Single

Bagaimana Cara Lepas Dari Dosa Homoseks?


- Jawaban.com -
View: 10840 times
Nama : Matt
Umur : 38
Profesi : Dosen
Kota : Jakarta

PERTANYAAN :

Saya terikat oleh dosa seks sejenis. Saya sudah berusaha berkali-kali, sudah lepas tapi akhirnya jatuh lagi. Saya telah didoakan pelepasan dan rajin ke gereja, namun satu hal karena saya sering menonton film porno sejak kecil, sampai saat ini saya masih suka menontonnya bahkan bisa nonton berjam-jam di intenet. Yang saya nonton justru film blue gay. Saya sangat sengsara karena berulang kali jatuh bangun. Bagaimana caranya supaya benar-benar lepas. Saya waktu kecil umur 12-15 tahun pernah berhubungan intim dengan seorang laki laki selama 3 tahun.

Karena tidak ada kasih sayang orang tua, saya sangka dia sangat sayang kepada saya (saya tidak bertampang wanita) dan saya sering melakukan hubungan seks dengannya. Saya telah putus hubungan dengan lelaki tersebut namun hal ini membuat saya rindu berhubungan intim. Meskipun setelah mengenal Tuhan saya tidak melakukannya, tetapi sering datang mimpi basah dan bahkan mimpi hubungan dengan seorang pria. Kalau berhubungan, saya sering cepat keluar membuat saya tidak berani menikah dengan perempuan.

Memang ada perempuan yang menyukai saya tapi saya takut tidak bisa membahagiakannya dan saya juga takut karena saya lihat cewek telanjang tidak bergairah, tapi kalau lihat cowok kebapakan, saya bisa terangsang. Apakah ada obat supaya saya normal mencintai wanita atau bergairah kepada wanita? Terlebih lagi karena faktor umur dan dorongan orang tua untuk merit, apakah berdosa jikalau saya merahasiakan penyakit ini? Apakah ada terapi untuk menyembuhkannya? Sekian terima kasih. Tuhan berkati.

JAWABAN :

1.      Putuskan dengan pornografi, karena disitulah ‘roh'nya, semangatnya.  Selama belum putus dengan pornografi, Anda tidak akan sembuh.  Daud yang diurapi Tuhan, juga jatuh dalam perzinahan, karena dia melihat Bathsyeba mandi.

2.      Jalin hubungan dengan wanita, itu justru akan mempercepat proses kesembuhan.  Tidak ada jaminan, bahwa setelah menikah dengan wanita akan sembuh total, karenanya, tetap putus dengan pornografi ‘bule gay' dan bangunlah pernikahan yang bahagia.

3.     Jangan takut tidak bisa membahagian wanita, 90% laki-laki mengalami perasaan seperti itu. Wanita bahagia bukan hanya soal seks saja, tetapi bagaimana ia dikasihi, diperhatikan, didengar, dijadikan teman bicara, dll.

4.      Ketakutan Anda membuat Anda tidak bergairah.  Buang ketakutan itu dan mulai berfantasi seks dengan perempuan.  Jika Anda bisa terangsang, sebenarnya Anda secara biologis sudah sembuh.

5.      Jika ada wanita yang mau menikah dengan Anda, menikahlah.  Bukan merahasiakan penyakit, tetapi imani sudah sembuh. Tidak perlu bercerita, jalani hidup dengan normal, maka Anda akan sembuh.  Yang penting jaga panca indra Anda dari pornografi.

Kenapa Homo?

Gay atau homo dan lesbi di  Amerika atau Eropa, khususnya Belanda adalah wajar, hak asasi.  "Homo dan Lesbi, khan tidak apa-apa, yang penting tidak mencuri, tidak bikin susah orang lain, tidak berbuat dosa, kenapa mesti turut campur hal-hal privasi orang lain?"

Bukan turut campur, tetapi karena  Firman Tuhan dengan tegas menyatakan itu dosa (Imamat 18 & 20). Maka justru karena mengasihi, maka harus menyatakan kebenaran, supaya mereka menyadari bahwa itu dosa, berbalik dan bisa kembali dan dipulihkan.

Imamat 18: 22,  Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian.

Imamat 20: 13,  Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.   

a. Homo  atau lesbi karena salah pencitraan diri

Manusia lahir dengan satu jenis kelamin, namun sebenarnya dia memiliki dua buah kelenjar hormon, estrogeron dan testogeron.  Misalnya bayi yang lahir laki-laki, saat orang tuanya menyebut ia laki-laki, mengenakan baju laki-laki, secara psikologis si bayi mengenal dirinya laki-laki dan mendapat pencitraan dari papanya. Dan secara psikologis tumbuhlah citra dirinya sebagai laki-laki dan ia akan menjadi laki-laki, karena pertumbuhan hormon testogeron seiring pertumbuhan psikologis/kejiwaan dan pengenalan diri bahwa dia laki-laki, juga diiringi pertumbuhan fisik organ kelamin laki-laki yang tumbuh.

Pertumbuhan akan berbeda, jika si bayi laki-laki ini dikenakan baju perempuan, suka memakai baju perempuan, mainan perempuan, maka semuanya akan mempengaruhi kejiwaan, dan kejiwaan mempengaruhi hormon dan hormon akan mempengaruhi pertumbuhan secara fisik organ kelaminnya, sehingga bisa menjadi banci, homo/gay, lesbi, double sex, ambigo (membinggungkan) dan berbagai penyimpangan lainnya.  Karena itu Firman Tuhan dengan tegas melarang orang mengenakan baju yang terbalik dengan jenis kelaminnya.

Keluaran 28:4, Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: .... Demikianlah mereka harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang jabatan imam bagi-Ku.  

Ulangan 22:5,  "Seorang perempuan janganlah memakai pakaian laki-laki dan seorang laki-laki janganlah mengenakan pakaian perempuan, sebab setiap orang yang melakukan hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu.  

Pakaian membentuk citra diri dan mempengaruhi kejiwaan bahkan merubah perilaku.  Contoh praktis, berikan pakaian tentara ke anak Anda, apa yang terjadi?  Dia mungkin mulai mencari pistol-pistolan dan segera berteriak ‘dor !.. dor!' sambil mengarahkan pistolnya ke adik, kakak atau orang lainnya di dekatnya.  Bahkan mungkin dia akan mengajak main petak umpet sambil perang-perangan.

Selain dari pakaian, maka juga mainan, penghakiman orang lain, penilaian orang lain, bacaan yang dibaca, lingkungan, semua hal yang mempengaruhi pembentukan citra diri, bisa membentuk seseorang menjadi pria wanita sejati, gay atau lesbi, bahkan menjadi waria.  Karena itu pemulihannya memerlukan waktu dan itu harus dimulai dari dalam jiwa/hati/pikiran dengan membangun citra diri yang benar, bersyukur sebagai laki-laki atau perempuan sesuai jenis kelamin secara fisik.

b.   Homo atau lesbi karena hati yang terluka

Pacar mengkhianati, lalu patah hati, pacaran lagi dan patah hati lagi, bisa-bisa hati terluka dan menjadi frigid atau membenci lawan jenis.  Jika kebencian terhadap lawan jenis ini didukung oleh keadaan dan lingkungan, mendapatkan teman senasib, saling mencurahkan isi hati sesama teman wanita atau sesama teman lelaki, mulai menyadari bahwa teman sejenis lebih bisa memahamai dan mengerti, lalu menjadi sabahat sejati. 

Jika mereka melihat orang lain melakukan hubungan cinta dengan teman sejenis atau pengaruh film-film homo dan lesbi, maka luka hati terhadap lawan jenis, bisa mendorong orang mencintai teman sejenis kelamin dan  menjadi homo atau lesbi.

Jika yang luka hati tersebut, katakan hidup di Iran, Aceh atau di Israel, dimana tidak ada film porno tentang homo dan lesbi, orang homo dan lesbi dilempari batu hingga mati, tidak ada teman atau tetangga yang gay atau lesbi, maka luka hati tidak akan membuat seseorang menjadi gay atau lesbi, karena tidak ada kondisi dan lingkungan yang mendukung.

Luka hati harus ditangani dengan baik. Masalah dan pengkhianatan harus diselesaikan dengan tuntas, sehingga tidak akan merusak jiwa secara mendalam dan menimbulkan perilaku yang menyimpang. Jika sudah terlanjur terjadi luka hati, tidak ada kata terlambat dan tidak ada kata tidak bisa, kasih Yesus sanggup memulihkan.

Citra diri bisa dipulihkan, luka hati bisa disembuhkan, hormon bisa ditambah melalui suntik atau pengobatan, maka gay dan lesbi, bahkan banci, hetero sex, ambigo sex, hipersex dan impotensi, semuanya bisa disembuhkan.

Karena itu khususnya untuk homo dan lesbi, pertama; sadari itu dosa, benci dosa dan minta ampun dengan Tuhan. Kedua syukuri diri sebagai laki-laki (wanita).  Ketiga tumbuhkan cinta dan pergaulan dengan wanita (pria), buang kepahitan dan kekecewaan dengan wanita (pria).  Penuhi hati dengan kasih Yesus.  Ada baiknya hubungi hamba Tuhan untuk doa pelepasan dan pengurapan, atau perjamuan kudus. 

Catatan tambahan: Selain pertobatan, pemulihan hati dan gambar diri, bisa juga melalui jalur medis.  Untuk anak kecil, misalnya laki-laki dengan penis yang kecil dan dikuatirkan akan menjadi gay, bisa dibawa ke dokter di bidangnya dan akan diberi obat atau disuntik hormon testogeron, dan akan tumbuh kelaki-lakiannya termasuk penisnya.  Untuk orang dewasa bisa dicoba konseling secara medis dengan dokter atau ginekolog.

Karena masalah Anda cukup serius, saya tergerak untuk mengirim beberapa buku buat Anda. Anda bisa menghubungi saya ke email saya pribadi, tidak ada orang lain yang membuka, dan email ke saya alamat surat Anda ke; jarotwj@yahoo.com.



Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!


Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi


Comments: 2

andra : 2009-08-05 15:34:00
saya seorang gay juga. tapi gak semudah itu bisa keluar dari kehidupan ini. matt bisa share ke email saya andra_bagaskara@plasa.com

Malita : 2008-12-14 16:46:08
Dok,pacar sy dia bilang hypersex,sehari harus bs ngeluarin sperma.Kalo tdk,ktnya sakit.Emang ad penyakit seperti itu?



Teaching