JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Single

Mengapa Saya Menjadi Gay?

View :2603 clicks


Nama : Hadi Hanggono
Umur : 33
Profesi : Wiraswasta
Kota : Asahan

PERTANYAAN :

Bagaimana melepaskan diri dari dosa GAY? Saya selalu jatuh pada dosa yang sama, dan saya binggung untuk keluar dari dosa itu. Kenapa saya bisa jadi GAY?

JAWABAN :

Gay atau homo dan lesbi, di  Amerika atau Eropa, khususnya Belanda adalah wajar, hak asasi.  "Homo dan Lesbi, khan tidak apa-apa, yang penting tidak mencuri, tidak bikin susah orang lain, tidak berbuat dosa, kenapa mesti turut campur hal-hal privasi orang lain?"

Bukan turut campur, tetapi karena  Firman TUHAN dengan tegas menyatakan itu dosa (Imamat 18 & 20), maka justru karena mengasihi, maka harus menyatakan kebenaran, supaya mereka menyadari bahwa itu dosa, berbalik dan bisa kembali dan dipulihkan.

Imamat 18: 22  Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian.

Imamat 20: 13  Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.   

a.   Homo  atau lesbi karena salah pencitraan diri

Manusia lahir dengan satu jenis kelamin, namun sebenarnya dia memiliki dua buah kelenjar hormon, estogeron dan testogeron. Misalnya bayi yang lahir laki-laki, saat orangtuanya menyebutnya laki-laki, mengenakan baju laki-laki, secara psikologis, si bayi mengenal dirinya laki-laki dan mendapat pencitraan dari papanya, dan secara psikologis tumbuhlah citra dirinya sebagai laki-laki dan ia akan menjadi laki-laki, karena pertumbuhan hormon testogeron seiring pertumbuhan psikologis/ kejiwaan dan pengenalan diri bahwa dia laki-laki, juga diiringi pertumbuhan fisik organ kelamin laki-laki yang tumbuh.

Pertumbuhan akan berbeda, jika si bayi laki-laki ini dikenakan baju perempuan, suka memakai baju perempuan, mainan perempuan, maka semuanya akan mempengaruhi kejiwaan, dan kejiwaan mempengaruhi hormon dan hormon akan mempengaruhi pertumbuhan secara fisik organ kelaminnya, sehingga bisa menjadi banci, homo/gay, lesbi, double sex, ambigo (membingungkan) dan berbagai penyimpangan lainnya. Karena itu Firman TUHAN dengan tegas melarang orang mengenakan baju yang terbalik dengan jenis kelaminnya.

Keluaran 28:4  Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: .... Demikianlah mereka harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang jabatan imam bagi-KU.  

Ulangan 22:5  "Seorang perempuan janganlah memakai pakaian laki-laki dan seorang laki-laki janganlah mengenakan pakaian perempuan, sebab setiap orang yang melakukan hal ini adalah kekejian bagi YEHOVA, TUHAN-mu.  

Pakaian membentuk citra diri, dan mempengaruhi kejiwaan bahkan merubah perilaku. Contoh praktis, berikan pakaian tentara ke anak Anda, apa yang terjadi?  Dia mungkin mulai mencari pistol-pistolan dan segera berteriak "dor !.. dor!' sambil mengarahkan pistolnya ke adik, kakak atau orang lainnya didekatnya.  Bahkan mungkin dia akan mengajak main petak umpet sambil perang-perangan.

Selain dari pakaian, maka juga mainan, penghakiman orang lain, penilaian orang lain, bacaan yang dibaca, lingkungan, semua hal yang mempengaruhi pembentukan citra diri, bisa membentuk seseorang menjadi pria wanita sejati, gay atau lesbi, bahkan menjadi waria. Karena itu pemulihannya memerlukan waktu dan itu harus dimulai dari dalam jiwa/hati/pikiran dengan membangun citra diri yang benar, bersyukur sebagai laki-laki atau perempuan sesuai jenis kelamin secara fisik.

b.   Homo atau lesbi karena hati yang terluka

Pacar mengkhianati, lalu patah hati, pacaran lagi dan patah hati lagi, bisa-bisa hati terluka dan menjadi frigid atau membenci lawan jenis. Jika kebencian terhadap lawan jenis ini didukung oleh keadaan dan lingkungan, mendapatkan teman senasib, saling mencurahkan isi hati sesama teman wanita atau sesama teman lelaki, mulai menyadari bahwa teman sejenis lebih bisa memahamai dan mengerti, lalu menjadi sabahat sejati. 

Jika mereka melihat orang lain melakukan hubungan cinta dengan teman sejenis atau pengaruh film-film homo dan lesbi, maka luka hati terhadap lawan jenis, bisa mendorong orang mencintai teman sejenis kelamin dan  menjadi homo atau lesbi.

Jika yang luka hati tersebut, katakan hidup di Iran, Aceh atau di Israel, dimana tidak ada film porno tentang homo dan lesbi. Orang homo dan lesbi dilempari batu hingga mati, tidak ada teman atau tetangga yang gay atau lesbi, maka luka hati tidak akan membuat seseorang menjadi gay atau lesbi, karena tidak ada kondisi dan lingkungan yang mendukung.

Luka hati, harus ditangani dengan baik, masalah dan pengkhianatan harus diselesaikan dengan tuntas, sehingga tidak akan merusak jiwa secara mendalam dan menimbulkan perilaku yang menyimpang. Jika sudah terlanjur terjadi luka hati, tidak ada kata terlambat dan tidak ada kata tidak bisa, kasih YESUS sanggup memulihkan.

Citra diri bisa dipulihkan, luka hati bisa disembuhkan, hormon bisa ditambah melalui suntik atau pengobatan, maka gay dan lesbi, bahkan banci, hetero sex, ambigo sex, hipersex dan impotensi, semuanya bisa disembuhkan.

Karena itu khususnya untuk homo (dan lesbi),  pertama; sadari itu dosa, benci dosa dan minta ampun dengan Tuhan. Kedua syukuri diri sebagai laki-laki (wanita).  Ketiga tumbuhkan cinta dan pergaulan dengan wanita (pria), buang kepahitan dan kekecewaan dengan wanita (pria).  Penuhi hati dengan kasih Yesus. Ada baiknya hubungi hamba Tuhan untuk doa pelepasan dan pengurapan, atau perjamuan kudus. 

Catatan tambahan: Selain pertobatan, pemulihan hati dan gambar diri, bisa juga melalui jalur medis. Untuk anak kecil, misalnya laki-laki dengan penis yang kecil dan dikuatirkan akan menjadi gay, bisa dibawa ke dokter di bidangnya dan akan diberi obat atau disuntik hormon testogeron, dan akan tumbuh kelaki-lakiannya termasuk penisnya. Untuk orang dewasa bisa dicoba konseling secara medis dengan dokter atau genekolog.

Mitra CBN



COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment
  • * renT

    2010-02-18 10:18:15
    thanks,gw diberkati dgn jawabanx..thx
  • * atonementgal

    2009-05-05 18:21:22
    Saya rasa fakta yg diberikan artikel ini perlu dikoreksi. Di Israel, homoseksualitas adalah hal yang sudah nyaris lumrah. Bahkan ada Gay Pride Parade di Israel. Tidak hanya itu pasangan Gay pun sudah diberkati dengan adat-istiadat Ibrani. Tidak percaya? Googling aja utk cari tahu...