Warisan yang Tak Terlihat

Warisan yang Tak Terlihat

Claudia Jessica Official Writer

Mazmur 78:5-6

“Telah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka, supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka.”

 

Kadang kita berpikir warisan hanya berbicara tentang rumah, tabungan, tanah, atau benda berharga yang bisa diberikan kepada anak cucu. Padahal ada warisan yang jauh lebih penting, yaitu iman, nilai hidup, dan kesaksian tentang Tuhan yang kita hidupi setiap hari. Cara kita memakai waktu hari ini sedang menabur sesuatu bagi generasi berikutnya.

Kita bisa melihat hal ini dalam hidup Timotius. Paulus pernah mengingatkan bahwa iman yang tulus dalam diri Timotius lebih dulu hidup dalam neneknya, Lois, dan ibunya, Eunike. Artinya, sebelum Timotius dikenal sebagai pelayan Tuhan yang setia, ada perempuan-perempuan sederhana yang lebih dulu menabur iman di rumahnya.

Mereka mungkin tidak berdiri di mimbar besar, tetapi kesetiaan mereka mengenalkan Tuhan menjadi warisan yang membentuk generasi berikutnya. Membangun generasi tidak cukup dengan hanya menyediakan kebutuhan mereka, tetapi kita juga perlu membagun mereka.

Pertama, misi kita adalah menolong anak-anak mengenal kebenaran tentang Tuhan. Mazmur 78 mengingatkan bahwa karya Tuhan tidak boleh disembunyikan dari generasi berikutnya. Anak-anak perlu mendengar siapa Tuhan, apa yang sudah Ia lakukan, dan bagaimana firman-Nya menjadi dasar hidup. Mereka tidak hanya membutuhkan nasihat, tetapi juga teladan yang membuat mereka melihat iman itu nyata.

Kedua, misi kita adalah menuntun anak-anak menaruh harapan mereka kepada Tuhan. Bukan sekadar berharap keadaan membaik, tetapi belajar percaya bahwa Tuhan adalah sumber pertolongan, kekuatan, dan masa depan mereka. Ketika anak melihat orang tua atau orang dewasa di sekitarnya tetap berdoa, bersyukur, dan percaya di tengah kesulitan, mereka sedang belajar di mana hati mereka seharusnya bersandar.

Ketiga, misi kita adalah memanggil anak-anak untuk taat kepada Tuhan dengan setia. Iman tidak berhenti pada cerita yang indah, tetapi harus terlihat dalam pilihan hidup. Anak-anak perlu melihat bahwa mengikut Tuhan berarti belajar jujur, mengasihi, mengampuni, menghormati, dan melakukan yang benar meskipun tidak selalu mudah.

Keempat, misi kita adalah memperingatkan anak-anak tentang hati yang menentang Tuhan. Kasih tidak selalu berarti membiarkan. Ada waktunya kita perlu menegur, mengarahkan, dan mengingatkan bahwa hidup jauh dari Tuhan membawa kehancuran. Peringatan yang disampaikan dengan kasih bisa menjadi pagar yang menjaga mereka dari jalan yang salah.

 

Momen refleksi:

Warisan iman seperti apa yang sedang terlihat dari cara aku memakai waktu hari ini?

Action hari ini:

Ceritakan satu kebaikan Tuhan kepada anak, adik, keponakan, murid, atau orang yang lebih muda di sekitarmu. Mulailah dari hal sederhana, karena benih iman yang kecil hari ini bisa menjadi warisan besar bagi generasi yang akan datang.

Ikuti Kami