Ingin Hidup Makmur dan Sejahtera? Terapkan 4 Hal Ini

WEDNESDAY, 01 MAY 2013

Total View : 4069 times


Pada peringatan Hari Buruh Internasional, buruh di Indonesia menyerukan agar kesejahteraan buruh diperhatikan. Walau masalah besarnya pemasukan merupakan salah satu faktor penentu dalam kesejahteraan hidup seseorang, namun faktor terbesar adalah pada sisi dirinya sendiri, yaitu bagaimana ia menggunakan uang hasil kerja kerasnya.

Untuk itu ada beberapa hal yang mendasar yang harus diperhatikan :

1. Cukupkanlah dirimu dengan gajimu
Pepatah yang mengatakan "besar pasak dari pada tiang" pasti sangat familiar bagi kita. Pengeluaran kita janganlah lebih besar dari penghasilan. Namun seringkali godaan keinginan dan kemudahan untuk menggunakan uang plastik (kartu kredit) membuat seseorang tidak terasa telah membuat hidupnya terlilit dalam hutang. Cukupkanlah dirimu dengan gajimu adalah nasihat yang Yohanes berikan kepada prajurit yang bertanya kepadanya, nasihat ini sangat bijak dan seharusnya kita ikuti.

2. Mau belajar
Yesus mengajarkan "Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi." (Matius 5:5). Orang yang lemah lembut bukan berarti orang yang lemah; Orang lemah lembut adalah orang yang memiliki kerendahan hati dan mau belajar hal yang baru. Belajar dalam hal ini bukan hanya berarti sekolah formal, namun bagaimana seseorang menjalani proses kehidupan, belajar dari kesalahan yang dibuat dan mau mencoba kembali.
Untuk makmur dan sejahtera kita harus mau belajar kebenaran tentang pekerjaan, sistem keuangan, pajak dan juga investasi. Bukan tentang teori, tetapi bagaimana aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

3. Bijak dalam berinvestasi
Belajar dari kisah Yusuf, dalam setiap kehidupan akan selalu ada sebuah lingkaran dimana terjadi saat-saat makmur dan juga masa-masa kesukaran. Namun jika kita bijaksana seperti Yusuf yang dengan tuntunan Tuhan mengelola aset Mesir kala itu yang saat besar, maka masa-masa sulit itu akan dapat dilalui dengan baik.

4. Jadilah murah hati
Banyak orang berpikir bahwa orang kaya adalah orang yang tamak, namun hal ini tidak benar seratus persen. Bahkan mereka yang terbatas keuangannya seringkali menjadi orang yang tamak. Namun ketamakan bukanlah ditentukan oleh besarnya kekayaan, namun sikap hati.

Yesus memang menasihati kepada orang-orang kaya untuk waspada dan berjaga-jaga dari ketamakan, karena kehidupan manusia tidak ditentukan oleh kekayaannya. Jadilah pribadi yang murah hati, bukan untuk menunjukkan betapa baiknya diri kita, namun semata-mata karena itu adalah sifat Allah ([kitab]lukas6:23[/kitab]), dan kita harus mencerminkan sifat-sifat Bapa kita itu.

Baca juga artikel lainnya :

Nasib Buruh, Upah Layak dan Perintah Tuhan

May Day, Dahlan Iskan Ikutan Demo Bersama Buruh

Tidak Pernah Kekurangan

Anak dan Pelayanan, Yang Mana Jadi Prioritas?

Ketagihan Junk Food, Atasi Dengan Hal Ini

Raditya Oloan & Joanna Alexandra: Kami Tidak Mau Seperti Laut Mati

 


Source : Jawaban.com | Puji Astuti


Mitra CBN

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment
  • * 2171100801740001

    2013-07-22 13:38:23
    Sebuah perenungan indah dalam mengelola keuangan rumah tangga...terkadang kita suka lupa pada hal-hal sepele tersebut namun sesungguhnya semua ini sangat berarti!!

"Kunci Sukses"

Jangan pernah dengarkan jika seseorang memberitahumu, “Kau tidak bisa melakukan sesuatu.” Kau harus bermimpi, kau harus melindunginya. Orang lain tidak bisa mengatakan kau tak bisa melakukannya padamu. Jika kau mau sesuatu, dapatkan hal itu, titik. – Will Smith dalam film The Persuit of Happiness