Bila Baby Sitter Mengecewakan

Parenting / 13 December 2005

Kalangan Sendiri

Bila Baby Sitter Mengecewakan

Fifi Official Writer
4712
Setiap ibu bekerja berharap anaknya dirawat dan diasuh dengan baik, sehingga ia bisa menjalankan tugasnya di kantor dengan tenang agar hasil kerja pun prima. Namun belum tentu harapan itu terpenuhi. Kalau si pengasuh ‘cuma' sedikit jorok atau agak teledor, Anda bisa memaafkan. Nah... kalau si Mbak itu sosok seram dan suka memperlakukan anak tak semestinya... duh sakit sekali hati ini. Tindakan apa yang pantas Anda lakukan?

Risiko meninggalkan anak

Tak enak dibayangkan, ketika anda sibuk di kantor, si kecil ‘sibuk' diperlakukan semena-mena oleh orang yang semestinya menjadi pengganti Anda. Bukan hanya menyakitkan, anak bisa saja trauma karenanya. Misalnya, ia dipaksa makan dan ia makan karena takut. Akibatnya ia bisa saja enggan makan dan kurus karenanya. Belum lagi kalau anak dipukul atau mengalami bentuk penistaan lain.

Berbagai risiko memang terbentang di hadapan ibu bekerja ketika meninggalkan anak bersama orang lain. Mau tidak mau ibu bekerja mesti menghadapinya. Anda beruntung bila dapat menitipkan anak dengan atau tanpa pengasuhnya di bawah pengawasan orang tua atau anggota keluarga Anda, yang pasti sayang anak.

Bila itu tidak mungkin, anda tentu berharap mendapatkan pengasuh anak ideal dengan sederet kriteria: berpendidikan cukup, dekat dengan anak, punya pengalaman mengasuh anak dan bisa dipercaya. Bisakah Anda dapatkah seorang pengasuh yang memenuhi semua kriteria itu? Bisa "ya", bisa "tidak". Apa pun, ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum memutuskan apakah pengasuh anak Anda sekarang, yang Anda nilai kurang ideal itu, dipertahankan atau tidak.

Tak ideal = dipecat?

Ada beberapa hal yang perlu anda pertimbangkan sebelum mengambil keputusan. Apakah memecat pengasuh si kecil tindakan yang tepat? Jawabannya: tidak selalu. Anda perlu mempertimbangkan kembali, jika kondisi Anda sendiri kurang memungkinkan untuk mencari pengasuh seideal harapan Anda.

Bila perilaku si pengasuh masih bisa ditoleransi, misalnya ternyata pengasuh memaksa anak Anda yang susah makan karena ia tidak tahu cara tepat memperlakukan anak anda, anda bisa memberinya kesempatan untuk belajar memberi makan yang tepat. Caranya? Diskusikanlah trik memberi anak makan, dan beri ia kesempatan membaca referensi yang anda baca. Atau, ajaklah dia mengikuti seminar tentang anak agar semakin memahami dan mencintai pekerjaannya.

Namun, bila si pengasuh memperlakukan anak secara salah karena ia malas, tidak mencintai pekerjaan, atau tidak mau tahu, anda perlu mempertimbangkan untuk segera mencari pengasuh lain. Yang pasti, hal pertama yang harus anda pertimbangkan adalah kesejahteraan buah hati anda. Bila perkembangan si kecil terancam, jangan ragu segera memecat pengasuhnya.

Namun bila pengasuh si kecil tidak tergolong ‘parah', anda bisa mempertahankannya hingga mendapatkan pengasuh yang lebih baik. Anda perlu minta bantuan saudara atau teman yang suka anak-anak untuk mengawasi anak Anda selama dirawat pengasuh tersebut.

Sedikit tips untuk anda:

  • Andalkan jejaring anda dengan lingkungan sekitar atau di mailing list yang Anda ikuti. Informasi tentang pengasuh bisa Anda dapatkan dari jejaring ini.
  • Bila anda mendapat pengasuh dari sebuah yayasan penyedia jasa pengasuh, mintalah referensi dari orang-orang yang pernah menggunakan jasanya. Anda bisa mengetahui kualitas seorang pengasuh dengan lebih baik dari orang yang pernah mempekerjakannya.
• Libatkan keluarga atau tetangga untuk membantu mengawasi hubungan pengasuh dan anak Anda selagi Anda bekerja. Untuk ini Anda perlu membina hubungan baik dengan keluarga dan tetangga Anda.
Halaman :
1

Ikuti Kami