Kuasa Yang Heran

Family / 12 December 2005

Kalangan Sendiri

Kuasa Yang Heran

Admin Spiritual Official Writer
6164

Sumber Kesaksian: Nanny

Pada mulanya saya suka mengalami rasa sakit di sekitar perut saya. Saya tidak tahu mengapa ini terjadi. Rasanya sakit sekali seperti disayat-sayat pisau. Rasa sakit ini terkadang timbul lalu hilang, begitu seterusnya.

Rasa sakit ini membuat Nanny memeriksakan diri ke dokter. Setelah melalui beberapa konsultasi, dokter sampai pada kesimpulan diagnosa yang menakutkan bagi Nanny.

Setelah dokter memeriksa bagian dalam seperti yang biasanya dokter ginekolog lakukan, dokter itu terdiam. Hal itu membuat saya bingung dan menanyakan hal itu pada dokter. Dengan berat dokter tersebut menjelaskan bahwa rahim saya ini telah membesar. Saya menjadi bertambah bingung dan menanyakan apa maksud diagnosa itu. Dokter lalu mengatakan bahwa saya kemungkinan mengalami tumor kandungan atau myoma uterus.

Dokter lalu melakukan pemeriksaan ulang guna memastikan diagnosanya.
Dokter melakukan USG, dan benar saja dugaan dokter. Saya diperlihatkan tampilan layar USG dimana terlihat gumpalan tebal dan hitam pekat yang dikatakan sebagai gumpalan tumor. Hasil USG ini membuat saya bingung, mengapa tiba-tiba saja ada tumor dalam tubuh saya. Hal ini tidak pernah terlintas sama sekali dalam pikiran saya. Tapi saya juga masih bimbang, apakah dokter salah dalam memeriksa kesehatan saya.

Kecemasan dan ketakutan mulai memenuhi Nanny.
Saya merasa bingung, apakah yang harus saya lakukan?. Setelah saya cerita kepada suami, saudara-saudara dan keluarga saya, mereka semua mengusulkan saya untuk pergi memeriksakan diri ke dokter lainnya.

Dokter demi dokter Nanny datang, dan semua kembali pada kesimpulan yang sama. Tidak ada yang dapat memungkiri fakta hasil USG bahwa dalam rahim Nanny telah tumbuh tumor yang semakin hari semakin membesar.

Hasil pemeriksaan dokter tetap sama. Saya harus dioperasi dan tidak ada jalan kesembuhan lainnya. Tumor tersebut dari hari ke hari bertambah besarnya dan memang benar adanya demikian. Dari hari ke hari saya melakukan pengecekan dan benar saja bahwa ukuran tumor dalam kandungan saya dari hari ke hari semakin membesar saja. Walau berubah sedikit demi sedikit namun ukuran tumor tersebut berbeda dengan hasil pemeriksaan yang pertama.

Menurut ilmu medis, operasi adalah jalan satu-satunya untuk menyembuhkan ibu Nanny. Namun bagi suami Nanny, Frans, operasi adalah tindakan yang harus dihindari.

Saya tidak setuju operasi itu dijalankan karena saya merasa operasi adalah sesuatu hal yang sangat menakutkan bagi hidup saya. Tindakan operasi itu juga akan mempertaruhkan jiwa seseorang.

Ibu Nanny harus mengikuti apa kata suaminya.
Padahal saya sudah siap kalaupun saya dioperasi karena saya tahu bahwa Tuhan akan menolong saya. Tapi suami saya bersikeras supaya saya tidak dioperasi. Rupanya suami saya punya pengalaman pahit dimana ada anggota keluarganya yang meninggal dalam suatu operasi. Saya harus menuruti kemauan suami namun keadaan ini membuat saya cemas dan bimbang. Saat ada dalam keadaan ini saya teringat seorang hamba Tuhan yang sudah saya kenal. Entah mengapa saya tergerak untuk menghubunginya.

Pendeta Yuyung Nehemia mengingat kisah tersebut.
Pada suatu hari Minggu siang, jam 12.00 datang pasangan bapak Frans dan ibu Nanny. Mereka rupanya sedang dalam keadaan tertekan dan perasaan sedih oleh karena ibu Nanny mengalami satu tumor pada kandungannya. Saat pertemuan itu saya menyarankan mereka untuk datang dulu pada Tuhan sebelum mengambil keputusan dan tindakan yang lain. Dan akhirnya didampingi oleh suami dan putrinya, Clara kami bersama-sama berdoa untuk ibu Nanny. Kami percaya sesuatu terjadi.

Setelah didoakan, Nanny merasakan kelegaan yang luar biasa. Ketakutan dan kegelisahan akibat sakit penyakit itu hilang dan Tuhan melakukan sesuatu yang indah bagi Nanny.

Saya lalu pergi lagi bersama suami saya untuk memeriksakan diri ke dokter. Dokter kembali melakukan USG terakhir terhadap saya. USG ini dilakukan untuk menentukan hari dimana saya harus menjalani operasi. Ternyata keanehan terjadi!. Hasil USG menyatakan bahwa tidak ada yang perlu dioperasi. Tidak ada myoma atau tumor dalam kandungan saya. Ketika itu dokter mengatakan agar saya pulang saja ke rumah karena tidak ada lagi yang harus dioperasi. Perkatan dokter sempat membuat saya bingung, kok gampang sekali semuanya terjadi bila Tuhan telah menjamah?!, semudah membalik telapak tangan!. Hari sebelumnya myoma saya masih ada dan sekarang tumor itu telah lenyap. Semuanya sungguh-sungguh mengherankan!.

Malam itu Nanny dan Frans merasakan kasih Tuhan yang luar biasa atas hidup keluarga ini. Tumor yang menakutkan telah lenyap dengan cara yang mengherankan.

Sejak saat itu penyakit ini tidak pernah saya rasakan lagi. Saya percaya Tuhan itu luar biasa, Dia telah menyembuhkan dan saya sudah memperolehnya. Tiada hal yang mustahil bagi Tuhan.

Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!. Engkau yang memperlihatkan tanda-tanda dan mujizat-mujizat di tanah Mesir, sampai kepada waktu ini kepada Israel dan kepada umat manusia, sehingga Engkau membuat nama bagi-Mu, seperti yang ternyata pada waktu ini. (Yeremia 32:17,20)

Halaman :
1

Ikuti Kami