Keberadaan Sikap Acuh

Investment / 21 November 2005

Kalangan Sendiri

Keberadaan Sikap Acuh

yosefel Official Writer
5319

Inspirasi terbesar untuk tulisan saya adalah surat-surat yang saya terima setiap hari. Orang-orang seperti anda dan saya membagikan perasaan tentang harapan dan hasrat mereka, namun juga tentang rasa putus asa dan ketiadaan harapan. Sesungguhnya, hasrat saya bahwa mereka melihat sedikit harapan yang akan tumbuh pada batin mereka yang baru, keyakinan diri dan juga kepercayaan.

Ini adalah sepasang komentar pedas yang saya terima minggu ini :

Dalam satu pertanyaan tentang pengharapan dari pelatihan pribadi : Saya ingin melahirkan orang-orang kolong yang tertindas

Apakah ini merupakan deskripsi dari situasi dunia kerja? Saya seorang ahli medis... Itu lebih merupakan satu posisi dari surat perjanjian atau cap perhambaan. Obat-obatan telah menjelma menjadi seekor hewan yang tidak lagi saya kenal seperti halnya dokter yang sekarang tidak lagi bersikap otonomi namun kini dimiliki oleh rumah sakit, diperbudak oleh asuransi, dimanipulasi oleh para pengacara, diasingkan dari perundang-undangan dan mengalami ancaman oleh pemerintah.

Ini adalah bagian dari catatan pendek yang saya dapatkan dari pembaca, saya berterima kasih untuk sejumlah material yang ditunjukkan oleh pernyataan ini : Saya merasa seperti baru terbangun dari pukulan yang membuat KO. Dia kembali melanjutkan : Belum lama ini saya menjalani operasi jantung kedua kalinya... Untuk beberapa tahun terakhir saya telah dilumpuhkan oleh rasa takut dan keragu-raguan. Operasi adalah istirahat yang menyedihkan dari keberadaan rasa acuh bagi saya. Bagaimanapun saya menganggap bahwa sukses yang lalu dan iman memampukan saya membuat keputusan.

Bagaimana anda berpindah dari keberadaan rasa acuh yang terus menerus menjadi kehidupan yang kaya dan penuh penggenapan kehidupan? Satu dasar paling prinsip secara spiritual adalah melalui "mencintai sesama kita sama seperti kita mengasihi diri kita sendiri". Merasa dikorbankan?, ditekan dan tanpa harapan bukanlah hal yang menyenangkan bagi anda. Kehidupan yang indah bukanlah berarti berada diatas orang lain, malahan, sukses luar kita merupakan satu ciri cerminan dari sukses batin kita. Jika anda ingin menjadi seorang sukses, jangan tunggu untuk memenangkan lotere dahulu, pergilah kerjakan pekerjaan anda. Bacalah tulisan penuh inspirasi dua jam seharinya, jadilah sukarelawan pada acara bakti sosial, ambil waktu berjalan-jalan dan catatlah bagaimana bunga bermekaran. Anda bisa mengundang seorang jutawan untuk makan siang, menanam sejumlah bunga dan bersemangat menanti bunga yang anda tahu akan muncul bermekaran.

Amsal 18:14 mengatakan : Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?

atau dalam Living Bible dicatat demikian :

Harapan Apa yang Tersisa?"

Halaman :
1

Ikuti Kami