JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Hutang Suami = Hutang Istri, Benarkah ?

SATURDAY, 03 NOVEMBER 2012

Total View : 3239 times


Masalah berkaitan dengan uang selalu menjadi masalah sensitif di dalam kehidupan rumah tangga. Lebih-lebih lagi, jika hal itu akhirnya berkaitan dengan utang-piutang.

Banyak kasus keluarga yang terjadi khususnya di Indonesia yang mana suami dan istri akhirnya berkonflik hebat bahkan memutuskan bercerai oleh karena persoalan ini. Tentu menjadi pertanyaan, apakah seorang istri dapat lepas tangan terhadap hutang yang sedang melilit suaminya maupun sebaliknya?

Menjawab hal ini, kita harus merujuk kepada janji pernikahan di dalam gereja yang pernah diucapkan oleh setiap pasangan yang akan membangun rumah tangga, bahwa masing-masing pihak akan berlaku setia – dalam suka maupun duka, hingga maut memisahkan. Memang disana tidak ada kata-kata hutang atau masalah kekayaan, tetapi kata-kata dalam suka dan duka dapat memberi pengertian lebih bagi setiap kita bahwa hal berkaitan menanggung hutang juga termasuk di dalamnya.

Beberapa dari Anda mungkin berkata, itu tidak adil karena suami yang bersenang-senang kok pada saat terkena susah (hutang) istri yang mendapatkan getahnya. Namun, mari jangan berfokus kepada hal itu. Pandanglah bahwa Anda dan pasangan Anda adalah satu. Jadi apa yang menjadi harta atau hutang suami Anda adalah harta atau hutang Anda juga, dan apa yang menjadi harta atau hutang Anda adalah harta atau hutang pasangan Anda juga.

Perlu diingat juga bahwa persoalan mengenai hutang ini tidak akan menjadi masalah besar bagi ikatan pernikahan kita bila suami-istri menerapkan prinsip keterbukaan di dalamnya. Dengan saling terbuka maka kepercayaan muncul dan begitu ada permasalahan, sikap untuk saling menolonglah yang akan tampak, bukan sikap yang lain.

Terlepas besar kecilnya hutang, Anda berdua harus saling menjadi penolong karena Tuhan menempatkan Anda berdua di dalam satu biduk rumah tangga agar Anda berdua dapat saling menanggung beban.

Ini mungkin pekerjaan berat yakni menanggung hutang suami atau istri kita, tetapi mintalah kepada Tuhan agar memberikan kekuatan kepada Anda karena Dia pasti memberikan jalan keluar kepada Anda.

Tidak ada rintangan yang terlalu sulit untuk dilalui jika kita bersama Tuhan dan kita tetap memegang komitmen pernikahan kita !

Baca juga:

Kisah Nyata Gerry Abednego yang Senang Lakukan Prostitusi

Forum JC : Baksos dan Natal Forum JC di Panti Werdha Milenia 

Hilangkan Kebiasaan Mendengkur Dengan 6 Langkah Ini

Pola Allah

Chord Lagu : Uncharted Territory

Sumber : Jawaban.com / budhianto marpaung

Imago Planet


COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment
  • * Diana

    2013-04-29 10:53:50
    Istri bukan pencari nafkah utama. Lewajiban istri adalah mengelola uang yg diberikan suami, mengurus rumahtangga dan mendidik anak. Tidak seharusnya ia ikut menanggung hutang suami. Selain itu, jika laki2 menikahi wanita dengan motivasi agar hutangnya dilunasi wanita itu, ini berbahaya bagi wanita tsb. Yg terjadi adalah kekerasan rumah tangga (KDRT) dalam bentuk keuangan (suami meneror istri utk melunasi hutangnya), dalam bentuk verbal (suami mencacimaki istri dlm krn istri tdk mau melunasinya)dan fisik (suami bisa saja menyakiti tubuh istri krn istri menolak melunasi utangnya).