Kekeringan Menghantui Pulau Jawa

Kekeringan Menghantui Pulau Jawa

Puji Astuti Official Writer
5208

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memprediksi mayoritas Pulau Jawa akan dilanda kemarau nan kering pada bulan Mei hingga Juni, sementara wilayah pegunungan di Jawa akan kekeringan pada bulan Juni.

"Untuk kawasan Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mulai kemarau sejak April, dan berikutnya giliran Jawa Tengah, Jawa Barat, dan mayoritas Pulau Jawa memasuki musim kemarau," kata Sutamto, Kasubid Info Klimatologi BMG, kepada ANTARA News, di Jakarta, Senin.

Lebih lanjut Sutamto menjelaskan bahwa awal musim kemarau yang menimpa Jawa hingga saat ini masih sama seperti prediksi BMG pada beberapa bulan lalu.

Secara umum Jawa pada bulan Mei masih mendapat curahan hujan yang sporadis di beberapa tempat. Namun kian ke mari, intensitas dan volume hujannya sudah turun drastis.

Sutamto menjelaskan kondisi hujan sporadis yang terjadi
Jakarta beberapa hari terakhir ini akan bergeser ke Jawa Tengah hingga akhir Juni.

"Tapi kami tidak mengkhawatirkan gagal panen akibat kekeringan di musim kemarau, sebab Departemen Pertanian sudah mengantisipasi perubahan iklim ini dengan pergeseran pola tanam," kata dia.Sementara itu kawasan Sumatera, seperti diprakirakan BMG, akan memasuki musim kemarau pada Juni hingga Juli. (Antara/0906)

Musim apapun, dan keadaan seperti apapun, hendaknya setiap orang bisa bermazmur seperti Nabi Habakuk, "Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku." Habakuk 3:17-18.

Tidak peduli keadaan alam ini, Tuhan sang pencipta langit dan bumi sanggup untuk memelihara umatnya. Dia buktikan dengan memelihara Elia saat kekeringan terjadi. Elia Tuhan suruh untuk pergi ke sungai Kerit, dan setiap hari Tuhan mengutus burung-burung gagak yang membawa potongan daging untuk makan Elia. Demikian juga saat bangsa Israel dipadang gurun, setiap pagi Tuhan tidak pernah lupa menurunkan manna bagi bangsa itu. Jadi, tidak ada alasan bagi orang percaya untuk kuatir ataupun takut kelaparan. Selama pekerjaan yang dijumpai oleh tangan ini dikerjakan, maka berkat Tuhan akan mengikuti.

Sumber : Antara/VM
Halaman :
1

Ikuti Kami