Engkau Adalah...

Engkau Adalah...

Fifi Official Writer
5938
Beranikan diri anda sekarang! Saatnya sudah tiba untuk menulis puisi.

Hei, kapan lagi waktu yang terbaik untuk mengekspresikan perasaan anda lewat sebuah puisi selain di bulan cinta ini. Biarkan cinta anda terekspresikan lewat bait demi bait.

Satu area penting yang sering kurang dalam hubungan sebuah pasangan ialah komunikasi yang efektif terhadap satu sama lain. Kadang ada satu jurang yang cukup besar tercipta diantara apa yang dirasakan dan apa yang dikatakan. Puisi adalah satu cara unik yang tercipta sejak berabad lalu, yang sangat tepat untuk menyelaraskan isi hati dan ungkapannya. Sementara coklat dan permen mulai membosankan, kenapa anda tidak coba cara klasik yang satu ini? Anda tidak akan pernah tahu apa yang bisa dibawa sebuah puisi dalam hubungan anda. Siapa tahu hal ini akan menghidupkan kembali "rasa" yang sudah pudar.

Berikut tips untuk membuat puisi cinta:

Menulislah dari hati. Setiap orang memiliki cerita yang berbeda. Dan cerita cinta anda dengannya ialah yang paling berharga, jadi jangan menyontek puisi orang lain, apalagi yang sudah terkenal, seperti puisi Rangga untuk Cinta di "Ada Apa dengan Cinta", misalnya. Apa yang murni keluar dari hati anda itulah yang penting, seaneh apapun kedengarannya.

Jangan panjang-panjang. Kalimat singkat lebih mudah dibaca daripada kalimat panjang yang bertele-tele. Satu halaman bisa sangat romantis, dan 4 halaman akan sangat membosankan.

Bawa diri anda ke awal pertemuan. Ingat-ingatlah pertemuan pertama anda dengan pasangan. Waktu jalan bareng pertama, waktu tangan anda disentuhnya pertama kali, atau pertama kali kalian terpisah satu sama lain. Memori "pertama" adalah sesuatu yang sangat dasyat dan menyentuh.

Jangan pusingkan sajak. Puisi yang baik tidak selalu bersajak. Waktu kecil memang anda diajarkan untuk membuat puisi yang akhirannya mirip atau terdengar sama. Tetapi menulis puisi yang sesungguhnya tidak seperti itu. Puisi adalah komunikasi jujur yang tidak perlu diatur. Bersajak atau tidak, terserah anda.

Deskripsikan dia dengan sesuatu yang bermakna baik. Contohnya seperti ‘tambatan hatiku', ‘kekasihku', 'pasangan jiwaku', 'dindaku', ‘pengantinku' atau ‘cintaku'. Memang tidak selalu segombal itu, tetapi minimal memiliki konotasi positif dan istimewa.

Siap berpuisi?

Ikuti Kami