Bukan Dengan Kuatku

Bukan Dengan Kuatku

evrianty Official Writer
5598

Sumber Kesaksian : Robert Hasibuan 

Dalam setiap tingkah laku dan tindakannya Robert Hasibuan kerap menggunakan kemampuan dan kepandaian otaknya.

Saya selalu mengatakan "saya pandai, saya bisa", segalanya bisa saya lakukan. Otak inilah yang selalu saya pakai. Saya paling sering dulunya mengeluarkan omongan-omongan yang bertentangan dengan kemauan Tuhan. Saya sering katakan pada para mahasiswa : "kamu bego, kamu bodoh, otakmu kamu taruh dimana?".

Robert yang spesialis THT ini selalu menghabiskan waktunya dengan membaca dan belajar. Namun justru sesuatu yang buruk terjadi terhadap kesehatan tubuhnya.

Di satu saat pinggang saya kok rasanya tidak enak. Kencing saya juga rasanya kok panas. Setelah saya periksa secara lengkap ternyata saya mengalami ginjal yang terinfeksi. Kemudian saya berdebat dengan Tuhan : "Tuhan kenapa Kau buat saya seperti ini sehingga ginjal saya sampai mau dibuang?."

Dalam keadaan seperti ini Robert teringat ketika ia mendoakan seorang temannya yang menderita tumor kandungan. Dalam doanya yang sederhana itu, temannya mengalami kesembuhan. Apa yang diperbuatnya hingga menyebabkan temannya sembuh, membuat Robert tidak menerima dengan keadaan yang dialaminya kini.

Jadi waktu itu saya mengatakan bahwa Tuhan itu tidak adil. Pokoknya saya ngomong yang tidak benar tentang Tuhan dalam hati sambil saya menangis. Tapi saya kemudian sadar bahwa saya telah salah. Kemudian saya minta ampun sambil katakan : "Tuhan, saya mohon ampun karena saya sudah ngomong kasar tentang Tuhan."

Setelah Robert mengakui kesalahan dirinya, ada suatu jamahan Tuhan terjadi dalam dirinya. Sebuah mujizat terjadi dalam hidupnya. Ia sangat terkejut saat rekan sesama dokternya mengatakan hal ajaib tentang keadaan ginjalnya : "Batu yang tadinya ada sekarang sudah tidak ada lagi."

Robert seakan tidak percaya akan penyataan rekan sesama dokternya.
"Dokter, tidak salahnya analisanya?". Perasaan saya benar-benar gembira, dan benar ada kuasa Tuhan yang terjadi dalam hidup saya. Memang benar bahwa Tuhan itu benar-benar penuh kasih.

Semenjak itu Robert Hasibuan mengalami pembaharuan hidup yang dari Tuhan. Bahkan para mahasiswa dan rekan-rekannya melihat transformasi itu dalam hidup seorang Robert Hasibuan.

Andy, seorang mahasiswanya menyaksikan perubahan itu.
Memang ada perubahan yang besar dalam hidup dokter Robert, kalau dulu ia sering marah besar tiba-tiba berkurang marahnya. Dokter Robert itu orangnya kooperatif dengan mahasiswa. Ia sering berdiskusi dengan mahasiswa bukan hanya soal pelajaran, tapi masalah-masalah yang lain juga.

Kita ini hanya sebagai alat untuk menjalankan tugas. Saya sebagai dokter juga hanya sebagai alat saja. Saya menjadi sadar bahwa bukan otak yang nomor satu, tapi Tuhan dalam hidup ini.

Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam. (Zakaria 4:6)
Halaman :
1

Ikuti Kami