Waktu Datangnya Jawaban

Waktu Datangnya Jawaban

Admin Spiritual Official Writer
4189

Tiba-tiba saya merasakan sebuah beban di tangan kiri saya lalu menjalar ke jari-jari saya dan akhirnya ke tubuh bagian kiri, bagian kanan. Kaki saya terasa berat.

Pada tahun 1996 Mala Mukherjee yang berusia 37 tahun merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Mulanya dokter mengatakan bahwa itu hanya masalah kelemahan tubuhnya. Namun ketika gejala yang dialami Mala semakin parah, mereka memutuskan untuk merawatnya secara khusus. Gejala yang dialami Mala membuat dokter menduga bahwa apa yang dialami Mala adalah kanker otak. Mendengar hal ini keluarga Mala menjadi putus asa terutama suami Mala, Kumar.

Mendengar istri saya terkena kanker saya merasa putus asa. Setiap hari saya berdoa : "Tuhan kembalikan istri saya. Kembalikan dia kepada saya!."

Keadaanpun bertambah buruk saat Kumar kehilangan pekerjaan sehingga tidak dapat membiayai pengobatan. Sementara itu kondisi Mala semakin buruk. Ia tidak dapat mengurus keluarganya, bahkan dirinya sendiri.

Putera saya yang kedua masih sangat muda waktu itu dan ia sangat menyukai roti. Suatu hari ia meminta roti kepada saya. Walaupun saya sedang terbaring lemah, dia tetap bersikeras meminta roti. Apa yang bisa saya lakukan? Saya merasa begitu buruk karena saya harus meminta tolong kepada para tetangga untuk membuatkan roti bagi anak saya. Para tetangga dapat menolong untuk dua atau tiga hari, tetapi untuk selanjutnya siapa yang dapat melakukannya?.

Meskipun demikian Mala tidak pernah kehilangan pengharapan. Ia selalu ingat jaminan yang telah dia dapatkan. Jaminan yang ia peroleh dari Tuhan.

Di saat saya kesakitan dan para dokter tidak dapat mendiagnosa penyakit saya, hal yang membuat saya tetap bertahan adalah janji Tuhan Yesus kepada saya. Melalui kitab Mazmur 23 saya diberi kekuatan. Saya sangat yakin bahwa saya akan sehat kembali.

Iman Mala membuat ia bertahan, namun kondisnya tidak. Berat badannya turun dari 86 kg menjadi 40 kg dalam waktu 18 bulan. Sebuh institut kesehatan di kota Bangalore mendiagnosa bahwa penyakit Mala bukanlah kanker otak melainkan sesuatu yang lebih parah. Dokter mengeluarkan hasil pemeriksaan yang bagaikan vonis mematikan.

Saya menyebutnya penyempitan di syaraf pembuluh darah. Itu berarti sirkulasi darah di syaraf menjadi rusak. Kerusakan ini disebabkan oleh adanya kerusakan di pembuluh darah pada syaraf. Kerusakan ini bukan hanya satu bagian tetapi pada banyak pembuluh darah. Akibatnya membuat rasa sakit yang luar biasa dan menyebabkan kesulitan untuk berjalan, menelan dan bahkan untuk bernafas. Ini terjadi karena syaraf untuk pernafasan juga ternyata terpengaruh.

Untuk melawan penyakit ini Mala meminum obat dengan dosis tinggi. Namun tubuhnya tidak sanggup menerimanya. Dalam keadaan demikian Kumar dan Mala tidak kehilangan pengharapan. Mereka datang kepada Tuhan dan percaya akan janji-janjiNya. Jemaat gereja juga turut berdoa terus untuknya. Ajaib, kesehatan Mala dengan ajaib menjadi semakin baik, begitu pula dengan keuangan Kumar. Tetapi masalah ini belum selesai.

Setelah saya menjalani pengobatan selama satu setengah tahun, saya terus menerus mengalami pendarahan. Ketika saya ke dokter, ia mengatakan bahwa itu hanya efek samping dari apa yang saya minum dan itu hanya sementara. Namun ternyata tidak, kesehatan saya semakin memburuk.

Dokter sendiri memberikan alasan tindakan medisnya.
Kami kira kami dapat memberikan obat untuk menghentikan pendarahan, namun ternyata gagal. Dengan menyuntikkan hormon-pun gagal. Cara umum standar semua telah gagal. Jalan terakhir adalah pengobatan resiko tinggi, kami akan melakukan operasi karena kami harus menghentikan pendarahan yang ada.

Penderitaannya ini membuat Mala merenungkan mengapa Tuhan memerlukan waktu yang lama.

Setiap kali saya berdoa pada Tuhan dan bertanya mengapa Tuhan tidak menyembuhkan saya?, Tuhan hanya memberikan satu jawaban.... hanya satu jawaban yaitu : "Aku akan menyembuhkan engkau pada waktuKu!."

Sekali lagi Mala memutuskan untuk percaya kepada Yesus dan firmanNya dan memutuskan untuk tidak pergi menjalani operasi. Dia menantikan Yesus untuk menyembuhkannya. Dan akhirnya kesembuhan itu datang dengan cara yang ajaib.

Kami menyaksikan program pastor Benny Hinn. Setelah menyampaikan pesan, dia mulai berdoa untuk adanya kesembuhan. Dia mengatakan bahwa ada seorang wanita yang sakit pada pembuluh darahnya, dan wanita ini disembuhkan dalam kuasa nama Yesus. Sejak pastor Benny Hinn berdoa seperti itu, kesembuhan sayapun dimulai. Pendarahan berhenti sedikit demi sedikit, lalu berhenti secara total.

Dokter terkejut dengan pemulihan Mala
Saya sangat terkejut mendengar pendarahan pada pembuluh darah syarafnya telah berhenti. Saat ini banyak orang yang mengalami penyakit seperti Mala, tetapi tidak aa yang bisa pulih seperti dirinya. Saya yakin ada suatu mujizat untuk dia bisa pulih sepenuhnya.

Imannya pun berubah oleh karena mujizat Tuhan telah terjadi dalam hidupnya. Mala memutuskan untuk percaya hanya dalam nama Yesus bagi kesembuhan penyakitnya dan pemulihan dirinya. Hasil imannya sungguh amat nyata. Saat ini Mala bisa kembali ke kehidupan sehari-harinya. Dia bahagia dapat kembali melakukan pekerjaan untuk keluarga dan dirinya sendiri. Melihat kembali masa penderitaannya selama tujuh tahun, Mala yakin bahwa Tuhan, Gembala Agung adalah Tuhan yang selalu memegang janjiNya.

Saat ini saya dapat melakukan segalanya sendiri. Sekarang saya dapat mengangkat sendok namun kini saya dapat melakukan apa saja dengan tangan saya. Saya dapat memotong sayur-sayuran, saya dapat melakukan pekerjaan rumah dengan tangan saya sendiri. Saya tidak punya pembantu, saya lakukan semuanya sendiri. Kini saya dapat memasak makanan kesukaan anak-anak saya. Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan Yesus yang telah menyembuhkan saya. Sungguh Dia telah mengangkat saya dari tempat tidur dan menyelamatkan saya.

Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. (Mazmur 23:1-4)

Sumber Kesaksian: Mala Mukherjee

Halaman :
1

Ikuti Kami