Rinitis : Diremehkan Namun Diderita Banyak Orang

Info Sehat / 22 November 2005

Kalangan Sendiri

Rinitis : Diremehkan Namun Diderita Banyak Orang

Lestari99 Official Writer
9838

Kalau anda mendadak pilek waktu pagi hari disertai dengan bersin lebih dari lima kali berturut-turut per serangan selama lebih dari satu jam. Kemudian hidung ingusan encer bening serta rasa gatal pada mata, hidung, telinga dan tenggorokan. Kemungkinan anda pilek karena alergi.

Penyakit alergi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Allon dan Argon, yang berarti reaksi yang berubah. Jenis penyakit ini mulanya diperkenalkan oleh dokter berkebangsaan Australia, bernama Clemens Von Pirquet pada tahun 1906. ia menyatakan bahwa alergi merupakan suatu reaksi abnormal yang terjadi pada seseorang. Bersifat khas dan timbul bila ada kontak yang biasanya tidak menimbulkan reaksi pada orang normal.

"Berarti untuk reaksi timbulnya alergi tergantung pada dua faktor," ujar Dr. Elise Kasakeyan, Sp. THT, di Jakarta, Rabu (27/7) lalu. "Yaitu adanya rangsangan timbulnya alergi pada tubuh dan adanya riwayat kontak berulang penderita yang sensitif terhadap alergi tersebut."

Hingga kini penyebab alergi dipercaya merupakan berbagai zat yang mungkin menimbulkan berbagai reaksi alergi. Zat ini secara ilmu kesehatan disebut sebagai alergen. "Zat itu bisa datang dari berbagai macam dan jenis. Juga bisa masuk ke dalam tubuh melalui banyak hal," tambah Elise. Seperti misalnya alergen yang masuk melalui saluran pernapasan (alergen inhalan). Bisa berasal dari kutu yang bercampur dengan debu di rumah, atau dari serpihan bulu kucing.

Selain itu ada juga alergen yang masuk tubuh melalui saluran cerna (alergen ingestan). Yang berasal dari makanan kita sehari-hari seperti susu, telur, ikan laut dan lain sebagainya. Contoh infeksi alergen lain adalah melalui suntikan (alergen injektan) yang berasal dari obat seperti analgesik, penisilin dan sebaginya. "Sedangkan alergen yang timbul dari hasil kontak pada kulit disebut alergen kontaktan. Ini bisa berasal dari kosmetik, logam dari perhiasan dan jam tangan," urai Elise lagi.

Rinitis Alergi

Salah satu penyakit alergi yang perlu diwaspadai adalah alergi jenis rinitis. Yang bergejala seperti pilek. "Makanya penyakit ini kadang disebut pilek alergi," urai Elise menjelaskan. Sebenarnya menurut Elise, pilek bisa datang dari berbagai sebab. Seperti akibat dari infeksi, pilek akibat dari ketidakseimbangan saraf (rinitis vasomotor), atau pilek karena pemakaian obat tetes hidung (rinitis medikamentosa).

Elise juga menjelaskan bahwa kini kalangan dokter mengklasifikasikan jenis penyakit ini dalam hitungan hari yang detail. Tidak seperti ukuran sebelumnya, yang berasal dari Eropa, yang mengklasifikasi bahwa jenis penyakit ini merupakan penyakit yang berdasarkan musim atau berkepanjangan.

"Sekarang kita memegang arahan dari WHO, dimana seseorang sudah dapat dikatakan menderita rinitis alergi dari jumlah hari gejala yang diderita," kata Elise. Seperti misal, untuk ukuran kadar ringan dari penyakit ini, bisa diklasifikasikan setelah penderita mengalami gejala kurang dari empat hari dalam seminggu. Sedangkan yang masuk kelas berat, biasanya penderita mengalami gejala selama empat minggu lebih tanpa henti-henti.

Penderita Tinggi

Hingga kini angka penderita penyakit alergi terus mengalami peningkatan. Bahkan di negara-negara maju, hal ini terus menjadi perhatian. Mengingat pencapaian pertumbuhan penyakit alergi hingga 40 persen pertahunnya. "Di Indonesia sendiri ternyata prevalensi penyakit ini tidak bisa dibilang rendah. Malah cenderung menunjukan peningkatan," imbul Elise.

Hal ini menurutnya terbukti dari beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa gejala alergi seperti asma di Jawa dan Bali meningkat hingga 7,5 persen pertahunnya. Sedangkan alergi lantaran Dermatitis atopik juga meningkat hingga empat persen. "Sedangkan prevalensi penyakit alergi lantaran gejala rinitis, menunjukan peningkatan paling besar. Mencapai angka 22 persen pertahunnya," ujar Elise lagi memberitahukan.

Mungkin alergi rinitis masih merupakan penyakit yang diremehkan, namun justru harus mendapat perhatian serius mengingat begitu banyaknya nilai efektivitas kerja yang hilang akibat berbagai penyakit sepele yang dibiarkan terjadi dalam tubuh seseorang.

Sumber : Sulung Prasetyo - sinarharapan.co.id
Halaman :
1

Ikuti Kami