Bagaimana Aku Bisa Bertahan Tanpamu?

Marriage / 14 December 2005

Kalangan Sendiri

Bagaimana Aku Bisa Bertahan Tanpamu?

Fifi Official Writer
5174
Apakah kamu - Steve - bersedia mengambil wanita ini? Dan kamu - Julie - bersedia mengambil pria ini? Untuk menjadi pasanganmu yang sah secara hukum, untuk memiliki dan menjaga dalam keadaan baik atau buruk, dalam keadaan sakit atau sehat, dan terus menerus mengingatkan dan menasehati dalam segala hal, mengikuti petunjuk langkah demi langkah di segala arah selama kalian berdua hidup?

Sesuatu terdengar begitu mencurigakan tentang janji pernikahan ini dalam gambaran hari pernikahan yang sempurna, namun tanpa keragu-raguan dengan naïf kita saling melihat satu sama lain, sambil tersenyum mengatakan : "Saya bersedia". Setelah semuanya, kita tahu tanpa suatu kesangsian bahwa Tuhan telah membawa kita secara bersama-sama untuk pernikahan, dan kita tidak dapat menunggu untuk memulai kehidupan bersama. Beberapa rintangan, kita dengan yakin, dapat diselesaikan dengan pertolongan Tuhan.

Bagaimana Saya Bisa "Mengatur" Tanpa Engkau?

Tidak begitu lama setelah pernikahan, bagaimanapun, hambatan yang pertama itu muncul. Mengayuh sepeda sepanjang pegunungan dengan latar belakang kota Wyoming dimana kami tinggal setelah pernikahan, kami begitu menikmati pengalaman musim panas dari sepeda kami. Pohon Aspen yang berdaun keemasan meninggalkan desau diterpa angin sore yang sepoi-sepoi, ketika lusinan rusa elk dengan puas menyantap rerumputan di dekat padang gandum. Hari seperti itu adalah kesukaan yang sempurna bagi pasangan dan sahabat baru saya untuk seumur hidup. Pikiran pujaan saya berpusat pada kehidupan bahagia selamanya bersama pangeran saya yang baru. Saya dapat katakan bahwa dia adalah pria romantis yang hadir dalam mimpi saya dan dalam beberapa kejadian dia mungkin ingin untuk menarik saya dan memberi saya kecupan dadakan. Bibir saya terlipat mengantisipasi ketika ia mulai berbicara.

"Kamu perlu menurunkan gigi sepeda."

"Apa?", saya mendekatkan ke sepedanya, tidak yakin dengan apa yang saya dengar.

"Gir sepeda kamu...", dia terengah-engah. "Gir sepeda kamu terlalu tinggi untuk daerah bukit seperti ini. Turunkan sekitar satu pasang".

Kejengkelan muncul. Pikiran Cinderella yang bahagia selama dua menit segera digantikan posisinya oleh saudari tiri yang jahat, itu ada disini saat ini. Bukan hanya dia merampas kesempatan romantis yang sempurna, dia juga mencerca kemampuan saya. Masalah komunikasi pertama dalam pernikahan kami ini dibuntuti dengan jawaban dari kepala saya yang panas. Kami tidak berbicara satu sama lain selama kami beristirahat.

Belakangan malam itu, setelah sebuah kecupan dan membuat satu sesi lengkap dengan kata "saya menyesal" dan "saya mencintaimu", suami saya yang lembut hati masuk ke dapur untuk mendemonstrasikan penyesalan hatinya. Bersiul lagu yang gembira, dia mulai membersihkan sisa makan malam. Dia mencuci perabotan, mengelap meja dan baru saja selesai ketika saya datang ke dapur itu.

"Oh tidak! Sayang, bukan begitu harusnya. Piring itu harus ada di rak ini, tempat saus di sebelah sini. Cangkir dan gelas harus ditempatkan disini. Dan lihat - kamu harus mengembalikan alat-alat makan kesini atau hasilnya tidak akan bersih. Oh, apakah kamu ingat untuk menyemprot spons yang kamu pakai dengan cairan anti bakteri...?".

Kala saya mengamati wajah tak senang dari suami saya, kebenaran berdiri antara kami seperti cermin dengan dua sisi. "Sampai selama-lamanya" memerlukan dukungan dua manajer dibawah satu atap yang sama - dua orang yang terus menerus mencoba mengelola sikap, proyek dan perilakunya masing-masing.

