Jangan Tukar Upah Surga dengan Pujian Manusia

Jangan Tukar Upah Surga dengan Pujian Manusia

Claudia Jessica Official Writer

Matius 6:1

“Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.”

 

Gaya hidup zaman sekarang membuat kita bisa membagikan segala hal yang terjadi dalam kehidupan. Kita bisa membagikan aktivitas, pelayanan, hadia, doa, bahkan kebaikan kecil yang kita lakukan. Tidak salah untuk membagikan hal baik, apalagi kalau tujuannya menginspirasi orang lain, tapi Yesus mengingatkan satu hal yang sangat penting bagi kita semua: hati-hati dengan motivasi hati.

Dalam Matius 6:1, Yesus tidak sedang melarang kita berbuat baik di depan orang lain. Sebelumnya, dalam Matius 5:16, Yesus justru berkata supaya terang kita bercahaya di depan orang, agar mereka melihat perbuatan baik kita dan memuliakan Bapa di surga. Jadi masalahnya bukan pada terlihat atau tidak terlihat. Masalahnya ada pada tujuan hati kita.

Apakah kita melakukannya supaya Tuhan dimuliakan, atau supaya diri kita dipuji?

Kadang tanpa sadar, kita ingin dianggap baik, rohani, peduli, atau murah hati. Kalau kita mulai memikirkan hal-hal ini:

“Orang akan lihat aku seperti apa ya?”

“Mereka sadar nggak kalau aku sudah berkorban?”

“Ada yang menghargai nggak?”

Pelan-pelan, kebaikan yang seharusnya kita persembahkan kepada Tuhan berubah menjadi cara mencari validasi manusia.

Yesus tahu betapa mudahnya hati manusia tergoda oleh pujian. Karena itu Ia berkata, “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka,” (Matius 6:1)

Kalau kita melakukan kewajiban agama hanya supaya dilihat orang, maka kita sudah menerima “upah” kita dari manusia. Tepuk tangan, pujian, rasa kagum, atau pengakuan mungkin terasa menyenangkan, tetapi itu tidak sebanding dengan upah yang Bapa janjikan.

Bapa melihat hal-hal yang tidak selalu dilihat orang. Ia melihat doa yang tidak diumbar-umbar. Ia melihat pemberian yang tidak ditunjukkan agar oran-orang melihat. Tuhan melihat pengorbanan kecil yang tidak pernah diceritakan. Ia melihat air mata, kesetiaan, pelayanan, dan kasih yang dilakukan diam-diam.

 

Momen refleksi:

Hari ini, mari belajar cukup dengan apa yang Tuhan lihat. Bukan berarti kita harus selalu menyembunyikan semua hal baik, tetapi kita perlu terus memeriksa hati: “Apakah aku melakukan ini untuk kemuliaan Tuhan, atau untuk membangun nama sendiri?”

Action hari ini:

Lakukan satu kebaikan tanpa perlu menceritakannya kepada siapapun. Biarkan itu menjadi persembahan kecil antara kamu dan Bapa yang melihat dalam kesunyian.

Ikuti Kami