2 Samuel 21:10
"Lalu Rizpa binti Aya mengambil kain kabung dan membentangkannya di atas gunung batu... ia tidak membiarkan burung-burung di udara hinggap pada mayat-mayat itu pada waktu siang, ataupun binatang-binatang hutan pada waktu malam."
Pernahkah Anda membayangkan kehilangan orang yang paling Anda cintai — tapi tidak bisa berbuat apa-apa selain diam dan bertahan?
Itulah yang dialami Rizpa.
Namanya mungkin tidak familiar. Dalam Alkitab, kisahnya hanya muncul sekilas. Tapi apa yang dia lakukan adalah salah satu bentuk kasih paling dalam yang pernah tercatat — kasih seorang ibu yang tidak menyerah bahkan di titik paling menyakitkan sekalipun.
Rizpa adalah selir Raja Saul. Dia kehilangan dua anaknya sekaligus — bukan karena sakit, bukan karena kecelakaan, tapi karena mereka dihukum mati oleh orang-orang Gibeon. Hukuman ini dijatuhkan sebagai tebusan atas dosa yang diperbuat Raja Saul di masa lalu (2 Samuel 21:1-2). Rizpa tidak punya kuasa untuk mencegahnya. Tidak ada yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan anak-anaknya.
Tapi Rizpa tidak pergi.
Setelah anak-anaknya meninggal, dia mengambil kain kabung, membentangkannya di atas batu, dan duduk di sana. Siang dan malam. Mengusir burung-burung yang ingin mematuk jenazah anaknya. Menghalau binatang liar yang datang di tengah malam. Dia menjaga kehormatan anak-anaknya — sampai langit menurunkan hujan sebagai tanda bahwa masa penghukuman itu telah selesai.
Seperti dikatakan dalam 2 Samuel 21:10, "Lalu Rizpa binti Aya mengambil kain kabung dan membentangkannya di atas gunung batu... ia tidak membiarkan burung-burung di udara hinggap pada mayat-mayat itu pada waktu siang, ataupun binatang-binatang hutan pada waktu malam."
Kasih seperti itulah yang Tuhan pakai sebagai gambaran untuk menjelaskan betapa besar kasih-Nya kepada kita.
Rizpa melakukannya dalam diam. Bukan di depan publik, tidak ada pidato. Tidak ada kekuatan politik. Hanya di tengah kesunyian.
Tapi kesetiaannya sampai kepada Raja Daud. Dia mendengar tentang apa yang Rizpa lakukan. Dan hatinya tergerak dan segera memerintahkan supaya jenazah anak-anak Rizpa dikuburkan dengan layak, bersama Raja Saul dan Yonatan. Inilah hasil dari kebesaran cintanya yang dilakukan dalam diam.
Saudara, sebagian dari Anda mungkin adalah orang tua, atau anggota keluarga. Saya tidak tahu Anda sedang berada di titik apa. Mungkin Anda sedang berjuang untuk orang-orang yang Anda cintai — anak-anak Anda, keluarga Anda — tapi Anda berjuang dalam diam. Anda rela bangun pagi-pagi betul untuk menyiapkan sarapan saat semua orang masih tidur. Anda diam-diam berdoa untuk semua orang yang Anda kasihi tepat di tengah malam yang larut. Atau Anda memilih menahan air mata untuk menyembunyikan beban dari anak-anak Anda.
Hari ini, ingatlah bahwa, "Ia (Tuhan) tidak akan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap." (Mazmur 121:3)
Tuhan tidak tidur. Dia melihat setiap perjuangan dan pengorbanan Anda. Dia melihat air mata yang Anda sembunyikan. Dan seperti Dia menggerakkan hati Raja Daud untuk merespons kesetiaan Rizpa — Dia juga bergerak atas doa dan pengorbanan Anda hari ini.
Kasih yang rela berkorban tidak pernah sia-sia di mata Tuhan.
Ambil waktu untuk berdoa — jika Anda seorang ibu, atau apapun peran Anda dan saat ini sedang berjuang diam-diam untuk orang yang Anda kasihi berdoalah:
"Tuhan, Engkau melihat apa yang tidak dilihat orang lain. Engkau tahu seberapa lelahnya aku, dan seberapa besar aku mengasihi orang-orang yang Engkau titipkan kepadaku. Kuatkan aku untuk tetap setia. Ingatkan aku bahwa pengorbananku bukan sia-sia di hadapan-Mu. Dan percayakanlah kepada-Mu semua yang tidak bisa aku kendalikan. Amin."
Live Chat
Phone / SMS
0811 9914 240
0817 0300 5566
Whatsapp
0822 1500 2424