Angkot Mogok, Penumpang Terlantar

Nasional / 31 May 2008

Kalangan Sendiri

Angkot Mogok, Penumpang Terlantar

Puji Astuti Official Writer
4737

Pengemudi angkutan umum melakukan pemogokan, akibatnya banyak penumpang terlantar dan harus berjalan kaki. Pengemudi dan pengusaha angkutan umum menuntut kenaikan tarif sebesar 30 persen, sedangkan pemerintah menekankan toleransi kenaikan tariff angkutan umum maksimal sebesar 15 persen.

Sekalipun hingga hari ini surat keputusan dari pemerintah tentang kenaikan tarif angkutan umum belum ada, namun hampir semua angkutan umum di Jakarta telah menaikkan tarif antara 20 hingga 40 persen. Kenaikkan tarif ini terpaksa dilakukan karena biaya operasional membengkak sejak adanya kenaikan BBM beberapa waktu lalu.

"Kami sebenarnya ngga mau mogok, tapi mau gimana lagi. Kalau dipaksakan narik juga ngga ada hasilnya, malah tekor. Sebab, sejak harga bensin naik, pengeluaran meningkat, sedangkan penghasilan makin sedikit," ungkap Lukas, salah seorang supir mikrolet M-24 jurusan Srengseng Grogol kepada Suara Pembaruan.

Sedangkan Dewan Pimpinan Daerah Organda DKI Jakarta menolak opsi kenaikan tarif angkutan umum untuk mengatasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak. Organda memilih opsi subsidi BBM dan penghilangan retribusi serta pungutan liar agar tarif dapat bertahan.

Kekacauan akibat pemogokan pengemudi angkutan umum ini bukan hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga diberbagai daerah. Banyak masyarakat keberatan dengan kenaikan tarif angkutan umum, kebanyakan beralasan karena bahan pokok untuk makan sehari-hari saja sudah mahal, ditambah dengan kenaikan tarif angkutan umum lagi akan sangat memberatkan mereka.

BBM naik, tarif angkutan umum pun pastinya akan naik dan dengan sendirinya diikuti kenaikan harga bahan-bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari. Dengan keadaan perekonomian yang tidak stabil seperti ini, tidak ada peningkatan pendapatan masyarakat. Akibatnya daya beli menurun dan laju perekonomian akan melambat.

Memang keadaan semakin sulit, dan semakin mencekik, namun sebagai orang percaya hati harus tetap tenang sehingga tidak mudah terpancing emosi. Berserah sambil meminta hikmat Allah untuk mengatasi keadaan sulit, adalah sebuah langkah yang akan membawa Anda berhasil melalui masa krisis seperti ini. Tuhan tidak pernah tertidur, Dia selalu memperhatikan umat-Nya. Pemerintah bisa saja tidak melihat atau menutup mata dengan kesulitan yang dihadapi masyarakat yang dipimpinnya, tapi Tuhan bukanlah manusia. Tuhan selalu memiliki jalan keluar dan pertolongannya tidak pernah terlambat bagi setiap orang yang berharap pada-Nya.

Sumber : Berbagai sumber/vm
Halaman :
1

Ikuti Kami