Haruskah Saya Menunggu Atau Berkencan? (2)

Haruskah Saya Menunggu Atau Berkencan? (2)

Fifi Official Writer
4983
Selain beberapa alasan yang menunjukkan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk berkencan yang telah dibahas dalam artikel sebelumnya, ada beberapa poin penting sebagai lanjutan dari 2 poin yang bisa kita pelajari dari kisah cinta Ishak dan Ribka:

3. Hamba itu (Eliezer) pergi mencari. Orang-orang percaya pada jaman itu tersebar, adalah perlu untuk pergi mencari orang yang tepat. Keadaan ini tidak jauh berbeda dengan saat ini. Orang-orang percaya yang masih lajang tersebar di mana-mana dan perlu saling mencari dengan kreatif untuk menemukan satu sama lain. Dan untungnya, kita hidup di jaman teknologi tinggi yang menyediakan banyak pilihan cara. Pikirkan ini, jika anda membutuhkan pekerjaan, apakah anda berdoa lalu duduk diam di rumah mengharapkan kesempatan kerja akan jatuh di pangkuan anda? Itu tidak akan terjadi. Tuhan mempunyai bagian untuk dilakukan, dan kita juga punya bagian untuk dilakukan. Masalah utama dalam tindakan mendahului Tuhan bukanlah berusaha mencari atau membuat status lajang kita terlihat, tapi adalah tindakan yang kita lakukan saat kita memaksakan hal-hal yang seharusnya bukan bagian kita karena kita tidak sabar. Memilih pasangan hidup harus dilakukan dengan doa dan hati-hati, idealnya juga dengan bantuan dan pertimbangan dari teman-teman seiman atau orang-orang yang bijak dalam hidup anda, bukannya bergerak maju dengan berpikir: "Oke, dia bisa memasak dan penampilannya cukup cantik, cukup baik... Aku bosan sendiri, ini lampu hijau!"

4. Eliezer berdoa secara spesifik agar Tuhan dapat menunjukkan seorang wanita yang tepat. Berdoalah dengan spesifik, dan kenali bahwa ada satu orang tertentu yang Tuhan inginkan untuk berpasangan dengan anda. Jika Dia mempunyai rencana yang spesifik atas hidup anda (dan memang iya), mengapa tidak yakin bahwa Dia juga mempunyai pendapat tentang siapa orang paling tepat yang dapat menjadi partner anda dalam mewujudkan rencana spesifik itu? Perhatikan bahwa Ribka adalah jawaban bagi permintaan Abraham dan juga hambanya Eliezer. Ribka juga adalah seorang kerabat Abraham (sebagaimana dia mendoakannya), dan Ribka juga secara spesifik sesuai dengan permintaan Eliezer pada Tuhan.

5. Ribka mempunyai karakter-karakter yang ilahi: tidak egois dan mau menolong (ayat 18-20), mau taat pada pimpinan Tuhan (ayat 57-58), baik budi (ayat 25). Sebelum anda mengharapkan Tuhan memberikan anda yang terbaik, anda harus menjadi yang terbaik dari Tuhan untuk seseorang yang lain. Elang tidak tertarik pada ayam, milikilah karakter dan jadilah seseorang seperti yang anda harapkan menjadi pasangan anda.

6. Eliezer mencari pertimbangan dari keluarga wanita (ayat 33-49). Mencari pertimbangan dan pandangan bijaksana dari pihak-pihak lain dalam suatu hubungan adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi anda dari kesalahan-kesalahan. Orang-orang yang bijak dapat memberikan anda pertimbangan yang obyektif. Ini juga memberikan anda kesempatan untuk melihat salah satu karakter terpenting dalam seorang pasangan: mau diajar atau mau dibentuk. Orang yang akan anda nikahi memang bukan orang yang sempurna. Tapi jika dia mau diajar dan dibentuk, Tuhan dapat mengajar dan membentuk dia. Itu berarti dia akan meresponi hal-hal atau masalah yang perlu dihadapi tanpa menjadi terlalu defensif atau menarik diri. Orang yang mau diajar atau mudah dibentuk akan bersedia berusaha menjadi pasangan terbaik bagi pasangannya, yang akan menjadikan kehidupan pernikahan yang bahagia.

7. Baik Ishak maupun Ribka tidak terlibat secara emosional maupun fisik dengan orang lain kecuali dengan satu orang yang mereka nikahi. Kita membutuhkan mentalitas berkencan yang baru (atau mungkin yang klasik). Kebiasaan kencan kebanyakan orang saat ini tidak akan berhasil kecuali anda suka menempatkan hati dan tubuh anda dalam resiko dirugikan dan dicampakkan bahkan sebelum anda mengetahui siapa yang seharusnya calon pasangan hidup anda. Jenis kencan kebanyakan ini menghasilkan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang dirancangkan Tuhan dalam menyatukan dua orang untuk bersama.

Jadi berkencan dapat menjadi hal yang baik, hanya pikirkan kembali metodenya. Daripada melakukan kebiasaan kencan kebanyakan orang, cobalah yang ini. Libatkan diri anda dengan para lajang Kristen di gereja anda, misi, bepergian, atau yang lainnya. Luangkan waktu bersama mereka sebagai teman-teman. Bersosialisasi, melakukan hal-hal bersama dalam kelompok, menjalin pertemanan. Jaga hubungan dalam batas-batas pertemanan kecuali Tuhan mengindikasikan bahwa Dia mempunyai rencana khusus untuk anda. Tuhan tidak bermain-main. Jika anda benar-benar menungguNya, Dia akan sangat spesifik dan langsung saat Dia merasa anda perlu tahu. Dan ingatlah, apa yang baik bagi Ishak dan Ribka masih baik juga untuk saat ini.

Sumber : crosswalk
Halaman :
1

Ikuti Kami