Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Puji Astuti

Official Writer
5119


Lima delegasi dari unsur Gereja Ortodoks Rusia berkunjung ke Indonesia baru-baru ini sebagai utusan Gereja Ortodoks untuk mempererat hubungan antaragama. Pada kunjungan ini, mereka langsung menemui Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin, Sabtu lalu.

Kelima delegasi yang hadir dalam kunjungan tersebut adalah Episkop Agung Hilarion untuk wilayah Australia dan Selandia Baru, Wakil Ketua Departemen Hubungan Gereja Luar Negeri Patriarkhat Moskow dan seluruh Rusia Episkop Mark Ygorievk, Ketua Umum serta Pendiri Gereja Ortodoks Indonesia Arkhimandrit Daniel Biyantoro, Igumen Sofroni dari Gereja Ortodok Sydney-Australia, dan Juru Baca Alexander Paramonov.

Din mengatakan kunjungan tersebut diharapkan dapat menjalin kerja sama antar umat beragama yang dipandang penting untuk membentuk "kekuatan baru" guna mewujudkan perdamaian di dunia.

Kerja sama antara umat Islam dan jemaat Ortodoks diharapkan dapat mendukung terbentuknya kekuatan itu.

"Islam dan Ortodoks perlu bekerja sama termasuk antara Indonesia dan Rusia. Kerja sama ini harus terus dilakukan," katanya, menurut Antara.

Episkop Agung Hilarion mengatakan kunjungannya ke Muhammadiyah adalah untuk mempererat hubungan antara umat beragama.

"Saya harapkan hubungan damai antara dua agama ini terus dikembangkan," katanya.

Hal serupa juga disampaikan Episkop Mark Ygorievk. Ia mengatakan umat Islam mayoritas di Indonesia, namun penganut agama lain dapat menjalankan ibadahnya tanpa tekanan.

Kesatuan

Menurut Daniel Biyantoro, kunjungan mereka untuk bertemu dengan Din Syamsuddin juga guna menegaskan kesatuan jemaat Gereja Ortodoks di luar dan di dalam Rusia.

"Kunjungan para delegasi ini fokus pada sosialisasi reunifikasi gereja Ortodoks di Rusia karena di Indonesia juga terdapat dua kelompok yang punya afiliasi berbeda," kata Daniel.

Ia menjelaskan saat revolusi Bolshevik yang terjadi di Rusia pada tahun 1917, Gereja Suci diambil alih sehingga umat Gereja Ortodoks Rusia yang berada di luar negara tersebut tidak dapat masuk kembali.

Revolusi menyebabkan kaum Gereja Ortodoks terbelah menjadi dua yaitu kelompok yang bertahan berjuang di dalam Rusia untuk melawan tirani pemerintah dan kelompok kedua adalah jemaat Gereja Ortodoks yang berjuang di luar Rusia.

Pada 1920, ujarnya, kelompok di luar Rusia mendirikan Russian Orthodox Church Outside of Russia (Rocor) di Serbia.

"Hubungan antara Rocor dan Gereja di Rusia menjadi tegang," katanya, sambil menambahkan telah ada upaya untuk menghilangkan kesalahpahaman yang terjadi dan melakukan reunifikasi pada Maret 2007 di Rusia.

Setelah berkunjung ke Muhammadiyah, kata Daniel, delegasi juga akan berkunjung ke Solo dan Bali.

Sumber : Kabar Indonesia


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Alfan Septian 24 February 2020 - 14:33:04

Rido menabung di bank pada 3 bulan dengan nominal .. more..

0 Answer

novinus tarigan 23 February 2020 - 18:56:55

Saya sering merasa kuatir akan masa depan dan terk.. more..

0 Answer

Tresia 23 February 2020 - 10:00:21

Shalom.. saya ingin menanyakan info rehab Kristen .. more..

0 Answer


Erwin Elwuar 14 February 2020 - 02:41:47
Shaloom.... Sahabat Jawaban.com bersama semua saha... more..

sutan samosir 5 February 2020 - 05:41:05
Mohon bantuan dukungan doanya untuk saya hari seni... more..

Robs Teng 26 January 2020 - 21:15:09
Terima kasih Tuhan Yesus atas segala penyertaanMu ... more..

[email protected] 22 January 2020 - 18:35:12
Saya sedang ada masalah financial, mohon bantu did... more..

Banner Mitra Februari 2020 (3)


7262

Banner Mitra Februari 2020 (3)