Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

prisca

Official Writer
4399


Sekarang-sekarang ini, banyak orang lari dari hubungan yang mereka miliki karena, " perasaan istimewa itu sudah tidak ada lagi". Ada suatu kepercayaan yang ditanam oleh Hollywood dan generasi kita, bahwa cinta dan romance harus terjadi seperti di novel-novel percintaan. Tapi secara alamiah, hormonnya yang tinggi akan menurun, pipi yang bersemu-semu akan jarang terjadi. Pada titik ini, romans menjadi suatu pilihan, bukan lagi hal yang pasti terjadi.

Roman itu, seperti cinta, bisa merupakan kata kerja atau kata benda. Bisa merupakan sesuatu yang anda MILIKI atau sesuatu yang anda LAKUKAN. Dan akui saja, banyak dari kita ingin menikmati puncak gunung, tapi tidak semua mau bersusah-susak untuk mencapai puncak. Tetapi percintaan atau roman dalam pernikahan adalah sesuatu yang sangat diinginkan dan dipandang sebagai sesuatu yang layak diperjuangkan. Sementara Tuhan mensyaratkan pernikahan seumur hidup, Dia tidak pernah bermaksud pernikahan itu datar dan merupakan "hukuman seumur hidup". Jadi berikut adalah beberapa point bagaimana menjaga romanace tetap hidup dalam pernikahan anda. ( Mohon di catat karena saya perempuan, maka saya menulis mengenai laki-laki. Jika anda laki-laki, saya minta maaf dan silahkan melihatnya dari sudut pandang anda

Point 1: Percintaan dimulai dengan " Aku Cinta Kamu"

Kehidupan sehari-hari penuh dengan hal-hal yang dapat merusak romansa anda dengan pasangan. Permasalahan karir, anak-anak, cicilan rumah, tagihan-tagihan, kewajiban sosial, dan lainnya. Supaya kemesraan terus berkembang, kita perlu secara terbuka menghargai satu sama lain. Bagian dari menunjukkan penghargaan adalah dengan melakukan tindakan yang menunjukkan perhatian: mencuci piring atau secangkir kopi layak diberikan rasa terima kasih. Kita harus mengingatkan diri kita sendiri "Aku mencintai dia karena..." SETIAP HARI dan tunjukkan. Setiap ciuman, setiap pelukan, setiap kelemahlembutan mengungkapan rasa cinta anda, adalah merupakan investasi pada kemesraan anda dengan pasangan. Pupuk terus kemesraan anda dengan kata-kata cinta, penghargaan dan hasrat. Buat dia merasa istimewa. Dia memang istimewa!

Point 2: Temukan inti dari kemesraan

Pada saat anda masih pengantin baru, semua yang dia katakan menarik untuk anda. Anda bisa minum secangkir kopi sampai restorannya tutup dan anda masih mempunya banyak hal untuk diperbincangkan. Sekarang anda berbicara mengenai anak-anak, atau tagihan, atau anjing, atau tetangga, dan bingung bagaimana anda akan tetap waras pada saat dia pensiun.

Untuk membakar api asmara, ambil waktu untuk jalan-jalan berdua, minum kopi atau makan dan berbincang-bincang mengenai hal-hal yang memiliki arti. Bicarakan mengenai kenangan masa kecil, impian-impian anda, visi dan cita-cita (yang telah lalu dan yang sekarang). Hei, bicarakan mengenai apa yang ada dalam berita, atau literatur atau filosofi; pokoknya jangan mengenai rumah tangga dan anak-anak! BELAJARLAH mengenai satu sama lain sekali lagi. Anda akan menemukan bahwa anda mendapatkan apresiasi yang sama sekali baru mengenai orang ini yang telah anda kenal selama bertahun-tahun.

Point 3: Berilah, maka anda akan diberi!

Perhatikan, ini bukan memberi supaya anda mendapatkan. Memberilah kepada suami anda, dengan murah hati, dengan bebasnya, tanpa ada tekanan atau batasan, hal-hal yang akan menyenangkan hatinya. Ini adalah hal-hal yang kita lakukan pada saat-saat terindah dalam hubungan cinta kita. Semua toko yang ktia lewati nampaknya menjual barang-barang kecil yang bisa menyenangkan hati orang yang kita sayang. JANGAN pergi keluar dan membeli alat pertukangan seharga ratusan ribu rupiah!!! Tapi belilah hadiah-hadiah kecil, sering. Coklat kesukaannya pada saat anda belanja, mata pancing baru untuk alat pancingnya, hal-hal kecil yang murah tapi mengatakan banyak hal." Ini, sayang. Aku membelikannya untukmu hari ini. Aku harap kamu menyukainya. Aku cinta kamu."

Ada hal lain yang anda juga bisa lakukan. Memasak makanan favoritnya selalu merupakan tindakan yang bagus. Dan jangan lupa untuk selalu dengan manis dan penug kasih sayang menerima setiap hadiah atau tindakan melayani yang dia tawarkan pada anda. Hal-hal yang manis dan murah hati merupakan bahan bakar untuk kemesraan kita bersama pasangang sementara dingin, kurangnya rasa terima kasih dan perilaku negatif lainnya akan mematikan api kemesraan anda.

 

Point 4: " Kembalikan rasa cinta itu"

Romance adalah mengenai perasaan: Puisi romantis mengeksplor perasaan dan pengalaman-pengalaman yang berhubungan dengan panca indera. Romance adalah mengenai menyegarkan kembali indera-indera perasa. Menikmati wangi aftershavenya, rasa tangannya, bunyi dari suaranya. Dan katakan demikian! " Sayang, aku benar-benar suka wangi parfum kamu!" Ambil waktu menikmati sunsets dan cahanya bintang. Ambil waktu untuk merasakan momen-momen itu. Berbagilah dan hargailah waktu-waktu tersebut.

Romance dapat menyusut atau tetap tinggal di hati kita. Menimbun api asmara anda adalah investasi pada hubungan yang paling penting dalam hidup anda dan merupakan api yang akan membuat anda tetap hangat seumur hidup apabila dirawat dengan baik. So let it burn,baby!

Sumber : Melanie Page, www.momsoffaith.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Devi Panjaitan 22 August 2019 - 09:46:21

Saya sedang dilema dgn bbrpa pilihan. Pertama sy s.. more..

0 Answer

agung setiawan 21 August 2019 - 14:27:12

Sebuah mesin yang bekerja menurut daur carnot men.. more..

0 Answer

George 21 August 2019 - 06:36:40

Puasa daniel yang benar

0 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 3


7275

Banner Mitra Agustus Week 3