Share this article :

Pikirkan Hal Berikut Sebelum Investasi

 Tue January 26th, 2010
 1913

Kita berinvestasi karena kita ingin meningkatkan kesejahteraan. Dan kesejahteraan dalam hal ini adalah kesejahteraan moneter, baik untuk disaat ini maupun dimasa mendatang dengan cara membeli suatu aset yang diharapkan di masa yang akan datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi.

Secara garis besar ada dua jenis aset yang dapat digunakan sebagai sarana investasi, yaitu:
1. Real asset yaitu investasi yang dilakukan dalam aset-aset yang berwujud nyata seperti: emas, real estate, dan karya seni.
2. Financial asset yaitu investasi yang dilakukan pada sektor-sektor finansial, seperti: deposito, saham, obligasi, reksadana.

Hal paling mendasar yang harus diketahui oleh seorang investor adalah adanya resiko yang selalu mengikuti return (trade off return and risk).

Adapun return atau disebut juga imbal hasil yaitu hasil yang diperoleh dari suatu investasi. Return ini dapat berupa return realisasi/imbal hasil yang sudah terjadi atau return ekspetasi yang terjadi di masa mendatang. Return ini biasanya berupa bunga, capital gain dan dividen. Dan risk adalah peluang dari tidak tercapainya salah satu tujuan investasi karena adanya ketidakpastian dari waktu ke waktu. Resiko ini ada 2 yaitu resiko sistematis (resiko pasar) dan resiko tidak sistematis (resiko yang timbul dari kebijakan perusahaan).

Antara return dan risk terdapat hubungan yang searah atau linier, artinya semakin besar resiko yang ditanggung semakin besar pula tingkat return yang diharapkan.

Proses Keputusan InvestasiProses Keputusan Investasi merupakan keputusan yang berkesinambungan (on going process) dengan tahap-tahap sebagai berikut:
• Penentuan tujuan berinvestasi
• Dalam penentuan tujuan berinvestasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu jangka waktu investasi (pendek/panjang), berapa target return yang mau dicapai.
• Penentuan kebijakan investasi
• Investor harus mengerti karakter resiko (risk profile) masing-masing apakah seorang yang mau mengambil resiko atau menghindari resiko, berapa banyak dana yang akan diinvestasikan, fleksibilitas investor dalam waktu untuk memantau investasi, pengetahuan akan pasar modal.
• Pemilihan strategi portfolio dan aset
• Setelah mengetahui hal-hal pada poin 1 dan 2 di atas maka kita dapat membentuk suatu portofolio yang diharapkan efisien dan optimal
• Pengukuran dan evaluasi kinerja portfolio
• Mengukur kinerja portofolio yang telah dibentuk, apakah sudah sesuai dengan tujuan. Alat untuk mengukur kinerja portofolio ada 3 yang cukup populer digunakan yaitu Sharpe's measures, Treynor's measures dan Jensen measures.

Sumber : investorsaham.com

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :