Waspadai rayuan Si Kecil

Waspadai rayuan Si Kecil

Fifi Official Writer
2754
"Kue buatan mama enak, Mama memang jago masak! Aku boleh nyicipin nggak?" Kata-kata anak seperti itu pasti terdengar menyenangkan. Selain menandakan bahwa si kecil pandai bicara, dia juga sudah bisa merayu! Namun jangan sampai keterusan, dampak keterampilan ini berbahaya bagi masa depannya. Mengapa?

Orang Tua Mengajarkan

Selain tertawa, reaksi lain yang kerap muncul saat si kecil merayu, adalah pertanyaan dari siapa ia mempelajari keterampilan itu? Pada usia balita, seorang anak bisa berbuat banyak hal hanya karena ia meniru. Contoh yang ditiru anak bisa berasal dari lingkungannya, atau setelah menonton televisi. Misalnya saja ketika ia ingin meminta permen pada tantenya, orang tua akan berkata "Bilang dulu kalau tante cantik, pasti kamu dikasih permennya." Jelaslah, bahwa tanpa kita sadari si kecil telah diberi pelajaran merayu.

Apa saja dampak negatif dari rayuan si kecil?

  • Berkata tidak jujur
Meskipun membuat Anda tersenyum ketika mendengar rayuan si kecil tetapi sebenarnya gaya merayu seperti itu tidak bermanfaat. Anak juga terbiasa mengeluarkan jurus rayuan gombal yang tidak bermanfaat bagi masa depannya.

  • Memicu Keinginan Untuk Tidak Berusaha Maksimal
Dampak buruknya adalah anak seperti diajarkan untuk tidak berusaha jika ia menginginkan sesuatu. Anak akan berpikir "Ah gampang, tinggal dirayu saja nanti juga diberi"

  • Tidak Tulus
Kata-kata yang ada dalam rayuan pada dasarnya adalah kata pujian tetapi karena si kecil bermaksud merayu maka ia tidak mengungkapkan pujian dengan tulus. Padahal seharusnya pujian yang diberikan pada seseorang dilakukan dengan tulus.

Adalah tugas orang tua sebagai tokoh sentral untuk mengajarkan anak memuji, cukup dengan contoh kongkret melalui gaya hidup sehari-hari. Mulailah "berinvestasi" dalam karakter anak anda sejak dini.

Ikuti Kami