Share this article :

Pembakaran Kitab Suci yang Berbuntut Mengerikan

 Mon April 4th, 2011
 2826

Di Kandahar, yang dikenal sebagai markas Taliban, sejumlah pengunjuk rasa membawa bendera Taliban dan meneriakkan yel "Hidup Taliban" dan "Bunuh Amerika". Hal ini mereka lakukan karena pembakaran Al-Quran yang dilakukan pendeta Terry Jones pada 20 Maret lalu di Florida, Amerika. Akhirnya demonstrasi pun berujung pada kekerasan setelah massa bentrok dengan polisi.

Sekitar 2.000 demonstran menyerang penjaga keamanan PBB di luar Unarna. Demonstran merampas senjata mereka, lalu menggunakannya untuk menembaki polisi. Menurut Abdul Qayoum Pakhla, Pejabat Departemen Kesehatan setempat, massa juga menyerang sekolah menengah atas khusus perempuan, membakar kelas dan bus sekolah. Sebanyak 9 orang tewas dan 81 orang luka. Namun menurut juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid membantah Taliban terlibat dalam kerusuhan di Maszar-e-Shareef dan Kandahar. "Ini adalah reaksi rakyat Afghanistan," katanya.

Akibat hal ini, tujuh pekerja PBB tewas dibunuh di Mazar-e-Sharif, Afghanistan. Dan sadisnya, dua orang di antaranya dipenggal oleh demonstran yang protes pembakaran Al-Quran tersebut. The Telegraph, Sabtu (2/4) menyebutkan inilah korban serangan paling keji kepada pekerja PBB termasuk lima petugas keamanan dari Nepal, dan pekerja sipil dari Norwegia, Swedia, dan Rumania. Selain pekerja PBB, empat penduduk lokal juga ikut terbunuh. Kepada Daily Telegraph, pejabat PBB mengatakan jumlah korban kemungkinan bertambah hingga 20 orang, bahkan beredar kabar seorang Kepala Asisten Militer PBB juga ikut terluka.

Presiden Barack Obama langsung memberikan tanggapan karena hal ini. "Penodaan atas setiap naskah suci, termasuk Al-Quran adalah sangat tidak toleran dan fanatik," kata Obama dalam pernyataan untuk menghormati mereka yang tewas dalam serangan itu. "Namun, menyerang dan membunuh orang yang tidak bersalah sebagai pembalasannya adalah perbuatan melampaui batas kemanusiaan," ujar Obama.

Pembunuhan yang sangat tidak manusiawi. Mengambil hak Tuhan dengan mencabut nyawa orang lain, seakan-akan nyawa mereka tidak berharga. Kitab suci ada buat memberikan pengarahan agar menjadi lebih baik dan kita mengerti firman Tuhan dan melaksanakannya dalam hidup kita. Namun, apa yang terjadi? Karena kitab suci, manusia malah melakukan hal-hal buruk. Apakah Tuhan akan berkenan akan hal itu?

Sumber : tempointeraktif/lh3

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :