Larry, Pegolf Bertangan Palsu

Larry, Pegolf Bertangan Palsu

Admin Spiritual Official Writer
6743

Ada banyak tantangan yang akan dihadapi seseorang untuk mencapai keberhasilan. Namun tantangan atau penghalang yang terbesar untuk mencapai sebuah keberhasilan adalah diri kita sendiri, dan  terutama itu berasal dari pikiran kita. Rasa putus asa, pesimis, atau sebaliknya optimisme yang besar itu berasal dari setiap pikiran seseorang. Kalau seseorang berpikir ‘tidak mungkin', maka ia tidak akan bertindak apa-apa, namun kalau ia berpikir bahwa itu sesuatu yang ‘mungkin' untuk dilakukan, maka ia mulai  untuk bertindak.

Larry bertumbuh sebagai seorang remaja yang sangat berprestasi dalam olahraga golf di Amerika. Pada usia remaja ia masuk peringkat enam belas besar pegolf muda di Amerika. Namun suatu kali ia mengalami kecelakaan. Ia mengalami cedera yang cukup parah. Namun yang paling menyedihkan adalah tangan kirinya harus diamputasi tepat di bawah siku.

Larry belum pernah mendengar ada pegolf yang bertangan satu, namun juga ia tidak tahu bahwa itu tidak bisa dilakukan. Saat Larry mulai mengayunkan stik golf di pusat rehabilitasi, ibunya dan seorang psikolog mencari seseorang yang dapat merancang tangan palsu untuknya. Setelah beberapa bulan berlatih dengan tangan barunya, ternyata Larry memukul bola lebih dari 200 yard jauhnya, dan ia tahu bahwa ia telah kembali menjadi seorang pemain golf. Ia bergabung kembali dengan timnas SMU-nya dan mengumpulkan nilai jauh lebih baik dari sebelumnya. Dan kini ia kuliah dengan beasiswa dari keberhasilannya sebagai pemain golf.

Apa yang dialami oleh Larry sangat luar biasa. Ia mengalahkan segala keputus-asaannya dengan pikiran yang optimis. Saudara, ada banyak tantangan yang kita hadapi dalam kehidupan ini, namun mulailah dengan kemenangan di dalam setiap pikiran kita.  Rahasia keberhasilan Daud dapat kita lihat dari Mazmur pasal 1 yang mengatakan "Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah taurat Tuhan dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya dan yang tidak layu daunnya; Apa saja yang diperbuatnya berhasil."

Karena itu peliharalah pikiran kita sesuai dengan firman Tuhan. Amsal 13:13 berkata "Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan (reward/upah)". Tuhan memberkati.

Halaman :
1

Ikuti Kami