Jadikan Pertengkaran Sebagai Perekat Hubungan

Marriage / 2 August 2008

Kalangan Sendiri

Jadikan Pertengkaran Sebagai Perekat Hubungan

Purnama Sari Dewi Gultom Official Writer
5704

Pernikahan tanpa pertengkaran? Hhmmm..., mustahil! Kesalahpahaman, kekecewaan dan kekesalan yang kemudian memicu kemarahan dan pertengkaran adalah normal. Asal Anda tahu cara menyiasatinya. Berikut lima tips yang bisa mengubah pertengkaran menjadi lem perekat pernikahan.

Tips Pertama : Memilih Masalah

Kekesalan dan kekecewaan sebaiknya tidak ditahan-tahan, selain membuat Anda makan hati, Anda juga terpicu untuk memusuhi pasangan. Tetapi bukan berarti setiap kali kesal dan kecewa Anda dapat "memuntahkannya" pada pasangan. Cobalah Anda pikirkan baik-baik terlebih dahulu apakah perlu dibicarakan atau Anda bisa menyelesaikannya dengan cara lain.

Tips Kedua : Prioritas Waktu Dan Tempat

Mulai sekarang, coretlah tempat umum seperti mal atau kafe sebagai tempat pertengkaran. Termasuk ketika sedang berkumpul bersama seluruh anggota keluarga. Pilih waktu yang pas saat pikiran sedang jernih dan fisik tidak terlalu lelah. Hindari mengungkapkan kekecewaan saat Anda dan pasangan berangkat tidur karena tubuh dan pikiran cenderung lelah.

Tips Ketiga : Jangan Memperluas Masalah

Semula Anda kesal karena pasangan telat menjemput, tapi kemudian Anda mulai merembet ke hal lain. Anda mempermasalahkan apa saja yang pernah dia lakukan dan menyebabkan Anda kesal. Cara ini membuat Anda kesal dan akibatnya pertengkaran akan "memanas".

Tips Keempat : Menjadi Pendengar Yang Baik

Pertengkaran yang sehat adalah pertengkaran yang berjalan dua arah. Anda tidak boleh nyerocos atau berceramah. Berikan kesempatan pada pasangan untuk menjelaskan sudut pandangannya, mengingat ketegangan bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman.

Tips Kelima : Ungkapkan Keinginan

Emosi seringkali membuat kita terus bicara tanpa arah sehingga pasangan tidak tahu apa yang sebenarnya kita inginkan. Jangan pernah berharap pasangan langsung tahu apa yang Anda mau, jadi Anda harus mengungkapkan apa yang sebenarnya Anda inginkan.

Kesabaran, penerimaan dan saling mengerti satu sama lain adalah salah satu kunci penting untuk menyiasati pertengkaran antara suami istri. Firman Tuhan sendiri berkata kemarahan bukanlah hal yang harus dipendam di dalam hati sampai matahari terbenam. Jadi, secepat timbulnya amarah di dalam hati, secepat itulah Anda harus berusaha untuk memadamkan amarah Anda dengan pertolongan Tuhan dan memperbaiki hubungan Anda dengan pasangan tercinta.

Sumber : conectique.com
Halaman :
1

Ikuti Kami