9 Mitos Wanita tentang Pria

9 Mitos Wanita tentang Pria

Fifi Official Writer
6971
Duduk berseberangan meja dari teman cantik saya di café kopi tua yang eksotik, kecemasan saya memuncak. Teman saya ini membagikan kisah detail tentang hubungan barunya yang penuh badai dimana dia mulai punya pasangan satu bulan terakhir.

"Saya akhirnya menemui pria yang menjadi teman saya bicara di internet. Setelah bicara dan mengirim SMS secara tetap sekitar dua bulan, kami memutuskan untuk mengambil langkah selanjutnya - jadi kami bertemu minggu lalu. Amat ajaib. Dia adalah pria sempurna bagi saya!. Dia begitu ramah, pandai, lucu, dinamis... dia terlalu baik untuk bisa dipercaya.

Tepat sekali, saya yakinkan pada diri saya.

"Apakah sudah saya sebutkan dia itu sudah mapan secara ekonomi? Bukan uangnya yang penting" Kegembiraan terpancar ketika dia mengatakan kebalikannya.

"Apakah dia seiman dan seorang Kristen?"

"Kami bertemu di situs E-Harmony!"

"Apakah setiap orang yang ada di E-Harmony adalah orang Kristen?"

"Yahh. Dia memang belum benar-benar pergi ke gereja - tapi dia pasti cinta Tuhan".

Saddam Hussein juga mengaku cinta pada Tuhan. "Bagaimana kamu tahu tentang hal itu?".

"Dia mengatakannya pada saya! Yang saya tahu Tuhan menyatukan kami".

"Kamu baru kenal dia dua bulan. Kenapa kamu pikir Tuhan membawa dia untuk hidup kamu?". Saya harus mencubit diri saya sendiri dibawah meja untuk tidak terdengar seperti merendahkan dirinya.

"Karena... kami merasa begitu cocok bicara dengan dia. Kami punya banyak kesamaan. Dia benar-benar mencintai saya". Oh.. oh.. Saya dapat melihat kami dalam masalah sekarang...

"Jadi... dia itu tipe cowok Kristen ya?, saya yakin dia tidak mencoba untuk mengajak kamu tidur dengan dia. Maksud saya, dia pasti menjaga kesucian kamu dan semuanya, betul khan?". Saya merasa punya perasaan jelek tentang pria ini sebelumnya. Rasa sinis saya mulai ditunjukkan.

"Yeah.. dia tidak sesuai aturan tentang soal itu. Maksud saya, kami ini orang dewasa dan dia mengatakan selama kita berkomitmen satu sama lain maka hal itu (hubungan seks) sama saja setelah menikah". Rasa bersalahnya kelihatannya menguap tadi malam.

"Jadi jika kamu saling mengenal dengan baik, apa dong kelemahan dia?". Disamping tidak menjadi seorang Kristen, mencoba mendapatkan kamu di tempat tidur adalah peluang pertamanya, dan dia menjadi seorang pembohong.

"Dia mungkin hanya sedikit menekan. Bukankah normal untuk seorang pria meminta kamu melepas sepatu sebelum kamu masuk ke mobilnya? Namun saya kira saya pikir sebegitu jauhnya... Dia punya begitu banyak kualitas, jadi apa jeleknya dengan hal itu?".

Saya punya percakapan seperti ini lusinan kali dengan kaum gadis - wanita. Pada kenyataannya, untuk kebanyakan dalam kehidupan saya, saya sendiri berbohong pada diri saya. Jika ada orang yang tahu tentang kebohongan wanita yang mereka katakan pada diri mereka sendiri untuk membenarkan hubungan yang buruk yang mengarahkan diri mereka pada pernikahan yang buruk, itulah saya. Dan sekarang, teman tercinta saya, seorang yang mengatakan kembali kebohongan ini, jatuh pada pria dengan begitu mudahnya. Saya mulai berdoa agar dia melihat kebenaran sebelum semuanya terlambat.

Bagaimana dengan anda? Jika anda mencoba menahan yang terbaik dari Tuhan, namun anda menemukan diri anda mengidentifikasi sejumlah kesamaan dengan pembicaraan diatas, anda harus baca tulisan ini. Tidak terlambat untuk anda mulai mengidentifikasi kebohongan yang anda katakan pada diri anda sendiri sehingga anda dapat menghindari pernikahan yang kosong dan hancurnya mimpi hidup anda.

