Aku Hanya Mengklaim JanjiMu

Aku Hanya Mengklaim JanjiMu

Admin Spiritual Official Writer
4552

Keluarga Theo S. Harun adalah keluarga yang bahagia. Dikaruniai tiga anak laki-laki membuat rumah keluarga ini selalu ceria. Sampai pada satu ketika terjadi sesuatu pada si kecil Kester. Ini yang membuat ayahnya, Theo Harun sangat cemas.

Anak saya mengeluh sakit di bagian perutnya. Sakit ini selalu kambuh pada malam hari. Kami lalu membawa Kester ke dokter. Dokter mengatakan bahwa Kester mengalami sakit pankreatitis dan juga ditemukan tumor di bagian kanan perutnya. Tapi dokter mengatakan bahwa tumor ini tidaklah ganas.

Akibat penyakit itu Kester harus berpuasa total selama 15 hari untuk menyembuhkan pankreasnya. Tapi selanjutnya dokter menemukan sesuatu yang lebih berbahaya dalam tubuh Kester.

Hari Sabtu kami dipanggil oleh dokter. Dokter menceritakan bagaimana mereka melihat hasil CT Scan Kester. Dari hasil pemeriksaan dokter seolah-olah tidak percaya bahwa Kester yang masih kecil itu ternyata mengidap kanker.

Dr. Kelly yang menangani Kester mengakui ganasnya sel kanker itu.
Tumor yang diidap Kester ini sangat ganas dan tumbuh dengan sangat cepat seperti dari pengamatan. Dalam perawatan selama beberapa hari saja ditemukan bahwa sel kanker ini telah bertambah banyak. Dalam tempo singkat sel kanker telah timbul di banyak tempat. Peluang Kester untuk dapat bertahan memang sangat kecil sekali.

Kedua kakak Kester sangat berharap adiknya dapat segera Tuhan sembuhkan.
Kenneth : Saya sedih, tapi saya berdoa untuk Kester supaya sekolah lagi.
Kefas : Saya ingin Kester cepat sembuh supaya kami bisa bermain lagi dengan adik.

Dr Kelly berusaha mengontak rekan dokternya yang berada di Singapura.
Sambil usaha pengobatan ini berjalan, saya menghubungi teman saya dokter di National University Hospital Singapura, Dr. Helen. Mereka mengatakan bersedia mengupayakan kesembuhan Kester.

Pengiriman Kester ke Singapura tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Terus terang kami mengalami kesulitan masalah ekonomi yang cukup pelik dan berat bagi kami. Saya sendiri tidak dapat terus menerus ada di sana. Saya ada di Singapura untuk jangka waktu dua minggu saja untuk mendampingi Kester sampai tahap masuk pengobatan awal. Untuk selanjutnya istri saya yang tinggal berdua dengan Kester.

Dalam kesendiriannya di negeri orang, Susi Harun harus terus berjuang mengobarkan semangatnya untuk tetap berpengharapan pada Tuhan.
Selama saya selama empat bulan mendampingi anak saya yang sakit, Tuhan memberi saya kekuatan. Kekuatan bukan hanya fisik tetapi hati, pikiran dan seluruh hidup saya Tuhan yang topang.

Di rumah sakit Singapura, Kester harus menjalani kemoterapi sebanyak 9 putaran. Ini memakan waktu yang lama. Namun kondisi Kester bukannya membaik tetapi semakin menurun dan bertambah parah.

Theo Harun terhenyak mendengar vonis dokter.
Dokter menerangkan bahwa rongga mata Kester pun ikut rusak. Memang pada mulanya kanker itu menyerang pankreas lalu menyebar ke liver. Pankreas sudah rusak, demikian juga dengan livernya. Saluran pembuangan pada ginjal sudah tertutup oleh sel penyakit. Usus juga sudah tertutup sel kanker. Karena bagian perut sudah semuanya habis diserang, sel kanker ini naik ke bagian kepala dan menyerang mata anak saya Kester.

Susi Harun menyaksikan saat Kester masuk dalam keadaan kritis.
Dokter sepertinya tahu kondisi Kester makin memburuk dan saya ingat itu hari Sabtu pagi. Saya lihat dokter sepertinya sibuk sekali menangani Kester.

Susi Harun pasrah, ia memutuskan menaruh pengharapan hanya pada Tuhan.
Saya disitu berdoa, saya lalu mengklaim bahwa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, anak saya Kester sudah sembuh. Saya doakan dan pegang alat CT Scan agar berfungsi dengan benar dan akurat. Saya doakan dokter dan perawat dan saya juga terus bernyanyi selama mesin CT Scan itu bekerja dan Kester ada di dalamnya. Sampai akhirnya mesin CT Scan itu selesai. Lalu saya bertanya pada dokter tentang hasilnya. Dokter menjawab : "Ibu, sel kankernya sudah tidak ada lagi!". Saya mulanya tidak percaya dan bertanya hingga tiga kali dan jawabannya sama. Saya hanya bisa bersyukur pada Tuhan!.

Tuhan bukan hanya menyembuhkan Kester. Tuhan juga menumbuhkan tulang baru di rongga mata Kester. Tulang baru ini menggantikan tulang lama yang sempat hancur akibat sel kanker.

Semua organ tubuh Kester yang pernah rusak telah Tuhan pulihkan dan sembuhkan. Semua organ tubuh itu berfungsi dengan benar, baik tanpa cacat.

Dr Kelly juga telah memastikan kesembuhan Kester.
Saat ini Kester boleh dikatakan telah sembuh seratus persen. Menurut statistik seseorang yang telah lebih dari satu tahun tidak mendapat serangan kembali, maka dikatakan harapan cukup tinggi bahwa dia tidak akan kambuh kembali.

Sekarang Kester dapat berkumpul dan bermain kembali bersama kakak-kakaknya. Keceriaan telah kembali kepada keluarga Theo S. Harun.

Satu hal yang kami yakin bahwa kesembuhan Kester terjadi hanya karena kuasa, kasih dan mujizat dari Tuhan Yesus Kristus.

Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" (Lukas 18 : 7-8)

Sumber Kesaksian: Theo S. Harun dan Kester

Halaman :
1

Ikuti Kami