kita di India yang sedang mengalami penganiayaan tersebut. Kiranya tangan Tuhan turut bekerja dan mengintervensi bangsa tersebut hingga terjadi kebangkitan rohani sebagaimana Tuhan mengintervensi umatnya pada kitab Ester.


Sumber : christianpost.com/Tmy
Halaman :
1

Ikuti Kami