Al Qaeda Di Balik Bom Bali

Al Qaeda Di Balik Bom Bali

Puji Astuti Official Writer
6320

JAWABAN.com - Bali Indonesia - Pemerintah Indonesia mengatakan pada hari Minggu bahwa dua pelarian yang punya link dengan gerakanm teroris Al Qaeda menjadi otak bom bunuh diri yang terjadi di keramaian restoran di wilayah turis Bali yang menyebabkan tewasnya 26 orang dan melukai lebih dari 100 orang lainnya. Pihak pemerintah sementara ini memperingatkan bahwa serangan teroris lainnya masih mungkin dilakukan.

Presiden SBY mengatakan dalam pertemuan pers setelah mengunjungi area yang hancur : "Teroris masih mencari target yang ringan". SBY juga mengatakan bahwa Indonesia yang merupakan Negara paling besar populasi muslimnya akan melakukan segala sesuatu yang dapat mencegah adanya serangan lainnya.

Mayjen Ansyaad Mbai, pejabat anti terror Indonesia mengidentifikasi dua tersangka otak bom hari Sabtu sebagai warga Malaysia yang disangka menjadi anggota kunci Al Qaeda yang punya hubungan dengan gerakan kelompok terror Jemaah Islamiyah.

Mereka juga dituduh menjadi penyelenggara pemboman night club Bali tahun 2002, dan juga dua serangan di ibukota Indonesia pada tahun 2003 dan 2004. Pemboman klub malam yang juga menghentak lokasi yang padat turis pada Sabtu malam ini menewaskan 202 orang, kebanyakan dari mereka adalah orang asing. Serangan Sabtu kemarin terjadi hampir mendekati peringatan tiga tahun pengeboman sebelumnya.

Dalam serangan terakhir, tiga pembom bunuh diri mengenakan rompi bunuh diri yang dipasang meledak hampir simultan yang menghancurkan tiga restaurant ramai pada Sabtu malam. Mbai yang mengidentifikasi dua tersangka sebagai otak sebagai Azahari bin Husin dan Noordin Mohamed Top mengatakan : "Modus operasi serangan Sabtu sama dengan yang sebelumnya".

Dia mengatakan ada dua dua jenis bahan yang belum bisa dipercaya apa jenisnya ada diantara ketiga penyerang bunuh diri itu. Sisa-sisa dari penyerang ditemukan di lokasi pengeboman namun belum dapat diidentifikasi. Mbai mengatakan : "Saya sudah melihatnya. Semua itu tertinggal di bagian kepala dan kai mereka. Melalui bukti-bukti kami dapat menyimpulkan bahwa kedua pengebom membawa bahan peledak yang diselubungkan di dada mereka.
Sebuah video dari satu ledakan menunjukkan sekelompok turis, banyak dari mereka dikenal sebagai orang Eropa duduk di meja dengan lilin menyala sedang berbicara dan minum beberapa detik sebelum ledakan. Video menunjukkan kemudian sebuah kilatan terang yang diiringi ledakan keras dan hembusan asap hitam.

Tidak diketahui jelas apakah tiga pelaku bom bunuh diri termasuk dalam jumlah yang tewas yang bertambah hingga 26 orang pada hari Minggu, dikatakan jurubicara RS Sanglah, Putu Putra Wisada. Paling tidak satu anak-anak tewas, demikian menurut saksi.

Satu orang Australia dan satu orang Jepang ada diantara mereka yang tewas dan 12 lainnya Indonesia (ini yang telah diketahui). Pihak RS mengatakan sedang melakukan identifikasi korban lainnya. 101 Orang terluka termasuk 49 Indonesia, 17 Australia, 6 AS, 6 Korea, 4 orang Jepang. Demikian menurut petugas.

Lusinan orang, kebanyakan Indonesia menunggu di luar RS Sanglah dengan berurai air mata mendengar berita teman dan kerabatnya yang hilang sejak serangan itu. Di bandara Bali, barisan panjang turis terbentuk di bagian checkout penumpang dan terus mengalir menaiki taksi di terminal keberangkatan bandara.

