Bukan untuk Dibanggakan, Tapi Dipakai

Bukan untuk Dibanggakan, Tapi Dipakai

Claudia Jessica Official Writer

1 Petrus 4:10

“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”

 

Setiap orang pasti punya sesuatu yang Tuhan titipkan dalam hidupnya. Ada yang pandai berbicara, menulis, mengajar, mendengar, mengatur, memasak, memimpin, menghibur, memberi, atau mendoakan orang lain. Ada juga yang mungkin merasa, “Aku biasa saja. Aku nggak punya kemampuan spesial.”

Tapi 1 Petrus 4:10 mengingatkan bahwa tiap-tiap orang telah menerima karunia. Artinya, tidak ada hidup yang kosong dari titipan Tuhan. Yang berbeda hanya bentuknya. Karunia itu tidak selalu terlihat besar atau tampil di depan banyak orang. Kadang karunia itu muncul lewat hal sederhana yang sering kita lakukan tanpa sadar, tetapi ternyata sangat menolong orang lain.

Petrus berkata, karunia itu dipakai untuk melayani seorang akan yang lain. Jadi kemampuan, keahlian, dan karunia rohani bukan diberikan supaya kita merasa lebih hebat, lebih penting, atau lebih rohani dari orang lain. Semua itu adalah kasih karunia Tuhan yang dipercayakan kepada kita untuk menjadi berkat.

Dalam perumpamaan tentang talenta di Matius 25:14-30, Yesus menceritakan tentang hamba-hamba yang menerima talenta dari tuannya. Ada yang menerima lima, dua, dan satu. Yang dipuji bukan karena jumlah yang mereka terima, tetapi karena mereka setia mengelola apa yang dipercayakan. Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak menuntut kita menjadi seperti orang lain. Tuhan mencari hati yang setia memakai apa yang sudah Ia berikan.

Kadang kita menyimpan karunia karena takut. Takut tidak cukup baik, takut dibandingkan, takut gagal, atau takut tidak dihargai. Ada juga yang justru memakai karunia untuk membangun nama sendiri. Padahal karunia Tuhan paling indah ketika dipakai untuk menguatkan, menolong, dan membawa orang lain lebih dekat kepada-Nya.

Karunia rohani adalah bentuk kasih karunia Allah yang dipakai untuk melayani, dan 1 Petrus 4:11 menunjukkan bahwa pelayanan itu dilakukan dengan kekuatan yang Tuhan sediakan supaya Allah dimuliakan. Sebagai orang percaya, kita dipanggil menjadi pengurus yang baik atas pemberian Tuhan, bukan pemilik yang memakai karunia sesuka hati.

Hari ini, jangan tunggu merasa sempurna baru mau dipakai Tuhan. Mulailah dari apa yang ada di tanganmu. Sekecil apa pun karuniamu, ketika diserahkan kepada Tuhan, itu bisa menjadi saluran kasih karunia bagi orang lain.

 

Momen refleksi:

Karunia atau kemampuan apa yang selama ini Tuhan titipkan kepadamu, tetapi mungkin belum kamu pakai untuk melayani?

Action hari ini:

Pilih satu kemampuan sederhana yang kamu punya, lalu pakai untuk memberkati satu orang hari ini. Bisa lewat pesan penguatan, bantuan kecil, doa, waktu untuk mendengar, atau karya yang kamu bagikan dengan tulus untuk kemuliaan Tuhan.

 

Ikuti Kami