Kebohongan pertama : seorang pria Kristen pastilah pilihan terbaik untuk pasangan kita

Pertama dari semuanya, hanya karena seorang pria disebut Kristen bukan berarti itu menyatakan kondisi rohaninya. Hitler mungkin juga bisa menyatakan dirinya sebagai orang baik. Apa yang sesungguhnya ditunjukkan oleh keyakinan seorang pria adalah tindakannya - bukan mencoab mendapatkan anda di ranjang sampai anda berdua mengenakan cincin kawin; mengawali hubungan dirinya secara pribadi dengan Tuhan dan mendukung anda tentunya; dan khususnya memegang teguh kesadarannya dalam hubungan untuk mengijinkan Tuhan memimpin dirinya. Pilihan Tuhan tentang pasangan bagi anda adalah seorang saleh, dan jika anda mendengarkan, Tuhan akan mengatakan pada anda melalui kehidupan doa yang aktif dan nasehatnya melalui pengaruh orang saleh lainnya apakah ini orang yang satu-satunya Tuhan pilihkan untuk anda. .

Kebohongan kedua : Jika hubungan itu rasanya benar, maka itu adalah benar.

Perasaan itu tidak dapat dipercaya. Jangan percaya padanya, khususnya ketika perasaan terjadi dalam masalah spiritual. Perasaan berubah hari demi hari, dan mereka dapat berbohong pada anda. Wanita yang menyandarkan diri pada perasaan untuk membuat keputusan penting akan menuju pada kekecewaan, membuat satu kesalahan setelah kesalahan lainnya. Keputusan harus dibuat dengan obyektif dan melalui doa. Dosa seksual dalam hubungan akan membuat kabut awan untuk membuat penilaian dan penaksiran yang baik.

Kebohongan ketiga : Saya dapat mengabaikan beberapa problem karakter - toh tidak ada yang sempurna.

Jika seorang pria telah menyorotkan cacat karakter, sepertinya dia seorang yang tidak bisa diajar. Kemampuan diajar adalah karakter nomor satu yang menjadi tanda siapa pasangan yang seharusnya anda cari untuk pasangan potensial anda. Saya tidak bicara tentang pergumulan pribadi atau kesalahan, namun pola kebiasaan dosa atau gangguan penyelewengan fungsi yang bisa mengendalikan kehidupan mereka dan bahwa mereka tidak terbuka dan menyesal tentang hal itu. Jika seorang pria mau diajar, dia akan rendah hati mendengarkan Tuhan dan istri masa depannya ketika membuat keputusan. Dia akan bersedia bekerja untuk pernikahan masa depannya.

Kebohongan keempat : Saya benar-benar mengenal dia setelah menghabiskan banyak waktu bicara dengannya.

Telepon dan pembicaraan hati ke hati bukanlah pengganti situasi nyata kehidupan. Dia dapat mengatakan pada anda apapun yang ingin anda dengarkan sementara bersembunyi dibalik telepon. Namun mendapati momen dirinya dengan keluarganya, atau dibalik pengemudi yang kasar, atau pada satu berada di restoran dan mendapatkan pelayanan buruk, dan kemudian anda mulai melihat jenis orang macam apa dia itu. Seorang wanita bijak akan menunggu semua ini keluar sementara mengamati responnya dalam semua kesulitan yang mungkin muncul dan situasi janggal.

Kebohongan kelima : Dia selalu mengatakan pada saya kebenaran

Jika anda berpikir bahwa kemudian anda tidak tahu tentang kebanyakan pria di dunia ini. Kebanyakan pria amat lihai ketika mengatakan pada wanita apa yang mereka (wanita) ingin dengarkan dengan maksud untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan - seks. Penekanan untuk bermain seks dari seorang pria Kristen seharusnya menjadi indikator nomor satu ketidakjujuran dengan menaruh maksud buruk dan motivasi tersembunyi.