Dibawah Manajemen Yang Baru

Dalam kasus dimana anda berpikir : "Apakah Mikro Manager itu?" atau "Hei nak, saya senang saya bukan Mikro Manajer", atau "saya harap pasangan saya membaca hal ini,".... Ambillah kuis untuk melihat apakah anda masuk dalam kualifikasi Mikro Manager namun tidak menyadarinya, lebih berpikir bahwa diri anda sebagai orang yang detail atau seksama.

Suami dan saya keduanya masuk dalam kategori orang "yang membutuhkan pertolongan professional".Ini dapat menciptakan konflik yang menarik di sekitar rumah. Bukan hal yang jarang untuk mendengar kalimat seperti : Saya tidak percaya saya bisa bertahan dalam dunia ini selama 30 tahun tanpa dirimu... Bagaimana mungkin saya bisa mendapatkan SIM saya?.... Kamu rupanya berpikir buku Computers for Dummies ditulis dengan pikiran saya... Dan saya pikir memencet pasta gigi dengan benar adalah sesuatu yang setiap orang dapat lakukan... Mengganti kertas toilet adalah tugas sederhana ketika saya masih single. Lain waktu kami ketempat umum, mengingatkan saya untuk tidak berbicara seperti itu hingga saya tidak akan mengatakan hal yang salah.

Meskipun suami saya dan saya telah menurunkan volume banyak kecenderungan untuk memegang kendali melalui doa dan menahan diri yang cukup membuat menderita, kami mencatat amat sulit sama sekali untuk membuang jejak kebiasaan sebagai mikro manager yang telah menjadi penyakit. Ini karena kami sebagai mikro manager benar-benar percaya bahwa sikap dan perilaku kami, sebagian besar tentunya, adalah dibutuhkan dan benar. Sayangnya, kebenaran dari tipe perilaku ini tidak memberi contoh kelembutan atau kasih dari Tuhan, dan tidak menghasilkan kehidupan yang dipimpin Roh Tuhan.

Pada situasi mikro manager, pekerjaan dan orang-orang adalah benar-benar hanya berarti suatu kendali. Semakin banyak kecenderungan ucapan kendali anda, semakin banyak kemungkinan anda memiliki masalah bertoleransi (atau hidup berdamai dengan) orang lain. Ini adalah beberapa nasehat praktis untuk mendapatkan kendali kebiasaan anda yang seimbang untuk meningkatkan keintiman pernikahan :

1. Langkah pertama adalah selalu mengakui bahwa anda memiliki masalah. Pasangan anda telah tahu tentang hal itu dan akan membebaskan bahwa anda menyadari hal itu. Bicara pada pasangan tentang hasrat hati anda untuk mengubah hal itu hingga dia dapat mendukung anda melakukan sesuatu tentang perilaku anda.

2. Berlatih mempercayai. Mulai bertanya untuk pertolongan dalam tugas-tugas kecil dan kemudian bekerja untuk lebih banyak kepentingan lainnya. Tunjukkan kepercayaan diri dalam diri pasangan untuk bisa menolong anda keluar dari masalah dan biarkan dia tahu bahwa anda percaya pada mereka.

3. Hindari mengamati langsung. Ketika meminta pasangan anda untuk menyelesaikan satu tugas bagi anda, adalah lebih mudah jika anda meninggalkan ruangan. Kemudian anda tidak akan tergoda untuk menyaksikan pekerjaannya atau untuk mengkritik pekerjaannya.

4. Rencanakan kedepan untuk satu tugas yang kurang baik penyelesaiannya, atau satu tugas yang tidak terselesaikan sesuai standar anda. Anda mungkin hanya menemukan bahwa itu bukanlah akhir dunia ini. Kalau ada pakaian yang masih kotor setelah dicuci, biarkan mesin cuci yang menyelesaikan sisa noda yang masih kotor.

5. Dukunglah semua kreatifitas dan kebebasan berpikir. Ketika anda memperhatikan pasangan anda melakukan sesuatu secara berbeda dibanding cara yang anda lakukan, anda harus menerima dan menghargai perbedaan itu.

