Puji Astuti

Official Writer
4808


Saat ini pembahasan Rancangan Undang-undang Pemilihan Umum bagi capres dan cawapres sedang berlangsung dengan seru. Pasalnya hal ini dimulai oleh pernyataan dari Maswadi Rauf (UI) dan Nanang Pamuji dari Universitas Gajah Mada (UGM) di Komisi II DPR.

Dalam pendapatnya di depan anggota Pansus RUU Pilpres, pengamat politik dari Univeritas Indonesia (UI), Maswadi Rauf menilai sarat S1 bagi seorang capres dan cawapres, tidaklah relevan. Seorang politisi, bisa saja latar belakangnya mantan aktivis yang tidak dapat menyelesaikan studinya.

"Kualitas politisi tidak mutlak ditentukan pendidikannya, kalau dosen iya, harus sarjana S2 dan teruji memimpin. Sekolah politisi bukan di perguruan tinggi, tapi di organisasi. Dan yang menyatakan dia naik pangkat atau lulus adalah pimpinan partainya. Kalau dipaksa S1, tidak adil bagi para politisi.," kata Maswadi Rauf.


Begitu juga menurut dosen dari Universitas Gajah Mada Nanang Pamudji Muga Sejati (UGM). Dijelaskan, sarat harus lulus S1 bagi capres maupun cawapres, tidak ada hubungannya dengan kualitas pendidikan formal.


"Konstribusi akademis intelektual seseorang terhadap kesuksesan hanya 10 persen. Emosional intelegensi, jauh lebih berharga dari pada minimal SMA, SMP. Sosial inteligence, membangun relasi dan trust dengan parpol dan masyarakat, jauh lebih penting," jelas Nanang.


Namun hal ini menimbukan reaksi sengit dari Fraksi PKS, karena awalnya PKS ngotot capres dan cawapres harus bertitel sarjana.

 

"Kalau benar sarat S1 tak diperlukan karena dianggap sebagai sarat yang tak relevan dengan posisi peran capres maupun cawapres, maka kami usul ekstrim, sarat capres dan cawapres, cukup mampu baca tulis, berhitung, menambah dan mengurang saja. Dan tidak perlu sama sekali sarat pendidikan. Cara berfikir ini menjadi naif," ujar salah seorang anggota Pansus RUU Pilpres dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Al Muzammil Yusuf.

Pemilu mendatang mungkin akan menjadi ajang pertarungan yang seru. Dan semoga saja calon perseorangan sudah bisa maju mencalonkan diri, sehingga demokrasi yang bebas benar-benar akan muncul dengan jelas kepermukaan. Karena selama ini politik Indonesia masih didominasi oleh partai politik. Namun lebih penting dari semua persyaratan yang diajukan untuk capres dan cawapres 2009 nanti, sebagai umat percaya, kita ajukan persyaratan pada Tuhan agar Indonesia bisa di pimpin oleh seseorang yang takut akan Tuhan dan di urapi oleh-Nya. Seperti sewaktu Tuhan memilih raja Daud, demikian kiranya pemimpin Indonesia yang baru nanti. Mari kita doakan pemilu mendatang.

Sumber : Kompas.com/VM


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

advertise with us


7237

advertise with us