Mengontrol Kemarahan

Mengontrol Kemarahan

Admin Spiritual Official Writer
      7911
Efesus 4:26-27
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

Dengan kecepatan tinggi saya melajukan motor, meliuk-liuk dan menyusup di antara mobil-mobil yang melaju di jalan raya. Pagi itu saya memang bangun terlambat karena menyiapkan presentasi sampai larut malam. Yang ada di pikiran saya saat itu hanyalah sampai di kantor secepat mungkin. Saya tidak ingin kehilangan waktu untuk mempresentasikan proyek yang bisa membuat saya mendapatkan promosi kenaikan jabatan.

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti mendadak di depan. Saya terhenyak dari lamunan. Motor jadi oleng dan hampir kehilangan keseimbangan. Ternyata di depan ada kecelakaan, tabrakan motor dengan minibus. Hati saya menjerit, "Jangan lakukan ini padaku! Aku harus tiba di kantor secepatnya!". Hati menjadi gelisah dan amarah mulai meradang. Untung saja kondisi itu dapat segera diatasi dan saya bisa presentasi di kantor.

Pernahkah Anda berada dalam kondisi di atas? Ketika lingkungan dan mungkin juga rekan kerja tidak mendukung saat kita sedang terburu-buru? Ketika semua keadaan terasa menyebalkan dan menghambat? Ketika keluarga sendiri tidak mendukung sementara kita justru membutuhkannya? Masih bisakah kita tetap tenang dan menguasai diri untuk tidak marah dengan meledak-ledak sehingga merusak segalanya? Hari ini kita diingatkan untuk mengendalikan amarah agar iblis tidak memakai kesempatan untuk menjatuhkan kita. Kadang kala kondisi yang ada, rekan bahkan keluarga kita sendiri tidak seperti yang kita harapkan. Namun itu bukanlah alasan untuk menjadi marah. Kalaupun marah, ingatlah jangan beri kesempatan kepada iblis.

Kuasai emosi Anda, agar iblis tidak berkuasa atas Anda!

Ikuti Kami