6. Untuk setiap kata-kata kritik yang keluar dari mulut anda, berikan sepuluh kata-kata dukungan. Bangun kepercayaan pasangan anda. Berlatih untuk menggigit lidah terhadap gagasan untuk mengkritik.

7. Buatlah satu kesalahan sengaja (untuk suatu tujuan) terhadap pasangan anda. Mengendarai kendaraan dengan persneling yang salah ketika jalanan menanjak atau menggantung handuk dengan jalan dan lihatlah apa yang terjadi. Perubahan adalah baik, tidak ada hal buruk yang akan terjadi.

Saran Damai Untuk Pasangan Yang Tidak Dominan

Meski tergoda untuk memanipulasi atau untuk menghukum perilaku yang tidak diinginkan dari pasangan kita yang suka mengendalikan (ditambah mengelola tipe kendali lainnya), namun menyatakan dosa dan mengubah perilaku adalah tugas Tuhan. Cara terbaik untuk mengubah partner anda adalah dengan cara berdoa bagi mereka, dan lalu melanjutkan menunjukkan pada mereka kasih yang tidak bersyarat. Berdoa mohon kesabaran ketika Tuhan bekerja pada karakter mereka karena perubahan seringkali berjalan lambat. Dan ingatlah bahwa jika anda mengijinkan Tuhan, Dia dapat memakai kesempatan ini untuk bekerja pada kelemahan anda dengan sebaik-baiknya. Sementara ini, belajar untuk hidup dengan mereka dalam damai berdasarkan Roma 12:8. Berikut ini ada beberapa nasehat untuk mengurangi konflik berkenaan dengan pasangan anda yang suka mengatur :

1. Cobalah bekerja pada proyek anda sendiri bahkan saat malam ketika mereka tengah tidur atau ketika mereka tengah pergi bekerja.
2. Ketika anda melakukan kesalahan, kuatkan anda untuk sesuatu yang sudah terprediksi... sudah saya katakan
3. Ingatkan mereka bahwa meskipun mereka amat brilyan dan mampu dari apapun yang anda tahu, ada lebih dari satu cara untuk menyelesaikan satu tugas, dan anda bersedia untuk membuktikannya.
4. Ketika anda merasa mereka terdesak agar suatu tugas diselesaikan dengan cara tertentu, bergeraklah ke samping dan biarkan pasangan anda untuk mengambil alih.
5. Dukungan anggota keluarga anda lainnya sehingga mereka tidak menambah kebodohan dan mereka punya sesuatu yang berguna dan menyumbang sesuatu dalam komunitas masyarakat.
6. Dan akhirnya, jangan pernah... jangan pernah minta pasangan mikro manager untuk menolong anda menggapai tujuan pribadi karena semua justru akan menjadi bom yang meledak sebelum waktunya.

Seperti kasus ketika saya meminta suami sebagai pasangan saya untuk menolong saya mengawasi apa yang saya makan beberapa tahun yang lalu. Saya perlu menurunkan beberapa kg berat badan saya dan saya pikir siapa lagi orang yang lebih baik dibanding suami saya untuk secara jantan mendorong saya untuk mengendalikan diri saya sendiri dan waspada dalam area pergumulan saya ini.

Hasrat intervensi suami saya terekam dengan amat sempurna dalam acara makan malam empat orang keluarga kami dengan lima keluarga lainnya. Sadar untuk memonitor apa yang masuk ke perut, saya memotong roti salad menjadi setengah dan mulai memakan dengan perlahan. Setelah tiga perempat dari setengah roti salad saya makan, piring saya tiba-tiba ditarik dari bawah saya dan suami saya berkata dengan suara keras sampai-sampai meja terdekat mendengar perkataannya : "Sayang, tidakkah kamu pikir bahwa kamu sudah cukup banyak makan".

Semua empat pasang mata menatap wajah saya yang merah tertekuk, menanti kemungkinan terjadinya bencana akibat reaksi saya. Meletakkan taktik damai penuh kasih menjadi suatu penerapan, saya tersenyum dan mengatakan dengan suara tenang : "Yah, saya memang sudah cukup makan. Oh baik sekali kamu sudah ingatkan saya untuk menyediakan tempat bagi makanan penutup. Pelayan! Tolong bawa minuman penutupnya. Oh... dan saya hanya butuh satu sendok saja untuk itu."
Halaman :
1

Ikuti Kami