Monas Menjadi Pusat Tahun Baru di Jakarta

Nasional / 27 December 2007

Kalangan Sendiri

Monas Menjadi Pusat Tahun Baru di Jakarta

Puji Astuti Official Writer
6407

Perayaan pergantian tahun baru di Jakarta bakal dipusatkan di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Untuk menghindari kerawanan, Polrestro Jakarta Pusat berencana melakukan penutupan sejumlah ruas jalan di seputaran Monas. Praktis, kawasan tersebut dikhususkan bagi pejalan kaki yang ingin merayakan tahun baru.

Sejumlah jalan yang rencananya bakal dilarang dilewati kendaraan adalah Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Medan Merdeka Selatan dan Jalan Medan Merdeka Barat. "Penutupan akan dilakukan sejak pukul 17.00 pada 31 Desember," terang Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Winarko. Dia menambahkan, selama tahun baru, kawasan Monas hanya diperuntukkan untuk pejalan kaki.

Teknisnya, sterilisasi akan dilakukan tepat mulai pukul 17.00 WIB. Mulai jam itu, di seluruh pintu masuk Silang Monas akan disekat penjagaan petugas. Semua pengunjung yang masuk juga akan diperiksa. Sementara arus kendaraan yang melewati Jalan Merdeka Barat mulai Patung Kuda hingga Istana dipastikan akan dialihkan.

Muhayat, Ketua Penyelenggara Perayaan Tahun Baru 2008 di Jakarta menyatakan, perayaan pergantian tahun memang dipusatkan di Silang Monas. Birokrat yang juga Walikota Jakarta Pusat ini menyebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk pengamanan di kawasan Monas. Apalagi, hingga saat ini, keamanan Jakarta masih menjadi barometer keamanan nasional.

Menurut Muhayat, selain kawasan silang Monas, perayaan tahun baru juga dilakukan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Bundaran HI serta Ancol.

Untuk pengamanan Monas, Polrestro Jakarta Pusat sudah mendirikan 20 tenda posko siaga. Posko ini antara lain di depan Istana Negara, Tugu Tani, perempatan Coca Cola Cempaka Putih dan Salemba. "Di semua titik masuk ke Jakarta Pusat, kami dirikan posko," tambah Wakapolres AKBP Herri Wibowo. Selain itu, Polrestro juga menyiapkan petugas kesehatan dan empat mobil ambulan di kawasan Monas.

Kapolres Heru Winarko memperkirakan, massa akan memenuhi kawasan seluas 90 hektar tersebut. "Terpusatnya massa di Monas sudah tentu akan membuat tindak kejahatan semakin terbuka," kata perwira dengan berpangkat dua melati itu. Selain itu, tambahnya, Monas juga dekat dengan berbagai objek vital seperti Istana Negara, beberapa departemen, dan kedutaan besar asing semakin menambah kesiagaan aparat. Polrestro Jakarta Pusat sendiri akan mengerahkan 2000 personelnya. "Kami juga akan dibantu Brimob dan Polda," tegasnya.

Mantan Kapolres Bojonegoro itu mengimbau warga yang hendak ke Monas pada malam tahun baru untuk tertib. "Jangan membawa barang-barang terlarang, seperti senjata tajam, narkoba, miras, atau petasan. Akan kita tindak tegas," ancamnya.

Lantas bagaimana dengan penempatan parkir kendaraan? Menurut rencana, untuk mengantisipasi ledakan jumlah kendaraan yang parkir, DLLAJR akan memanfaatkan areal parkir Masjid Istiqlal dan areal parkir kantor-kantor departemen di sekitar Monas. "Itu gambarannya, mengenai teknisnya akan kami bicarakan dalam rapat besok (27/12)," ujar Kapolres.

Sesuai agenda acara, perayaan tahun baru di Monas memang berpotensi diserbu warga Jakarta. Maklum saja di lokasi tersebut akan digelar pentas musik menghadirkan grup musik Ungu dan Utopia. Selain itu, warga Jakarta disuguhkan atraksi kembang api spektakuler.

Sumber : Jawa pos/VM
Halaman :
1

Ikuti Kami