Jatuh? Jangan Terlalu Cemas

Parenting / 13 December 2005

Kalangan Sendiri

Jatuh? Jangan Terlalu Cemas

Fifi Official Writer
4017
Belajar berjalan memang tidaklah gampang. Meski begitu, sebenarnya orangtua bisa membantunya.

Agar bayi tak merasa berat memulai pelajarannya, orangtua harus meiatih dari yang sederhana. Misal, meminta bayi meraih mainan yang kita pegang dalam jarak dua ubin di depannya. Jika berhasil, beri pujian, ciuman atau tepuk tangan. Lalu, tambah lagi jarak tempuhnya.

Orangtua juga perlu menahan diri jika saat berjalan, tiba-tiba si kecil terhuyung-huyung dan terjatuh saat belajar berjalan. Kecemasan orangtua yang berlebihan justru akan mematahkan semangatnya untuk terus mencoba. Apalagi disertai jerit ketakutan segala. Wah, bisa-bisa bayi tidak pede lagi dan selalu takut gagal.

Makanya, saat anak belajar jalan orangtua harus tenang dan sigap untuk mencegah bayi dari kecelakaan saat belajar. Kalaupun bayi menangis, dihibur dulu lalu ajak berlatih lagi, atau beristirahat. Yang penting biasakan si kecil untuk terus berlatih, agar otot kakinya terlatih dan ia gemar dengan kegiatan barunya.

Kiat aman belajar jalan
  • Persiapkan fisik bayi dengan melatihnya senam bayi.
  • Mulailah ketika bayi berumur tiga bulan hingga berumur 10-12 bulan.
  • Sediakan karpet empuk yang kosong, sehingga bayi leluasa belajar berjalan.
  • Singkirkan segala perabotan, terutama yang berbahaya, dari area latihan.
  • Letakkan lemari pendek di sekeliling karpet, sebagai tempat bayi berpegangan.
  • Tutup rapat setiap pintu lemari, agar bayi tak tergoda masuk ke dalamnya.
  • Pintu-pintu kaca harus diberi tanda mencolok, agar bayi tidak menabraknya.
  • Jangan tinggalkan bayi sendirian dekat air (ember, kolam, dll).
  • Pasang pintu pada ujung-ujung tangga, begitu bayi tertarik pada tangga.
  • Biarkan bayi berjalan bertelanjang kaki, jangan pakaikan kaus kaki. Licin!
• Pastikan lantai tidak licin, agar bayi tak terpeleset.
Halaman :
1

Ikuti Kami