Tidak Konsen Gara-gara Anak

Tidak Konsen Gara-gara Anak

Fifi Official Writer
3638
Wanita karir yang sudah berkeluarga dan memiliki anak yang masih kecil memang sering kehilangan konsentrasi di kantor. Wajar saja, karena tubuhnya ada dikantor, hati dan pikirannya selalu ketinggalan dirumah bersama si buah hati. Walaupun anak dititipkan pada orang yang paling dipercayai, kadang tetap saja ada rasa was-was. Hal itu sangat wajar, tapi jangan dibiasakan terjadi.

Dibawah ini ada beberapa tips untuk si ibu yang ninggalin si kecil agar bisa lebih konsen ketika berada di kantor:

1. Pastikan kondisi rumah dalam keadaan safe bagi si kecil. Yang harus diingat adalah benda-benda bermuatan listrik supaya diamankan. Benda-benda beracun seperti pembasmi serangga harus dijauhkan. Benda-benda kecil yang mudah tertelan anak seperti kelereng, koin, dan korek api harus disimpan dengan benar. Obat-obatan juga harus dijauhkan dari jangkauan anak. Pesankan juga pada pengasuh untuk menjauhkan anak dari dapur. Selain itu, pintu luar, pintu kamar mandi dan pintu gudang sebaiknya selalu dalam keadaan tertutup.

2. Pastikan pengasuh memiliki nomor telepon anda di kantor, nomor telepon genggam anda dan suami, nomor telepon orang tua dan juga mertua. Catat dengan besar dan tempel di dekat telepon rumah atau di pintu kulkas agar mudah dilihat dan dihubungi. Pastikan nomor-nomor tersebut aktif setiap saat. Catat juga nomor telepon darurat seperti kantor polisi, dokter anak atau rumah sakit, dan tetangga terdekat.

3. Pastikan semua peralatan yang dibutuhkan buah hati anda sudah tersedia dirumah secara lengkap. Susu, makanan bayi, popok, dan semua peralatan lain agar tidak perlu si pengasuh pergi ke luar rumah untuk membeli sesuatu yang habis.

4. Tetap tinggalkan uang secukupnya bagi pengasuh untuk keperluan tak terduga.

5. Pastikan pengasuh tahu aturan untuk tidak menerima tamu sembarangan, apalagi orang yang tidak dikenal.

6. Pastikan pengasuh sudah mengetahui dan terbiasa dengan tata cara bermain, memandikan, memberi makan, dan menidurkan anak dengan baik dan benar.

7. Pastikan pengasuh memiliki kapasitas untuk bisa memberikan pengawasan terbaik bagi anak anda. Pastikan dia adalah orang yang dapat dipercaya jasmani rohani dan juga memiliki rasa kasih sayang terhadap si buah hati.

8. Kalau perlu, telepon kerumah satu kali sehari dalam waktu yang acak untuk memastikan keadaan di rumah baik-baik saja.

9. Jangan pergi dari rumah secara diam-diam. Selalu beri ciuman hangat sebelum pergi walau menyebabkan anak menjadi menangis dan rewel pada awalnya. Lambat laun ia akan terbiasa dan mengerti aktifitas rutin anda.

10. Berdoalah sebelum anda meninggalkan rumah bersama dengan si kecil dan pengasuhnya. Jika anda percaya, Tuhan sendiri yang akan menjaga keluarga anda dengan sempurna. Dengan begitu, anda tidak perlu kuatir lagi. Tenang di kantor, aman di rumah.
Halaman :
1

Ikuti Kami