Veli-Matti Engvist, 51 tahun yang menjadwalkan keluar dari Bali bersama istrinya pada hari Rabu mengatakan : "Kami ada semalaman mencoba mengganti tiket kami". Pasangan ini tengah berjalan di pantai ketika mereka mendengar ledakan itu. "kami akhirnya menemukan apa yang kami cari. Kami akan pergi".

Setelah bom 2002, telah dibangun cara evakuasi yang cepat dan secara besar-besaran bagi para turis. Bom terakhir menghancurkan dua restoran café di resort pantai Jimbaran dan café steak di Kuta. Kuta sendiri adalah pusat turis paling sibuk di pusat Bali dimana dua klub malam dibom tiga tahun lalu.

Bom meledak pada jam 8 malam. Kepala pelayan Menega Café mengatakan bom diletakkan di restoran sisi pantai antara meja dimana ada dua pesta besar diadakan dimana orang-orang duduk di pasir pantai. Sebagian besar dari 120 orang yang makan malam di situ adalah orang Indonesia.

Wayan Subagja, 23 tahun yang menderita luka di lengannya mengatakan : "Setiap orang berteriak "Allah", "Allah", "Tolong!". satu orang ibu segera menggendong anaknya namun gadis kecil itu telah meninggal".

Beberapa menit kemudian, dia mendengar ledakan lainnya di restoran seafood Nyoman Café sekitar 50 yard jauhnya (15 meter). Pada saat hamper bersamaan sekitar 27 km jauhnya dari Kuta, sebuah bom meledak di restoran lantai tiga Raja, diluar pusat belanja yang ramai pengunjung. Area itu termasuk restoran siap saji KFC, toko pakaian dan pusat informasi turis. Asap merebak dari bangunan yang rusak berat.

Bom rupanya berasal dari lantai kedua restoran dimana para wartawan yang dating melihat paling tidak tiga tubuh tewas dan lima lainnya terluka. Seraqngan terakhir dating satu bulan setelah presiden SBY memperingatkan adanya kemungkinan serangan teroris.

SBY mengatakan pada hari Sabtu : "Saya menerima informasi saat itu bahwa teroris merencanakan sebuah aksi di jakarta dan bahwa bahan peledak telah siap diledakkan". Agen inteligen Indonseia dan Barat telah berulang-ulang memperingatkan bahwa Jemaah Islamiyah merencanakan lebih banyak serangan di Negara ini.

Sedangkan gedung Putih menyalahkan "serangan pada orang tak bersenjata hanya dianggap sebagai makan malam teroris". Juru bicara Gedung Putih, Erin healy mengatakan : "kami juga menyatakan solidaritas kami terhadap pemerintah Indonesia dan menyampaikan kesediaan kami untuk membantu dalam berbagai cara.

Sebelum bom 2002, Bali menikmati reputasi daerah damai dan tenang, kecuali di Negara yang bobrok selama bertahun-tahun akibat konflik etnis dan kekerasan pemberontakan. Pengadilan Bali telah menyatakan bersalah lusinan orang atas peledakan tersebut dan tiga pelakunya telah dihukum mati.

Sejak serangan 2002, jemaah Islamiyah telah dikaitkan dengan paling tidak dua ledakan bom di Indonesia, keduanya di Jakarta. Ledakan itu, satu diluar kedutaan Australia pada tahun 2004 dan lainnya di hotal JW Marriot pada tahun 2003 menewaskan paling tidak 23 orang lainnya.

Kelompok yang diduga dipimpin oleh tokoh spiritual Abu Bakar Baashir, yang telah dipenjara untuk konspirasi dalam serangan tahun 2002 melalui juru bicaranya menolak punya hubungan dengan ledakan di akhir minggu kemarin. Tidak ada pernyataan dari kelompok ini tentang ledakan terakhir, dimana kelompok ini ingin sekali menetapkan negara Islam diseluruh Asia Tenggara. (nat)

Sumber : foxnews

Ikuti Kami