Amerika Utus Pasukan Robot Ke Irak

Amerika Utus Pasukan Robot Ke Irak

Puji Astuti Official Writer
6013

JAWABAN.com - LOS ANGELES - Situasi keamanan di Irak yang belum juga membaik menimbulkan trauma dan kekuatiran tersendiri bagi pihak AS. Untuk itu, Washington mengajukan solusi dengan mengirimkan tentara robot.

Setidaknya, 18 robot akan dikerahkan ke Irak mulai Maret atau April mendatang untuk membantu perang melawan teror. Pilihan tersebut dipicu banyaknya korban tentara AS yang tewas dan luka-luka serta misi yang berkepanjangan dan juga desakan publik Amerika untuk segera memulangkan pasukannya.

Sekalipun nama robot tersebut cukup manis, yaitu Swords atau kependekan dari Special Weapons Observation Reconnaissance Detection Systems, bentuknya tidaklah semanis wujudnya. Robot itu lebih merupakan mesin aneh yang dipikirkan untuk program robot perang.

Swords pada intinya adalah robot penjinak bom yang sudah dimodifikasi dari jenis robot Talon, yang umum di Irlandia Utara dan Irak. Di wilayah itu, robot tersebut memang dapat digunakan untuk menjinakkan bom pinggir jalan. Robot setinggi satu meter tersebut dilengkapi dengan kamera dan dioperasikan dengan remote control. Melalui kamera itu, tentara sesungguhnya akan membidikkan sasaran tembaknya.

Selain memiliki empat kamera, Swords juga dilengkapi dengan senapan M249 atau M240, alat untuk melihat dikegelapan, dan lensa pembesar. Robot tersebut juga bisa melalui daerah berakrang dan kawat berduri.

Swords yang dapat menembakkan antara 300-350 peluru dalam satu menit itu memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan unit tempur tradisional. Di antaranya, Swords lebih murah dan tidak membutuhkan makanan, pakaian, pelatihan, atau pensiun. Swords bisa disimpan jika tidak digunakan dan tidak mungkin menulis surat yang mengungkapkan kesedihan mereka kepada orang yang dicintai atau media. Selain itu, Swords memiliki kemampuan menembak yang lebih baik daripada tentara rata-rata dan mampu melacak atau menyerang musuh dengan risiko kecil mengorbankan nyawa tentara AS.

Meski begitu, Swords juga memiliki kelemahan, yaitu setiap robot hanya memiliki kecepatan maksimum 4 meter per jam dan hanya bisa dioperasikan selama satu hingga empat jam. Setelah itu, robot tersebut harus diisi bahan bakar kembali. "Penting untuk menekankan bahwa tidak semuanya harus menjadi teknologi sangat canggih," ujar Anthony Sebasto, pejabat di Picatinny Arsenal di New Jersey. Di tempat itulah, Swords dikembangkan dengan biaya USD 2 juta.

Swords yang diproduksi perusahaan kecil di Massachusetts tersebut adalah generasi pertama alat yang akan digunakan untuk perang. Tak lama lagi, juga akan diluncurkan Future Combat System dari Lockheed Martin yang meliputi kendaraan roda enam dengan bobot 2,5 ton. Penelitian penciptaan robot yang juga bisa dijatuhkan ke medan perang dari atas pesawat tersebut mendapat dukungan dari Badan Proyek Penelitian Pengembangan Pertahanan Pentagon.(joe)

Sumber : bbc/indopos/reuter

Ikuti Kami