Share this article :

Hidup Sebagai Pahlawan Iman

 Fri November 16th, 2012
 3741

Banyak kisah dan perjalanan hidup para tokoh Alkitab yang memberikan kekayaan pengalaman rohani bagi kita untuk lebih memahami arti dan makna hidup manusia sebagai ciptaan Tuhan. Sebut saja Abraham, dia bukan disebut sebagai bapa orang beriman karena kepahlawanan imannya sudah terbukti. Musa, tidak pernah berniat jadi pahlawan yang membebaskan Israel dari penjajahan Mesir. Bahkan Musa sempat menolak perintah Tuhan beberapa kali, sampai Tuhan marah. Musa hanya taat, dan di kemudian hari orang menyebutnya "pahlawan" (lihat kitab Keluaran). Apa saja sebenarnya prinsip yang dimiliki seseorang untuk menjadi pahlawan sejati dalam pandangan Tuhan?

Pertama, kita harus melepaskan hak untuk memiliki. Apakah Tuhan ragu pada iman Abraham sehingga Ia perlu mengujinya? Jawabannya "tidak" karena Tuhan Maha Tahu. Namun Tuhan ingin melihat respon Abraham terhadap perintah-Nya. Abraham memiliki kehendak bebas dan bisa saja ia menolak perintah radikal itu. Namun ia memilih taat. Jika saat ini mungkin iman kita di uji, mungkin ujian iman kita berbeda dengan Abraham. Namun para prinsipnya, Tuhan ingin kita meresponi kehendak-Nya dengan tepat dan mau melepaskan hak untuk memiliki, bahkan pada orang yang paling kita kasihi. Percayalah, Tuhan tidak akan mengambil kebahagiaan kita.

Kedua, kita perlu menaklukan pikiran di bawah otoritas Firman Tuhan. Manakah yang benar : kita menguasai firman Tuhan atau firman Tuhan menguasai kita? Banyak pembicara yang hebat terjebak pada penafsiran alegoris dan memaksakan firman Tuhan untuk mendukung gagasannya. Kalau kita menaklukan pikiran kita di bawah Kristus ( IIkor10:5 ), kita tidak akan menjadi orang bodoh. Kita akan mengenakan hikmat Tuhan untuk mengalami kedasyatan-Nya.

Ketiga, kita wajib bertindak berdasar prinsip iman. Pahlawan iman bertindak berdasarkan prinsip iman: percaya maka engkau akan mengerti. Karena iman, Abraham mengerti bahwa Tuhan berkuasa membangkitkan orang-orang mati. Termasuk jika Tuhan mengijinkan Ishak mati, Tuhan sanggup membangkitkannya kembali. Seperti iman Abraham yang mempercayai bahwa Tuhan itu "menyediakan" (Yehova Jireh), kita pun harus yakin, bahwa kalau kita bersedia menyerahkan apa pun  yang Tuhan minta : hidup kita, keluarga kita, bakat kita, harta kita, yakinlah Tuhan selalu menyediakan apa yang kita perlukan. Akibatnya, Tuhan dipermuliakan melalui dan di dalam hidup kita.

Dalam kasihnya,

Mark McClendon

Sumber : Garis Depan

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :