20 Desember

20 Desember

Admin Spiritual Official Writer
11964
Rejoice evermore.
- St. Paul

Tanggal 20 Desember adalah salah satu tanggal yang pasti kita lalui setiap kali kita akan tutup tahun. Bagi kebanyakan orang, tanggal tersebut barangkali hanyalah salah satu dari 365 hari dalam setahun, namun tidak bagi keluarga kami. Ada beberapa alasan tanggal tersebut menjadi sesuatu yang spesial bagi keluarga kami. Pertama, karena 20 Desember adalah ulang tahun anak pertama kami, Priscilla. Saudara dan para sahabat kami sering menjulukinya sebagai anak mukjizat. Priscilla lahir prematur pada tanggal 20 Desember 2005 dan pada usia 41 hari ia sempat menjalani operasi jantung.

Jika Anda sempat membaca buku saya berjudul The Power of Hope: Menaklukkan Ombak Kehidupan (Elex Media Komputindo) maka pada bagian awal buku tersebut saya menuliskan ungkapan hati saya:

Buku sederhana ini dipersembahkan sebagai hadiah ulang tahun yang pertama kepada putriku terkasih, Priscilla Natali Winarto. Dari engkaulah, papa dan mama pernah belajar tentang arti menakkulan ombak kehidupan. Di usia yang masih 41 hari dengan berat hanya 2,1 kilogram kami harus menyaksikkan sendiri bagaimana engkau berkat kasih karunia Tuhan berhasil menjalani operasi jantung. Tuhan akan pakai hidupmu secara luar biasa, putriku. Engkau pasti akan menjadi saksi kasih dan kemurahan hati Tuhan sepanjang hidupmu. Ombak kehidupan yang begitu besar telah berhasil engkau taklukkan di saat usiamu masih terbilang sangat sangat sangat muda. Tentu, masih ada sangat banyak ombak kehidupan lainnya di depan sana, namun papa dan mama sangat yakin bersama Tuhan, engkau pasti dapat menaklukkannya sebab Tuhan selalu turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya.Amin.

Kedua, tanggal 20 Desember menjadi sesuatu yang spesial karena menjelang hari raya Natal. Sesuatu yang harus disyukuri sebab kami boleh lebih mengenal Sang Maha Pengasih melalui kelahiran Sang Utusan-Nya.

Ketiga, tanggal 20 Desember juga menjadi istimewa karena menjelang tutup tahun. Saya dan istri biasanya mengambil waktu untuk merancang apa yang hendak kami wujudkan di tahun berikutnya lalu kami mendoakannya. Yang terpenting akhir tahun ini juga menjadi moment di mana kami biasanya merenungkan dengan penuh kerendahan hati mengenai kemurahan hati Tuhan yang telah kami terima sepanjang tahun ini dan kemudian mensyukurinya. Mulai dari hidup, kesehatan, kebahagiaan, begitu banyak orang yang mengasihi dan mendukung kami, pemulihan hubungan dengan orang tua saya (saya anak korban perceraian yang belasan tahun hidup dalam kebencian kepada kedua orang tua saya), berkat finansial, materi, dsb.

Kami juga sangat bersyukur karena Tuhan berkenan memakai hidup dan karya kami (termasuk buku-buku, artikel, seminar dan training-training saya) menjadi berkat bagi banyak orang. Setiap tahun saya menerima ribuan testimoni (baik lisan maupun lewat e-mail) yang mengungkapkan hal tersebut dan semuanya itu semakin membuat saya semakin rendah hati. Segala hormat, pujian dan kemuliaan hanya bagi nama-Mu, Tuhan. Terima kasih karena Tuhan telah berkenan memakai kami yang hina dina ini agar layak menjadi saluran berkat (rahmat) bagi hidup sesama.

Tanggal 20 Desember 2007 ini menjadi sesuatu yang sungguh spesial sebab istri saya juga sedang hamil adik Priscilla. Saat ini usia kandungannya sudah memasuki minggu kedua puluh satu. Jika Tuhan berkenan sehingga semuanya lancar, kami boleh melihat anak kedua kami nanti pada sekitar akhir April 2008 atau awal Mei 2008. Kami selalu percaya dan merasakan campur tangan Tuhan dalam hidup kami serta kami bersyukur untuk semuanya itu. Kata terima kasih saja tidak akan pernah bisa membalas semua kebaikan-Mu namun biarlah hidup dan karya kami senantiasa boleh menjadi sesuatu yang menyenangkan hati-Mu.

Tanggal 20 Desember 2007 ini Priscilla merayakan ulang tahun yang kedua. Tidak ada pesta mewah. Yang ada hanyalah adalah sebuah peringatan kecil nan sederhana oleh kami orang tuanya dan keluarga terdekat. Yang terpenting adalah mensyukuri semua hal yang telah Tuhan lakukan dalam hidup kami dan melalui hidup Priscilla kami banyak diajar Tuhan tentang kesabaran, mengasihi dengan tulus, kepasrahan, dsb.

Saya sempat merenungkan apa sesungguhnya hadiah terindah yang bisa kami (orang tuanya) berikan kepada Priscilla. Hadiah berwujud tentu tidak akan bisa bertahan lama. Kami berkomitmen memberikan kasih kami kepadanya. Kami memberikan hidup kami kepadanya yang ditandai kehadiran kami secara nyata dalam kehidupannya. Ketika ia membutuhkan kami, kami akan selalu berada di sampingnya. Kami tidak akan pernah membiarkannya berjalan sendiri.

Biarlah dari hari ke hari, ia boleh semakin merasakan ia dikasihi oleh kedua orang tuanya dan begitu banyak orang dalam hidup ini. Biarlah ia juga boleh merasakan kasih Ilahi yang juga dialirkan melalui hidup kedua orang tuanya.

St. Paul pernah menulis, "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu..."

Selamat ulang tahun yang kedua putriku, sayang. Kehadiranmu dalam hidup papa dan mama adalah salah satu hadiah terindah (the best gift) dari Sang Maha Pengasih dalam hidup kami. Doakan selalu agar papa dan mama selalu bisa menjadi papa dan mama yang terbaik bagimu sehingga kami senantiasa mampu mendidikmu dengan kasih tak bersyarat (unconditional love) dan membantumu menjadi dirimu yang terbaik sesuai tujuan Tuhan ketika Ia menciptakanmu, Nak. Amin. ***

Ikuti Kami