Mazmur 37:4
“...dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu."
Pernahkah Anda meminta sesuatu kepada Tuhan berkali-kali sudah sampai dengan air mata, dengan puasa, dengan iman yang menurut Anda sudah sepenuhnya, tetapi jawaban yang datang tetap "tidak"?
Lalu Anda mulai ragu dan bertanya: "Apakah iman saya kurang?"
Mazmur 37:4 sering dipahami sebagai jaminan bahwa setiap keinginan kita pasti dikabulkan asalkan kita cukup bersukacita dalam Tuhan. Tetapi coba baca ulang ayat ini dengan lebih teliti. Ayat ini tidak berkata Tuhan akan memberikan segala sesuatu yang kita minta. Ayat ini berkata "Tuhan akan memberikan apa yang diinginkan hati kita." Jadi, ada perbedaan yang sangat jelas di sana.
Ketika hati kita sungguh-sungguh bersukacita di dalam Tuhan, maka kita bisa saja hanya menginginkan Tuhan saja - tidak ada yang lain selain Dia. Sama seperti di sampaikan Daud dalam Mazmur 73: 25, "Siapa yang kumiliki di surga selain Engkau? Dan tidak ada sesuatu pun di bumi yang kuinginkan selain Engkau." Jadi, Waktu kita membiarkan Tuhan membentuk hati kita, maka arah keinginan hati kita pun akan berubah dari yang hanya sesuatu yang bersifat duniawi menjadi sesuatu yang kekal.
Ini berarti ada sesuatu yang berubah - sesuatu yang dulunya kita dambakan untuk kita miliki walaupun itu adalah hal yang baik, bisa saja sesuatu yang sebenarnya akan menjadi berhala dalam hati kita. Itu bisa saja tentang apapun dalam hidup kita - entah pekerjaan, anak, pasangan hidup atau peluang-peluang baik yang kita anggap berkat.
Saudara, jika hati kita terikat cukup kuat dengan keinginan-keinginan ini bisa jadi kita sedang menjadikannya berhala. Sehingga Tuhan tidak sengaja menahan berkat-Nya untuk Anda, melainkan Ia sedang menahan berhala yang berpotensi merusak dan menjauhkan kita dari keselamatan kekal.
Tuhan tahu persis apa yang ada di dasar hati manusia, seperti diingatkan dalam Yeremia 17:10: "Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi membalas setiap orang menurut kelakuan jalannya, menurut buah perbuatannya." Tuhan melihat ke mana arah kemudi hati kita berlabuh.
Jadi, ketika doa-doa Anda dijawab "tidak" atau "tunggu", bukan berarti iman Anda kecil, melainkan bukti kesetiaan Allah yang sedang melindungi hati Anda agar tetap utuh bagi-Nya.
Refleksi Pribadi:
1. Adakah doa yang Tuhan belum kabulkan atas hidup Anda saat ini?
2. Coba periksa jika seandainya Tuhan mengabulkan doa Anda apakah itu akan mengganti posisi Tuhan dalam hidup Anda?
Live Chat
Phone / SMS
0811 9914 240
0817 0300 5566
Whatsapp
0822 1500 2424