Dirgahayu RI ke 62, Sebuah Refleksi

Dirgahayu RI ke 62, Sebuah Refleksi

Puji Astuti Official Writer
5008
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa masalah kedaulatan dan keutuhan negara merupakan kepentingan nasional yang tidak dapat dikompromikan.

"Upaya untuk menegakkan kedaulatan dan keutuhan negara, kita laksanakan dengan berbagai cara," kata Presiden saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dan Keterangan Pemerintah Atas RAPBN Tahun 2008 beserta Nota Keuangannya dalam rapat paripurna DPR di Jakarta, Kamis.

Dijelaskan Kepala Negara bahwa upaya untuk menegakkan kedaulatan dan keutuhan negara dilaksanakan mulai dari pendekatan yang paling lunak hingga paling keras.

Dari pengalaman sejarah bangsa
Indonesia dalam menangani permasalahan ancaman kedaulatan tersebut, kata Presiden, beragam cara dan pendekatan telah dilakukan.

Namun di era demokrasi dan reformasi sekarang ini, sejauh mungkin pemerintah menggunakan cara-cara yang damai dan persuasif yang mengedepankan pendekatan keadilan dan kesejahteraan.

Pada usia Indonesia yang ke 62 ini, kemerdekaan yang diraih belum dapat mengapresiasi keinginan seluruh rakyat Indonesia. Jika kita menengok kebelakang, pada perjuangan para pendiri bangsa kita. Kesulitan dan penjajahan yang menekan bangsa Indonesia waktu itu, mempersatukan keragaman budaya, bahasa, agama dan cara pandang. Nasionalisme bagitu membahana, menjelang hari-hari diraihnya kemerdekaan bangsa Indonesia.

Saat ini, merah putih berkibar dimana-mana. Namun terdengar ketidakpuasan dari berbagai sudut kepulauan Indonesia. Bencana, masalah kemiskinan, mahalnya pendidikan dan himpitan kesulitan untuk memperoleh penghidupan yang layak dapat dengan mudah pula kita jumpai.

Untuk itu, nasionalisme dalam memperingati 62 tahun kemerdekaan Indonesia bukan hanya upacara bendera atau meriahnya acara perlombaan. Nasionalisme adalah memerdekakan bangsa ini dari kebodohan, kemiskinan dan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bersatu, adil dan makmur. Ini adalah perjuangan kita sebagai penerus bangsa ini. Semoga makna kemerdekaan yang sesungguhnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, dan bukan hanya segelintir orang yang mengatas namakan rakyat Indonesia.(VM)

Sumber : Antara
Halaman :
1

Ikuti Kami