Tradisi Demo 1 Mei

Tradisi Demo 1 Mei

Puji Astuti Official Writer
5309

JAWABAN.com - Sekitar 10 ribu buruh dari berbagai serikat pekerja di Jakarta kemarin memperingati hari buruh internasional yang jatuh pada 1 Mei. Para buruh itu mengelar orasi, aksi teatrikal, serta long march dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) ke Istana Negara. Beberapa elemen mahasiswa juga terlibat dalam aksi ini.

Hari buruh ini diperingati secara internasional dan disebut sebagai May Day. Selain di Jakarta, di ibu kota-ibu kota negara-negara di dunia digelar peringatan untuk perjuangan nasib buruh ini.

Di Indonesia sendiri peringatan itu digelar di kota-kota sampai ke pelosok. Di Bandung, Surabaya, Semarang, Makassar, Malang, hingga ke kota-kota kabupaten seperti Sidoarjo, digelar orasi atau demo pro-perbaikan nasib buruh.

Di Cina, peringatan Hari Buruh ditandai dengan aksi turun ke jalan yang dilakukan aktivis. Sementara itu, kebanyakan warga Cina lain memanfaatkan hari libur tersebut untuk bersantai bersama keluarga dan pergi bertamasya.

Di negara yang sekarang sudah dapat dikatakan mapan secara ekonomi itu, liburan tersebut dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan. Para pelaku bisnis bisa menambah pendapatannya melalui traveling dan shopping yang menjadi pilihan masyarakat saat hari libur.

"Pemerintah Cina berada di kantong para pelaku bisnis dan mereka mengambil keuntungan dari hal itu," kata Lee Cheuk-yan, seorang anggota parlemen yang memimpin unjuk rasa tersebut.

Sementara itu, pemerintah Cina memberikan penghargaan "pekerja teladan" kepada lebih dari 2.000 orang serta "pekerja ahli" kepada 845 orang lainnya untuk memperingati 1 Mei.

Di Filipina, 6.000 pengunjuk rasa berbondong-bondong menuju istana kepresidenan untuk menuntut pengunduran diri Presiden Gloria Macapagal Arroyo dari jabatannya. Sejumlah truk kontainer dan kawat berduri terlihat mendominasi halaman istana tersebut. Namun, jauh hari sebelum Hari Buruh ini tiba, pasukan militer serta kepolisian Filipina sudah dipersiapkan. Mereka berjaga-jaga terhadap adanya unjuk rasa buruh serta kemungkinan kudeta terhadap presiden.

Di Australia dan Malaysia, unjuk rasa digelar untuk memprotes pemerintah yang dinilai sebagai pengganggu perserikatan buruh. Pemulangan ratusan ribu pekerja ilegal di Malaysia juga menjadi tema unjuk rasa tahun ini. "Kebijakan tersebut tidak hanya melecehkan hak dan nasib buruh di Malaysia, namun juga mengurangi pendapatan fundamental perekonomian Malaysia," ujar seorang anggota Suara Orang Malaysia (Suaram).

Ribuan pekerja Australia yang turun ke jalan di jalan-jalan utama Australia melampiaskan kemarahan atas perubahan kebijakan perindustrian oleh golongan konservatif. Warren Smith, panitia peringatan Hari Buruh di Sydney, menegaskan, perubahan itu merupakan pukulan telak bagi para pekerja. "Tak pelak lagi para pekerja akan mengalami kesulitan terbesar dalam hidupnya, jika kebijakan itu terus dijalankan," ungkapnya.

Lain lagi yang terjadi di Singapura. Dalam pidato peringatan 1 Mei, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengumumkan bahwa kondisi perekonomian Singapura terlihat bagus. Dia menambahkan bahwa keamanan menjadi prioritas utama di negara tersebut. Namun, dia optimistis menyatakan bahwa masalah itu pasti bisa diatasi.(joe)

Sumber : ap/afp/indopos/berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami