JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Photo Box

Article

Pray For

Menjadi Keluarga Kristen Yang Sempurna, Mungkinkah?

FRIDAY, 20 AUGUST 2010

Total View : 3007 times


Setiap orang klristen yang sudah menikah pasti bermimpi untuk menjadi keluarga Kristen yang sempurna. Bukankah begitu? Saya punya sebuah berita untuk Anda – dan ini dari sisi pandang surgawi – bahwa hal itu tidak mungkin terjadi.

Saya bukanlah pribadi yang sempurna, demikian juga dengan istri dan anak-anak saya. Jad, apa yang bisa membuat saya berpikir bahwa saya memiliki sesuatu untuk dikatakan dalam topik ini?

Saya memang tidak memiliki sesuatu untuk dikatakan, tapi Alkitab bisa mengatakan banyak hal mengenai pernikahan yang sempurna. Jadi, mari kita telusuri apa yang Firman Tuhan katakan mengenai kesempurnaan.

Amsal 11:14 mengatakan, "Dimana tidak ada penasehat, orang akan jatuh; Tapi dalam banyaknya penasehat, di sana ada keselamatan." (NKJV)

Saya tahu apa yang mungkin sedang Anda pikirkan saat ini – "Tunggu sebentar Jim. Apakah Anda menyarankan kami untuk membiarkan semua teman, keluarga dan para ipar kami untuk memberi tahu apa yang terbaik bagi pernikahan kami? "Bukankah terlalu banyak koki justru dapat merusak masakan"?"

Well, ada ukuran tertentu untuk sentimental ini. Tapi jangan buru-buru menyalahkan ayat ini. Coba baca sekali lagi... hanya saja kali ini ganti kata orang menjadi pernikahan.

"Dimana tidak ada penasehat, pernikahan akan jatuh"

Anda mengerti apa yang saya maksud? Saya tidak berpikir bahwa semua orang harus memberitahu Anda apa yang terbaik bagi pernikahan Anda. Hanya saja sejujurnya, jika Anda tidak mendengarkan seorangpun di luar sana, Anda sedang menuju ke dalam masalah.

Seorang teman sejati akan mengatakan apa yang benar tentang diri Anda... meskipun hal itu menyakitkan. Saya ingin tahu – adakah seseorang di dalam hidup Anda yang dapat berbicara kepada Anda dengan jujur dan terus terang tentang kondisi pernikahan Anda? Dapatkah Anda melakukan hal yang sama kepada orang lain?

Terlalu banyak pasangan di gereja saat ini yang menghabiskan banyak waktu dan energi mencoba untuk menjaga penampilan mereka di hadapan teman-teman Kristen mereka meskipun pernikahan mereka sedang di ambang kehancuran.

Saat ini saya mengerti bahwa konseling dapat membantu. Tapi memang tidak selalu mudah untuk membuka diri kepada seorang terapis – bahkan kepada seorang konselor Kristen yang baik sekalipun. Itulah sebabnya saya merekomendasikan agar Anda dan pasangan Anda berbicara dari hati ke hati – hanya Anda berdua.

Duduklah dan diskusikan masalah Anda... meskipun sulit untuk mengidentifikasi masalah yang sebenarnya sedang terjadi pada awalnya. Lalu, bersepakatlah untuk memiliki sebuah buku yang bagus mengenai pernikahan dan bacalah secara bersama-sama. Dengan melakukan hal ini akan memungkinkan Anda untuk mendapatkan beberapa nasehat yang luar biasa dari para penulis pria maupun wanita yang telah dikaruniai Tuhan bakat untuk memulihkan pernikahan.

Melakukan hal ini tentu saja akan membutuhkan waktu... dan banyak kerja keras. Tapi pada akhirnya, semua hal itu tidak akan sia-sia!

Sumber : Jim Burns ? cbn.com

Mitra CBN


COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment
  • * ESJ

    2010-08-24 09:24:23
    Syalom! Saya seorang ibu rumah tangga yang sudah menjalani kehidupan berumah tangga selama hampir 19 tahun. Setelah saya baca artikel di atas, saya merasa seperti 19 tahun ini saya menjalani kehidupan rumah tangga yang kacau.Dalam arti, hidup yang penuh dengan rahasia dan tidak ada keterbukaan. Saya merasa sangat tertekan dengan kehidupan suami yang sampai hari ini selalu menjadi tanda tanya bagi saya. Dia selalu keluar dan melakukan hal2 yang selalu menyakitkan hati saya. Segala kejahatan di luar sudah dia lakukan. Dan saya selalu berusaha untuk mengampuni dan memaafkan terus, walaupun hati saya selalu sakit. Demi anak2 saya harus mengalah untuk rumah tangga saya supaya baik2 saja. Akhir2 ini hubungan kami suami istri sudah tidak baik. Ditambah dengan masuknya orang ketiga yaitu keluarganya yang ikut campur dalam masalah kami dan selalu menghasut suami saya, saya selalu merasa terpojok, dan tidak bisa buat apa2. Suami saya sikapnya berubah, terlalu sensitif dengan bahasa/kata2 yang salah dan menyinggung perasaannya. Hal itu akan membuat dia marah dan bahasa yang selalu dia ucapkan adalah "Urus diri masing2 dan jangan lagi kau telpon dan sms saya." Tolong saya, bagaimana dan apa yang harus saya lakukan sekarang? Saya selalu berdoa, tapi suami saya sepertinya tidak ada perubahan. Satu hal lagi, setiap terjadi masalah, dia bisa tidak telpon dan sms saya sampai beberapa hari. Dan bisa sampai satu minggu. Dan kalau sudah begitu, saya harus mendahuluinya untuk minta maaf, baru dia akan membalas. Dan untuk sekarang ini, keadaannya seperti itu, suami saya sudah tidak telpon dan sms saya sampai hari ini, sudah lima hari. Suasana hati saya sepertinya sudah lelah, dan saya tidak marah lagi. Hanya yang saya lakukan sekarang adalah berdoa dan berdoa. Dan saya berpikir bahwa saya tidak akan sms atau telpon, biar saya saya berdoa saja, apa yang akan Tuhan lakukan, biar Tuhan lakukan saja. Karna saya berpikir begini, 'kalau saya lagi yang mendahuluinya untuk minta maaf, nanti dia jadi keenakan, berarti kalau ada masalah lagi, pasti dia akan menunggu untuk saya sms dan telpon. Bagaimana kira2 baiknya? Terima kasih sebelumnya!! EJS