Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Contributor
1854


Himbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar semua pihak memisahkan persoalan politik dan agama nyatanya memicu adu pendapat di kalangan politikus dan pejabat negara. Tak disangka dengan pernyataan dari orang nomor satu RI itu memunculkan banyak keberatan dan bahkan mulai menyudutkan orang lain.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon pun ikut kebakaran jenggot. Menurut politikus Partai Gerindra itu panasnya suhu politik yang menyinggung-nyinggung soal agama menjelang pilkada saat ini terjadi karena munculnya kasus penistaan agama oleh Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Persoalan politik dan agama tak akan ada sama sekali jika Ahok tidak melontarkan pernyataan yang menyinggung ajaran salah satu agama.

“Jika saja tidak ada pernyataan Saudara Basuki Tjahaja Purnama yang menyinggung kelompok Islam, gesekan masyarakat juga tidak akan eskalatif seperti saat ini,” ucap Fadli, seperti dikutip Tribunnews.com, Rabu (29/3).

Fadli bahkan menuding jika Ahok adalah akar penyebab dari persoalan saat ini. Ahok disebut-sebut tak mampu mengendalikan ucapannya di depan publik. Sehingga melewati koridor yang sangat sensitif. “Di situlah akar utamanya,” katanya.

Menurut Fadli, urusan politik dan agama tak ada hubungannya sama sekali jika persoalan yang ditimbulkan Ahok tidak pernah terjadi. Dia juga menambahkan, motivasi dan ekspresi politik seseorang tak akan jadi masalah jika dijalankan berdasarkan nilai-nilai agama. Karena sejak awal kemerdekaan banyak partai politik berpayungkan agama yang dibentuk baik Islam, Kristen dan agama lainnya.

Dari pernyataan Fadli Zon, perkara persoalan Ahok memang membuat umat beragama di Indonesia begitu terguncang dan sbanyakbermunculan persoalan soal agama. Namun terlepas dari itu, kita perlu tahu mengapa presiden sampai mengingatkan hal tersebut kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Himbauan ini disampaikan presiden saat kunjungan peresmian Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara pada Jumat, 24 Maret 2017 lalu. Presiden menekankan bahwa pemisahan ini menjadi solusi untuk menghindari gesekan antarumat beragama yang disebabkan oleh berbagai pesta pemilu, bukan hanya sekadar karena soal Pemilihan Gubernur DKI Jakarta saja.

“Memang gesekan kecil-kecil kita ini karena pilkada, karena pilgub, pilihan bupati, pilihan wali kota, inilah yang harus kita hindarkan,” ucap Presiden Jokowi.

Karena itulah presiden meminta tidak ada pihak yang mencampuradukkan politik dan agama. “Dipisahkan betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama, mana yang politik,” lanjutnya.

Memisahkan politik dengan agama sepertinya akan menjadi tugas berat pemerintah. Selama persoalan kepentingan politik masih terus ada, agama yang jadi isu sensitif pasti akan dimainkan oleh tokoh-tokoh politik untuk mencapai tujuan. Ucapan Ahok yang mengutip salah satu ayat dalam kitab suci agama lain justru disampaikan untuk menghindari tokoh politik memanfaatkan isu agama untuk memenangkan pemilu. Dan kesalah pahaman ini menjadikan Ahok sebagai korban dari gesekan politik dan agama ini.

Sumber : Berbagai Sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erni Bp3akb 20 November 2017 - 10:53:31

bagaimana mengatasi sakit hati karena suami seling.. more..

0 Answer

Zidan 20 November 2017 - 05:55:45

Apa saja yang termasuk perilaku menghardik anak ya.. more..

0 Answer

Trivandi Sipahutar 19 November 2017 - 20:54:10

Doa bagi para remaja yang terlibat sex bebas

0 Answer


Marusaha F S 18 November 2017 - 12:09:03
Minta bantu doa utk pekerjaan, dan agar hutang hut... more..

DEDEN SURYADI 16 November 2017 - 03:02:20
Sya minta dukungan doa untuk bisa memiliki rumah d... more..

Leticia 15 November 2017 - 11:34:48
Teman2 JC tolong doakan saya supaya dapat pekerjaa... more..

REANI 10 November 2017 - 16:22:17
saya minta dukungan doa dari teman teman untuk sao... more..

Banner Mitra Week  3


7335

advertise with us