Teganya Dia Membohongiku

Teganya Dia Membohongiku

prisca Official Writer
6300

Pada suatu sore setelah 6 bulan pernikahan kami

Saya mendapatkan tagihan kartu kredit suami saya di atas meja dapur. Saya mengintipnya dan melihat ada tagihan sebesar $55 daritoko peralatan golf. Sepertinya $55 tidaklah banyak, tapi kami berdua setuju untuk mendiskusikan bersama pengeluaran di atas $5o. Saya tidak percaya Russel menyembunyikan sesuatu dari saya.

Saya dengan segera mencari dia. " Apaan ini?" Saya bertanya sambil menunjukkan surat tagihannya.

"Bukannya kita setuju untuk mendiskusikan pembelian barang yang mahal?"

 "Ya, itu memang sebuiah kesalahan, " akunya. "Setelah aku membelinya, aku merasa bersalah. Aku sudah mengembalikannya, laporannya pasti akan datang bulan depan. "

Sampai tagihannya di bulan berikutnya tidak menunjukkan dia mengembalikan alat golfnya.

Walau Russel meyakinkan saya dia telah memperbaiki semuanya, saya ada perasaan dia tidak jujur. Pencarian saya di garasi menghasilkan penemuan alat golfnya yang baru yang dia simpan di tas golf. Jika dia tidak mengatakan pada saya mengenai hal ini, enatah hal lain apa lagi yang dia sembunyikan. Saya bertanya-tanya. Saya mulai menerka-nerka rahasia apalagi yang Russel simpan, dan saya bertanya-tanya apakah saya benar-benar mengenalnya. Tiba-tiba suami saya yang sempurna sirna hanya karena pengkhianatan ini.

Saya terlalu kesal untuk berbicara pada Russel pada awalnya, saya hanya bisa menangis. Jadi sore itu saya mencurahkan segala rasa sakit saya kepada Tuhan.

"Mengapa Russel menyakitiku seperti ini?". Tuhan menjawab hal yang tidak saya sangka.

Beberapa bulan sebelum kejadian alat golf itu, saya ke sebuah toko untuk menukar hadiah yang saya terima dari teman. Karena hutang kami, Russel dan saya setuju untuk mengencangkan anggaran. Tetapi bukannya hanya menukar dengan satu barang, saya mendapat dua: piring kue berwarna putih dan toples kue yang bagus.

Kenapa tidak bayar lebih dan mendapatkan dua barang? Pikirku.

Hal itu akan menyimpang dari anggaran kami, suara hatiku menjawab.

Saya memutuskan karena saya yang mengerjakan pembukuan, suami saya tidak akan pernah tahu mengenai pembelian ekstra ini. Lagipula, harganya hanya $ 6.50, jauh di bawah batas $ 50 kami. Saya baw pulang toples tersebut dan menyembunyikannya di dalam lemari. Kemudian dengan bangganya saya pajang piring kuenya.

Beberapa minggu kemudian saya keluarkan toples tersenut dan memasukkan kue-kue kering ke dalamnya. Russel masuk ke dapur dan bertanya dengan santai, " itu baru,ya?" Saya tatap matanya, tersenyum, dan menjawab, "Ngga, kok."

Benar-benar suatu kebohongan besar harnya untuk sebuah toples seharga enam dolar dan lima puluh sen!

Sekarang, duduk di kamar saya, berdoa mengenai kebohongan Russel dan diingatkan akan kebohongan sendiri, saya merasa malu dan menyesal. Saya  tahu apa yang harus saya lakukan.

Saya cari Russel dan mengakui ketidakjujuranku. Walau rasanya susah mencari kata-kata, saya merasa kelegaan yang sangat dalam.

Lalu dia luluh dan mengakui yang sebenarnya mengenai peralatan golfnya. Dia menjelaskan bahwa saat saya mengkonfrontasinya, dia menjadi takut dan tidak yakin pada rekasi saya. Pada saat itu rasanya lebih mudah kalau berbohong dan berharap situasi akan berlansung tanpa disadari. Keterbukaan saya mengenai kebohongan saya membuatnya cukup nyaman untuk memberitahukan kebohongannya.

Kebohongan kecil mungkin kecil dan tidak ada artinya, tapi hal itu menggerogoti inti dari rasa percaya kami. Kami semakin intim sejak hari itu sejak kami meminta dan menerima pengampunan. Kami berjanji tidak akan menyembunyikan dari pasangan kami bahkan apabila itu merupakan hal-hal yang kecil dan tidak penting.

Sekarang klami mencoba menjaga atmosfir dimana kami dapat mengakui kesalahan kami dan tidak menjadi takut akan reaksi pasangan. Dan kami juga benar-benar mau terbuka bahkan untuk urusan-urusan yang remeh. Sewakty saya menerima telepon dari temen kerja di tempat yang dulu, dengan segera saya menceritakannya pada Russel. Kejujuran seperti itu membuka saluran komunikasi di antara kami.

Sementara terkadang kami tetap tergoda untuk menyembunyikan sesuatu, toples kue dan alat golf mengingat kami akan kejadian yang tidak lagi ingin kami alami. Kami belajar bahwa kejujuran benar-benar kebijakan yang paling baik. Walau prosesnya tidak selalu mudah dan enak, hasil akhirnya lebih dari memuaskan

Halaman :
1

Ikuti Kami