Kesabaran : Salah Satu Buah Roh

Kesabaran : Salah Satu Buah Roh

Admin Spiritual Official Writer
6469

JAWABAN.com - Kebanyakan orang tidak dapat bertahan lama dan menyamai saya saat sedang berbelanja di mall atau berjalan melewati lapangan parkir. Karena dimanapun saya berada, saya selalu berada selangkah di depan semua orang lain. Saya punya kebiasaan berjalan cepat. Cara saya berjalan merupakan refleksi dari kehidupan saya. Ketika saya mempunyai tujuan untuk dicapai, saya ingin bisa sampai di sana dengan cepat. Saya menyadari diri saya banyak mengeluh jika saya harus menunggu atau mengantri. Sekali saya menjalani suatu tes atau ujian, saya segera ingin tahu nilai atau hasilnya. Singkatnya, saya benci menunggu!

Saat diminta untuk menggambarkan diri sendiri, kebanyakan orang tidak memilih kata sabar. Dalam kecepatan yang tinggi dari hidup kita, kita telah lupa bagaimana caranya menikmati waktu-waktu yang berharga. Dan kemudian, saat permintaan dan beban-beban bertumpuk di hadapan kita, seringkali kita bertanya pada Tuhan dimana Dia berada saat kita bergumul dengan semua itu. Dalam jalan kehidupan, mungkin kelihatannya Dia berada di kota berikutnya, jauh bermil-mil di depan sana, saat kita membutuhkan Dia di sini. Tapi, mungkin saja kita baru melewatiNya saat kita memacu kendaraan dengan kecepatan 80 mil per jam ketika batas kecepatan maksimal hanya 60 mil per jam, dan bayangan samar yang kita pikir tidak penting ternyata adalah tempat-tempat di mana kita seharusnya berhenti. Seringkali kita meminta rencana dan rancanganNya untuk terjadi untuk masa depan kita. Namun kita tidak selalu mau menunggu waktuNya. Saat Dia tidak menyediakan kebutuhan kita pada waktu dimana kita merasa paling membutuhkannya, kita tetap terus mencarinya tanpa pimpinanNya.

Jika saya percaya pada Tuhan, saya seharusnya yakin bahwa Dia setia pada setiap janjiNya. Ketidaksabaran saya hanya menunjukkan bahwa saya meragukan kesetiaanNya. Ini datang dari keengganan kita untukpercaya bahwa Dia mengetahui apa yang terbaik untuk kita dan bahwa Dia pasti akan menyediakannya. Saya tidak tahu bagaimana dengan anda, tapi semua pengalaman saya membuktikan bahwa Dia tahu lebih banyak dan lebih baik daripada saya! Ketika saya mencoba melakukan hal-hal dengan kekuatan saya sendiri, saya berakhir dengan kehabisan energi dan tidak mendapatkan yang terbaik, tidak mendapatkan apa yang saya butuhkan. Tapi saat saya bersabar dan menungguNya memimpin saya menuju suatu arah, Dia selalu menyediakan kebutuhan itu.

Tuhan meminta kita untuk bersabar karena kesabaran itu sendiri telah menjadi bagian dari karakterNya. Dapatkan anda bayangkan apa saja yang Dia lihat saat Dia menyaksikan anak-anakNya? Dia melihat kita ketika kita berjalan di jalan yang salah, membuat pilihan yang salah, hari demi hari, namun Dia tetap memimpin kita kembali kepadaNya. Dia tidak pernah menyerah dengan kita, bahkan saat kita membuat kesalahan yang sama lagi. Bahkan, Dia menolong kita untuk berbalik, dan Dia berjalan bersama dengan kita, meskipun kita berjalan lambat. Kesabaran yang Tuhan tunjukkan pada kita adalah sesuatu yang seharusnya kita lakukan juga terhadap orang lain.

Apakah anda akan bersabar dengan orang yang bergumul untuk dapat memiliki hubungan yang lebih dekat denganNya? Saat saya masih SMA, saya menjadi frustasi dengan teman-teman Kristen saya ketika mereka bergumul dengan dosa dalam hidup mereka. Saya pikir saya bertanggungjawab untuk mengembalikan mereka ke jalan yang benar dengan mengkonfrontasi mereka mengenai dosa mereka dan apa yang harus mereka lakukan untuk memperbaikinya. Sementara hal yang saya lakukan ini walaupun baik, namun saya segera menyadari bahwa pendekatan saya tidak efektif. Saya kehilangan aspek hubungan dalam persahabatan saya dengan mereka.

Saat saya mengambil waktu untuk mencoba mengerti mengapa mereka bergumul dan kemudian menunjukkan kesabaran saat mereka jatuh lagi, mereka mengalami kasihNya kepada mereka melalui saya, yang membawa mereka mendekat pada Tuhan. Dengan memperlambat kecepatan saya untuk berjalan bersama dengan seorang teman melalui saat-saat sulitnya, saya melayani dia dengan cara yang tidak akan berhasil tanpa kesabaran dan tidak menuntut adanya perubahan yang drastis. Dengan kesabaran, saya menolong dia untuk melihat akar dari permasalahannya dan tidak berfokus pada perbaikan sementara dari tindakannya.

Tuhan telah memanggil kita untuk mempunyai kesabaran dalam hidup bersama dengan Dia dan orang lain, sama seperti yang telah Dia lakukan terhadap kita.

Sumber : Sumber: briomag

Ikuti Kami