Kebohongan keenam : Kejadian yang kebetulan adalah tanda dari Tuhan

Setan, tuan segala dusta dan peniru, sedang memasak atau meng-adon kejadian yang kebetulan untuk membuat anda melangkah di jalannya, waspadalah!. Dia (setan) tidak ingin anda menunggu yang terbaik dari Tuhan. Dia ingin membuat cacat semua pelayanan anda bagi Tuhan dengan cara membuat anda berada di keadaan menyedihkan dalam pernikahan yang hampa. Mintalah konsultasi rohani dari teman seiman secara obyektif, berdoalah dengan kuat dan tetap berfokus pada kehendak Tuhan dan bukan pada kehendak anda.

Kebohongan ketujuh : Adalah normal bagi pria untuk menekan saya untuk hubungan seks. Begitulah seorang pria.

Pria saleh hidup untuk menyenangkan Tuhan dan bukan untuk memuaskan hasrat pribadinya. Mereka menghormati wanita seperti harta karun dirinya sendiri, merawat wanita dengan kesucian mutlak seperti yang Yesus lakukan. Mereka amat peduli tentang kesucian saudari seiman daripada menjalankan sensasi cepat nikmat yang hanya sesaat. Seks sebelum pernikahan adalah dosa dan jika seorang pria menekankan hal itu, maka dia tidak peduli tentang apa yang Tuhan pikirkan dan dia tidak peduli juga tentang anda.

Kebohongan kedelapan : Ada banyak kualitas romatika pria diluar sana, persis seperti yang ada di film-film.

Wanita telah diisi penuh di pikiran (dan hati) mereka dengan gagasan Hollywood tentang pria. Dua tragedi akan dihasilkan lewat hal ini. Pertama, tidak ada pria yang dapat hidup masuk standar fiktif itu sehingga mereka secara tidak adil diperbandingkan dan dikritik. Kedua, seorang wanita di tahap awal hubungan dapat cenderung untuk mengisi informasi yang hilang tentang pria dengan imajinasi ideal sebelum dia benar-benar mengenal pria itu. Dia "mengakhiri" jatuh cintanya dengan gagasan, bukan dengan seorang pribadi. Ketika pria itu mulai menunjukkan tanda-tanda kelemahan sebagai manusia, wanita tersebut menjadi kecewa namun tetap memegang hubungan itu sambil berharap si pria yang pertama kali ia imajinasikan akan kembali hadir. Ada beberapa kualitas nyata seorang pria, namun yang pertama adalah hidup berkenan pada Tuhan. Anda perlu pertolongan Tuhan untuk menemukan pria seperti itu.

Kebohongan kesembilan : Ketika saya menemukan seorang pria dan lalu menikah, saya pada akhirnya akan merasa bahagia dan lengkap.

Jika hal itu benar, mengapa begitu banyak wanita bercerai (inikah harapan mereka)?. Mengapa bintang Hollywood mencampakkan wanita cantik demi wanita lainnya? Kebenarannya adalah, anda hanya akan merasa bahagia dan utuh ketika anda membiarkan Tuhan-lah menjadi pribadi yang anda cintai. Tidak ada pria - khususnya bukan yang terbaik yang Tuhan sediakan bagi anda - yang akan datang mendekat. Ketika kegembiraan mulai dilucuti (ini akan terjadi), anda akan merasa lebih kesepian daripada ketika anda masih single.

Dengan mengatakan pada diri kita tentang kebenaran, kita memiliki setiap peluang untuk menemukan pria terbaik yang Tuhan sediakan bagi kita. Contoh terbaik hal ini adalah sobat saya. Dia (seorang wanita) menyudahi cara-cara untuk membuat hubungan yang salah dan mulai mendengarkan Tuhan untuk menuntun kehidupan kencannya. Beberapa minggu lalu, saya menghadiri pernikahannya. Hanya sebelum dia berjalan di pelaminan, dia menutup pintu ruangan kecil yang ada dibelakang kami bertiga.

Matanya memancarkan kebahagiaan : "Kami butuh kamu berdoa untuk kami".

Itu adalah perasaan seorang pengantin yang amat menakjubkan - pilihan terbaik dari Tuhan untuk dirinya - itu menunjukkan hari-hari dimana saya berharap dia akan menjalaninya. "Ya berdoalah bagi kami. Itu hanya satu-satunya cara untuk memulai kehidupan kami secara bersama-sama. Hari-hari tidak akan menjadi benar tanpa hal itu (doa)."

Saya tidak dapat setuju yang lain selain hal itu.
Halaman :
1

Ikuti Kami