Anak-anak Pengharapan

Family / 12 December 2005

Kalangan Sendiri

Anak-anak Pengharapan

Admin Spiritual Official Writer
8109

Keturunan adalah sesuatu yang selalu didambakan oleh setiap keluarga yang baru menikah. Tetapi akan menjadi masalah jika anak-anak yang dinanti-nantikan itu tidak kunjung datang. Inilah yang terjadi pada pasangan bapak Charles dan ibu Yudi.

Sejak tahun pertama kami menikah kami sudah merindukan anak, terutama mertua yang sering telepon dari Menado yang menanyakan apakah istri saya sudah mempunyai tanda-tanda kehamilan. Saya hanya bisa katakan belum ada dan menenangkan mereka sambil mengatakan bahwa kami belum lama menikah. Tapi mertua minta kami tidak terlalu lama untuk punya anak karena akan lebih susah bagi kami nantinya untuk punya anak. Tapi istri saya tertekan karena teman-teman kantornya sering meledek dirinya.

Bapak Charles dan ibu Yudi mencoba melakukan pengobatan dengan mendatangi beberapa dokter untuk berkonsultasi agar Yudi dapat menjadi hamil. Keadaan ini membuat tertekan bapak Charles, membuat ibuYudi marah sekaligus sedih. Ini dikarenakan hasil pemeriksaan menunjukkan keadaan sperma bapak Charles yang kurang. Selain itu ternyata kandungan ibu Yudi juga memiliki masalah.

Secara manusia saya inginnya marah. Saya juga berpikir bahwa saya tidak sempurna jika saya tidak mempunyai anak. Saluran tuba kiri dan kanan semua dilihat, dokter tunjukkan foto-foto. Dokter mengatakan bahwa saya tidak akan bisa mempunyai anak karena saluran telur yang tersumbat. Benar-benar tersumbat baik saluran kiri maupun kanan. Waktu dengar semua itu rasanya dunia ini runtuh. Saya merasa wanita tidak sempurna, wanita yang tidak ada gunanya.

Dr. Med. Hardi S, SpOG membenarkan hasil pemeriksaan itu.
Diagnosa itu sebenarnya tidak salah karena ditunjang dengan hasil pemeriksaan. Saluran telur itu difoto dan dilihat dengan cara memasukkan cairan kontras kedalam rahim. Cairan itu akan mengalir dan menyebar ke saluran telur. Kalau saluran itu tersumbat maka cairan kontras itu akan berhenti. Pada ibu Yudi, memang foto HSG itu seperti itu. Saluran telur ibu Yudi buntu, tidak paten istilahnya.

Rasa kecewa dalam diri ibu Yudi hampir-hampir membuatnya putus asa, tetapi bapak Charles tetap berusaha mencari jalan keluarnya.

Saya coba tanya lagi ke dokter, apa dampak kalau kami ikut proses bayi tabung. Apakah benar kalau kami ikut program bayi tabung. Tapi ada pandangan yang kami dapat bahwa program bayi tabung itu sama dengan melakukan aborsi dengan cara tidak langsung. Jika telah terjadi pembuahan di luar maka dokter yang harus memutuskan mana janin yang akan ditaruh lagi dalam kandungan ibu, mana yang akan dibuang. Disitulah terjadi lagi pertentangan dari segi agama.

Suatu hari seorang sahabat bapak Charles menawarkan pengobatan alternatif.
Dia memang dukun, dia menasehatkan saya untuk berobat kesana dan dia mengatakan mampu menolong. Tapi saya tidak mau.

Jika pada waktu itu bapak Charles tidak mau mengikuti pengobatan alternatif, lain halnya dengan ibu Yudi. Ia berusaha mendapatkan jalan keluar dengan mendatangi "dukun putih". Tapi ternyata tindakan ibu Yudi itu membuat suaminya marah, maka terjadilah keributan diantara mereka.

Secara manusia saya ingin sekali mencoba. Jadi saya dengar ada kabar tentang "dukun white magic". Saya lalu coba pergi kesana. Tapi akhirnya suami saya marah, dia bilang bahwa semua itu sia-sia kecuali saya menyerahkan semuanya pada Tuhan.

Iman yang kuat dalam diri Charles inilah yang akhirnya menyadarkan Yudi tentang kehadiran dan kebesaran Tuhan dalam keluarga mereka. Ibu Yudi berpaling dan berserah pada Tuhan.

Saya sering main piano dan menyanyikan lagu ‘Tak Tersembunyi Kuasa Allah'. Saya menyanyi sambil menangis sambil katakan : "Tuhan, saya percaya satu waktu Tuhan akan karuniakan saya seorang anak". Saya berjanji bahwa jika saya tidak akan punya anak sekalipun, saya akan berdoa bagi saudara-saudara lain yang juga belum punya anak.

Hingga seorang teman melihat perubahan terjadi pada diri Yudi.
Saya punya teman baik. Waktu kami jalan, dia mengatakan begini : "Yudi, kok aku melihat kamu lain sekali. Kamu sudah tidak haid yah?". Ketika saya mengiyakan pertanyaannya, teman saya menyuruh saya memeriksakan diri ke dokter. Setelah itu seminggu kemudian saya meminta suami menemani saya memeriksakan diri ke dokter.

Ternyata doa iman bapak Charles dijawab oleh Tuhan.
Waktu saya tanya dokter, ia menyatakan bahwa istri saya positif hamil. Waktu saya tahu hal itu rasanya beban berat itu terlepas. Saya bersyukur pada Tuhan, Tuhan menjawab doa saya tepat pada waktuNya.

Ibu Yudi menerima kabar ini ketika berada di rumah.
Waktu saya menerima telepon, kebetulan ada oma saya di rumah yang menemani saya, saya tidak banyak omong lagi. Saya langsung tutup telepon dan berteriak : "Oma, aku hamil, aku hamil."

Dr. Med. Hardi S, SpOG mengakui ajaibnya kasus ini.
Memang itu seperti mujizat. Karena kalau kita melihat bahwa kemungkinan terjadinya pertemuan antara sel telur dan sel sperma itu boleh dikatakan tidak mungkin dalam kondisi pasangan ini, tetapi mujizat itu masih mungkin terjadi.

Buah dari iman Yudi dan Charles telah menghasilkan mujizat dalam keluarga mereka. Lahir anak yang pertama dalam keluarga mereka yang diberi nama Christo dan dua tahu kemudian menyusul anak mereka yang kedua yang diberi nama Brian.

Firman-Nya: "Sungguh, Aku mengadakan suatu perjanjian. Di depan seluruh bangsamu ini akan Kulakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib, seperti yang belum pernah dijadikan di seluruh bumi di antara segala bangsa; seluruh bangsa, yang di tengah-tengahnya engkau diam, akan melihat perbuatan TUHAN, sebab apa yang akan Kulakukan dengan engkau, sungguh-sungguh dahsyat. (Keluaran 34:10)

Sumber Kesaksian: Charles & Yudi

Halaman :
1

Ikuti Kami